Bawaslu Duga Ada Pemalsuan Dukungan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Bawaslu Duga Ada Pemalsuan Dukungan

AMEKS ONLINE, AMBON.—Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Maluku dan jajarannya menemukan dugaan pemalsuan dokumen dukungan pasangan calon perseorangan, Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath. Bila memenuhi unsur pidana pemilu, akan ditindaklanjuti.

Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (3/1) mengatakan, jajarannya, baik Panwascam maupun Panwas kabupaten/kota kota menemukaan dugaan pemalsuan.

Namun, Bawaslu belum bisa mengumumkan lebih rinci. “Yang pasti ada (temuan). Cuma saya belum bisa sampaikan ada berapa dan kemudian difollow up, ada berapa. Kita tunggu saja sampai tanggal 5 Januari lalu diumumkan,” ungkap Abdullah.

Sedangkan aduan atau laporan warga yang jadi korban manipulasi tanda tangan maupun dokumen administrasi, kata Abdullah, belum ada. Direncanakan, sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) sudah bisa terbentuk dan melaksanakan tugas pada pekan depan.

Saat ini, kata dia, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku belum mendelegasikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bergabung bersama Sentra Gakumdu. “Sampai sekarang Bawaslu belum menerima aduan dari masyarakat terkait dengan dugaan pemalsuan dukungan pasangan balon perseorangan. Jadi, saya belum bisa menjawab terkait itu,” katanya.

Dikatakan, masyarakat bisa mengajukan laporan ke Bawaslu, meski Sentra Gakumdu belum terbentuk. Laporan dan temuan akan diproses, bila memenuhi syarat formil dan materil. “Tapi, jika ada sekarang dugaan pemalsuan, bisa saja dilaporkan ke Bawaslu.

Kemudian akan dilakukan proses verifikasi pemunuhan syarat formal dan syarat materil. Harus ada pelapor dan terlapor disertai identitasnya yang asli, sehingga mudah dipanggil,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Ambon, M Jen Latuconsina mengatakan, Panwaslu dan jajarannya masih mengawasi verifikasi faktual atas dukungan pasangan bakal calon dengan akronim HEBAT itu. Pihaknya belum menerima aduan dari masyarakat.

Tetapi, pihaknya menemukan dugaan pelanggaran oleh tim HEBAT. Apa temuan dan jenisnya, Jen mengatakan, Panwaslu belum bisa mengumumkan. “Sampai saat ini blum ada aduan ke kami. Tapi, menyangkut dengan temuan di lapangan untuk saat ini kami tidak bisa mempublisnya,” ungkap Jen via messenger.

Apabila laporan dan temuan memenuhi unsur pidana Pemilu, jelas dia, akan ditindaklanjuti sampai dengan tingkat sentra Gakumdu yang didalamnya ada unsur Panwas, kejaksaan dan kepolisian. “Tapi jika berbagai laporan dan temuan itu setelah kami kaji tidak memenuhi unsur pidana Pemilu melainkan merupakan pidana umum maka kami akan merekomendasikan kepada kepolisian setempat untuk diproses,” jelas Jen.

Sebelumnya diberitakan, verifikasi faktual terhadap 122.734 formulir dukungan B1.KWK pasangan HEBAT akan selesai pada 5 Januari. Setelah verifikasi faktual, akan dilanjutkan dengan direkapitulasi secara berjenjang.

Berapapun jumlah dukungan, KPU Maluku akan mengeluarkan berita acara jumlah hasil verifikasi faktual. Dokumen ini yang akan dipakai pasangan HEBAT untuk mendaftar.
Bila terdapat kekurangan dukungan, tim HEBAT diwajibkan memasukkan kekuranan tersebut dua kali lipat. Kemudian, KPU melakukan penelitian terhadap kekurangan dukungan yang dimasukkan.

Bila jumlah yang dimasukkan tidak memenuhi jumlah minimal dukungan, HEBAT dinyatakan tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, tidak ada lagi verfikasi administrasi dan faktual.

Tapi, jika dukungannya dinyatakan memenuhi syarat minimal, maka dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual lagi. “Dan jika hasil rekapan verifikasi faktual kedua itu dibawah angka 122.985 dukungan, itu berarti tidak dinyatakan sebagai pasangan calon. Tetapi, jika angka diatas itu atau sama dengan jumlah syarat minimal dukungan, maka ditetapkan sebagai pasangan calon,” jelas anggota KPU Maluku, Almudatsir Sangadji, Selasa (2/1). (TAB)

Most Popular

To Top