Mansur, Pembunuh Sadis dari Batanghari – Ambon Ekspres
Features

Mansur, Pembunuh Sadis dari Batanghari

Tersangka Masyur saat melakukan rekonstruksi pembunuhan Dasrullah

Makan Alat Kelamin Bagian dari Ritual Ilmu Hitam?

Sulitnya mencari pekerjaan mendorong Terosman alias Mansur, 54, Warga Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat harus merantau mencari nafkah ke Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

OLEH: REZA FAHLEVI, MUARA BULIAN

Belakangan namanya mendadak terkenal lantaran membunuh dan memotong alat kelamin, setelah terlebih dahulu merebusnya. Ini bagian dari ritual ilmu hitamnya?
Merantau dari Solok Selatan Sumatera Barat ke Kabupaten Batangahari sudah dilakukan Mansur sejak tiga tahun terakhir.

Kala itu ia kabur dari sel tahanan karena kasus tindak pidana.
Ia membawa putra bungsunya untuk hijrah ke Kabupaten Batanghari. Selama tiga tahun di Batanghari, Mansur bekerja sebagai buruh sawit milik M Dasrullah.

Berjalannya waktu, Mansur menjadi orang kepercayaan Dasrullah untuk mengolah dan mengambil hasil panen sawit seluas enam hektare. Mansur dan Dasrul memang sama-sama memiliki darah Minang.

Seiring waktu pula, hasil panen sawit milik M Dasrullah sekitar Rp 7 juta per bulan dimakan oleh Mansur. Ia tidak menyetor penuh kepada Dasrullah. Kejadian itu sudah menahun.

Niat jahat ternyata sudah terukir dibenak Mansur sudah sejak lama, ia ingin menguasai penuh kebun sawit milik Dasrullah. Puncaknya terjadi pada akhir 2017, majikannya (Dasrullah) dibunuh.

Caranya pun sadis, alat kelamain majikannya dipotong, direbus, dan dimakan.
“Sudah sayo bunuh tu, sayo potong alat kelaminnyo dan sayo makan pakek nasi,” sebut Mansur saat telah diamankan Polisi.

Hingga kini tak jelas alasan Mansyur sampai harus memakan kelamin korbannya. Apakah itu bagian dari ritual? Masyur saat diperiksa polisi mengaku itu dilakukan agar dirinya tak dihantui arwah korban. (nas/jpg/ce1/JPC)

Most Popular

To Top