Polisi Kantongi Identitas Pelaku – Ambon Ekspres
Berita Utama

Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Ilustrasi Bentrok/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Proses hukum kasus bentrokan warga Negeri Ihamahu dan Tuhaha pada Jumat (5/1) lalu masih dilakukan. Polisi memastikan telah mengantongi sejumlah nama pelaku pembacokan. Namun, polisi memastikan tidak mau gegabah dalam mengamankan pelaku. Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan. Demikian disampaikan Kapolres Ambon dan Pp Lease AKBP Sutrisno Hadi Santoso kepada wartawan, Sabtu (6/1).

Dikatakan, pihaknya tetap akan bekerja untuk menuntaskan kasus tersebut. “Masih tahap pemeriksaan saksi. Walaupun sudah di identifikasi pelakunya, tetapi kita kumpul bukti-bukti dulu untuk melengkapi lidik dan penyelidikanya. Saksi dari kedua belah pihak,” ungkap Sutrisno.

Dirinya menegaskan, walaupun sudah dilakukan mediasi dan ada kesepakatan damai antara kedua kelompok warga, namun proses hukum tetap dilakukan. “Proses hukum tetap berjalan, apapun ceritanya. Walaupun sudah ada perdamaian, yang namanya tindak pidana untuk Polres Ambon tidak main-main untuk kita proses lanjut,’’ tegas dia.

Bentrok antar warga terjadi di Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada Jumat (5/1). Saling serang menggunakan senjata tajam melibatkan masyarakat Negeri Tuhaha dan Negeri Ihamahu. Perkelahian ini menyebabkan 1 warga tewas dan 4 lainnya terluka. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIT.

Korban tewas diketahui bernama Melkianus Hitipeuw. Sementara yang terluka masing-masing Dominggus Sopacua (55), Daniel Pattinaya (35), Melkianus Lewerissa dan Enos Louhenapessy (50). Korban terluka kini sedang dirawat di Rumah Sakit dr Ishak Umarella, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Malteng.

Informasi Ambon Ekspres dari pihak kepolisian menyebutkan, bentrok ini bermula saat masyarakat Tuhaha melaksanakan prosesi adat penutupan atap baileo negeri tersebut. Prosesi diawali dengan mencari buah kelapa yang konon sebagai pengganti kepala manusia di Negeri Ihamahu. Sedangkan warga Ihamahu bersama tua adat dan kewang sementara berjaga-jaga dipetuanan negeri mereka.

Saat berjaga, masyarakat Tuhaha pada dini hari itu bertemu dengan masyarakat Ihamahu. Akibatnya terjadi bentrokan.
Melkianus Hitipeuw yang menjadi korban tewas diketahui sebagai Kewang Negeri Ihamahu. Dia tewas ditempat kejadian di wilayah petuanan Negeri Ihamahu.
Kepada polisi, Dominggus Sopacua mengaku dia dibacok beberapa orang dari Negeri Tuhaha. Para pelaku tidak dikenali. Mediasi kedua kelompok ini sudah dilakukan.

Dihadiri Wakil Bupati Malteng, Kapolsek dan Danramil serta para raja serta pendeta.
Mereka yang hadir dalam mediasi diantaranya kepala Pemerintahan Negeri Tuhaha Yance Sasabone, Kepala Pemerintahan Negeri Ihamahu Agustinus Pattiha, Ketua Majelias Tuhaha Pdt JF Tupahamu dan Ketua Majelis Ihamahu Pdt L Sahetapy. Mereka menandatangani kesepatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan saling menjaga.

Kesepakatan itu disaksikan Kepala Kecamatan H Pattisahusiwa, Danramil Mayor Inf Suwandi Ellis dan Kapolsek AKP Fredy Djamal. Turut hadir dan saksikan langsung Wakil Bupati Malteng Marlattu Leleurry. Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Saparua Timur.

Kesepakatan ini berisikan bahwa kedua belah pihak sepakat menyatakan jaminan kemanan dan ketertiban kedua negeri, baik keselamatan jiwa, maupun lalulintas orang, barang dan jasa, dan termasuk anak-anak yang saat ini bersekolah di Negeri Tuhaha.

Kedua belah pihak juga sepakat akan mengambil tindakan terhadap masyarakat masing-masing yang mencoba memprovokasi pada kedua negeri masing-masing. Selain, itu kata Sutrisno, upaya penyidikan untuk menuntaskan kasus ini secara hukum juga dilakukan.Hingga kini belum ada yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut. (ERM)

Most Popular

To Top