Sekum MUI Maluku Tutup Usia – Ambon Ekspres
Berita Utama

Sekum MUI Maluku Tutup Usia

AMEKS ONLINE, AMBON.—Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Maluku. Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, H. Idris Latuconsina, meninggal dunia. Jenazah almarhum, telah dikebumikan di TPU Warasia, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (4/1).

Sebelum meninggal, Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Maluku ini, dikabarkan menderita gangguan kesehatan akibat faktor usia. Almarhum sempat dirawat di RSUD dr Haulussy Ambon, selama 10 hari hingga ajal menjemput di usia 77 tahun.

Jenazah almarhum, kemudian dipulangkan ke rumah duka di kawasan Air Kuning, Kecamatan Sirimau sebelum dimakamkan.

Pria asal Negeri Ory, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah ini, dikenal sebagai sosok yang santun, tenang dan ramah terhadap keluarga maupun sesama. Almarhum pergi meninggalkan istri tercinta dan 3 orang anak. Kepergian almarhum, sangat memukul hati masyarakat Maluku dan MUI Maluku.

Sebelumnya pada November 2017, Ketua MUI Maluku, Ustadz Idrus Toekan juga pergi untuk selama-lamanya. Kini kepengurusan MUI Maluku mengalami kekosongan. Karena sebelumnya, almarhum Idris Latuconsina yang paling berperan untuk menutupi kekosongan jabatan Ketua MUI Maluku saat ini.

Almarhum Idris Latuconsina merupakan tamatan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Malang tahun 1975. Dia kemudian menjabat sebagai Kepala Kantor Departeman Agama Kota Ambon tahun 1990 sampai 1992. Kemudian diangkat lagi menjadi Kepala Bidang Urusan Agama Haji Kanwil Agama Maluku tahun 1992 hingga 1998. Pada tahun 1998 – 2003, almarhum yang lahir pada 7 Juni 1943 ini diangkat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon dan akhirnya sebagai Sekretaris Umum MUI Maluku.

Komisi Dakwah MUI Maluku, Ustadz Arsal Risal Tuasikal mengatakan, saat terjadi kekosongan jabatan ketua MUI akhir tahun lalu, almarhum Idris Latuconsina yang selalu bekerja keras dan saling membahu untuk menutupi segala kerja-kerja MUI Maluku. Khususnya dalam melayani masyarakat Maluku.

Almarhum juga dikenal sebagai salah satu tokoh Maluku yang selalu mengayomi seluruh generasi muda di daerah ini. “Kepergian Almarhum, tidak hanya memukul hati keluarga. Tetapi memukul hati masyarakat Maluku. Apalagi dari sisi kepengurusan MUI. Karena setelah kepergian almarhum, otomatis MUI Maluku lumpuh. Karena selama ini, seluruh pekerjaan atau kekosongan jabatan ketua MUI, selalu diisi dengan kerja keras beliau disisa-sisa usia saat menjabat sebagai Sekum MUI Maluku,” ungkap Tuasikal, kepada Ambon Ekspres.

Menurutnya, dalam waktu dekat seluruh kepengurusan MUI akan dilibatkan untuk melakukan rapat internal untuk membentuk kepengurusan MUI Maluku. Diakuinya, rapat usulan ketua MUI yang baru sebelumnya telah dikoordinasikan untuk dilakukan.

Akan tetapi dengan kondisi kesehatan almarhum, maka rapat tersebut sengaja ditunda. “Proses pergantian ketua MUI akan ditempuh dengan mekanisme yang diatur dalam internal kepengurusan MUI. Memang tentu menghambat, dalam proses pelayanan masyarakat. Tetapi akan diusahakan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh kepengurusan MUI. Dan dipercepat dalam Januari ini,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Ambon, Novan Liem mengatakan, kepergian Idris Latuconsina sebagai satu-satunya tokoh tua di MUI, tentu memukul hati masyarakat Maluku, terkhusus Kota Ambon. Dimana tugas Almarhum cukup berat pasca ditinggal ketua MUI Maluku beberapa bulan lalu. “Almarhum sangat dikenal masyarakat Maluku. Apalagi sebagai Ketua FKUB Maluku. Kami tentu merasa kehilangan. Semoga amal ibadah beliau (almarhum) diterima disisi Allah SWT,” kata Novan.

Dia berharap, dengan kepergian almarhum, maka kepengurusan MUI harus segera dibentuk kembali. “Kita serahkan kepada MUI Maluku untuk bisa secepatnya membahas kekosongan ini secara internal. Sehingga kerja-kerja maupun pelayanan terhadap masyarakat Maluku ini tidak terkesan lumpuh,” harapnya. (ISL)

Most Popular

To Top