Sekot Ambon Ikut Terseret – Ambon Ekspres
Hukum

Sekot Ambon Ikut Terseret

AMEKS ONLINE, AMBON.—Penyidikan dugaan korupsi pembangunan terminal Transit Passo membuka peluang bertambahnya tersangka baru. Siapa yang bakal terjerat, jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih menuntup rapat hasil penyidikan lanjutannya. Soal keterlibatan Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru dalam kasus ini, jaksa menolak mengomentarinya.

Dalam kasus ini tim jaksa sudah menetapkan tiga tersangka, Amir Latuconsina sebagai kontraktor pelaksana proyek, Lucky Metubun konsultan proyek itu, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Angganoto Ura. Namun penyidikan lanjutan masih dilakukan jaksa. Mereka juga masih memanggil saksi tambahan untuk memperkuat bukti korupsi.

Perpanjangan penyidikan didasarkan pada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Maluku. Sampai kemarin jaksa masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang pernah diperiksa, maupun saksi baru yang belum pernah diperiksa.

Apa hasil pemeriksaan itu, jaksa beralasan untuk memenuhi permintaan BPK.
Nama Sekot Ambon AG Latuheru disebut masuk dalam daftar panggilan pemeriksaan saksi-saksi selanjutnya. Pemeriksaan Latuheru terkait dengan otoritasnya saat itu menjadi Kepala Inspektorat Kota Ambon. Pemeriksaan Sekot Ambon diketahui selain hasil pendalam tim penyidik bersama Asisten Tindak Pidana Kusus (Aspidsus) Kejati Maluku, juga merupakan permintaan dari BPK perwakilan Maluku.
“Kita sudah progreskan, dan pemeriksaannya di awal tahun ini, termasuk mantan Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon, Morits Lantu,” kata sumber koran ini dilingkup Kejati Maluku.

Jaksa menduga proyek bernilai Rp 55 miliar diketahui Inspektorat dalam melaksanakan pengawasan sekaligus menerbitkan nota pengawasan untuk pencairan anggaran.
Soal kemungkinan akan berpotensi sebagai tersangka, kata sumber masih sebatas pemeriksaan saksi. “Kalau memang sudah diperiksa, keteranganya nanti di kaji terlebih dulu. Itu kewenangann penyidik,” ujarnya.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi koran ini mengaku, belum mengetahui progres pemeriksaan saksi lanjutan dalam kasus bernilai Rp 55 miliar tersebut. “Itu kewenangan mereka (penyidik-red), selama dalam proses penyidikan dinilai sangat diperlukan. Penyidik punya kewenangan. Hingga saat ini saya belum tahu. Jadi ikuti saja prosesnya,” jelas Samy.

Mega proyek terminal transit Passo tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon sangat disayangkan. Selain belum difungsikan hingga kini, proyek yang telah menghabiskan uang negara mencapai Rp 55 miliar itu ternyata kontruksinya amburadul. (NEL)

Most Popular

To Top