Tagih Janji Penyidik Terkait Status Sekda SBB – Ambon Ekspres
Hukum

Tagih Janji Penyidik Terkait Status Sekda SBB

AMEKS ONLINE, AMBON.—Nasib Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mansur Tuharea akan diputuskan tim penyidik Direktorat Kriminal Kusus (Direskrimsus) Polda Maluku awal Januari 2018 ini. Tuharea diduga bakal ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana iklan dan publikasi Kabupaten SBB tahun 2014 melalui gelar perkara yang segera dilakukan.

Kompol Gerald Wattimena yang juga ketua tim penyidik kasus yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 500 juta itu mengatakan, penetapan tersangka akan diumumkan selah tim penyidik selesai melaksanakan gelar perkara.

“Status sekda sebagai tersangka, akan kita umumkan setelah selesai dilaksankan gelar perkara. Yang pastinya awal tahun 2018,” kata Gerald kepada Ambon Ekspres, belum lama ini.

Dia menjelaskan, pendalaman terhadap peran Sekda SBB atas perkara itu telah selesai. Begitupun dengan petunjuk jaksa juga telah dipenuhi penyidik. Kini tinggal dituangkan dalam hasil gelar perkara. “Nanti kita gelar perkara baru kita umumkan. Jadi ikuti saja,” singkat Gerald saat itu.

Terkait itu, Direktur LSM Warang Maluku, Cristian Sea menagih janji tersebut. Menurutnya, proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polda Maluku harus di tepati. Jangan hanya sekedar dengan kata-kata. “Kita akan kawal, dan harapnya bukan hanya sekedar janji melainkan bukti,” singkat Cristian melalui pesan singkat (SMS) yang diterima koran ini, tadi malam.

Sekedar tau, dalam kasus ini mantan Bupati SBB, Jacobus F Puttileihalat sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Namun status itu tidaklah lama setelah proses praperadilan dikabulkan hakim tunggal Pengadilan Tipikor Ambon, Esau Yerasitouw.

Dua mantan anak buah Puttileihalat juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon. Keduanya yakni Rio Khormein Amsyah selaku eks bendahara pengeluaran dan Petrus Urpley selaku staf bidang anggaran Setda SBB.

Dalam putusan praperadilan setebal 100 halaman itu, Bob, panggilan Jacobus F. Puttileihalat tidak hadir. Ia diwakili oleh kuasa hukumnya, Anthony Hatane. Sementara Ditreskrimsus Polda Maluku diwakili Ipda Jefta Malasa, Kompol Edhy Tethol dan AKBP Denny Nanlohy. (NEL)

Most Popular

To Top