Mendagri Ingatkan Calkada Hindari Isu SARA – Ambon Ekspres
Politik

Mendagri Ingatkan Calkada Hindari Isu SARA

AMEKS ONLINE, AMBON.—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengeluarkan sembilan himbauan. Himbauan ini dikeluarkan, karena meningkatnya suhu politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati Walikota-Wakil Walikota Jilid III, 27 Juni 2018.

Kepala Humas Setda Maluku Bobby Palapia mengatakan, ada 9 poin himbauan yang diterimanya dari Mendagri.

Himbauan tersebut menyangkut dengan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota.

Isi himbauan tersebut, pertama meminta kepada pasangan bakal calon untuk berperan aktif dalam mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah (Pilkada) yang demokratis, sehingga menghasilkan pemimpin yang berlegitimasi kuat, berkompeten, dan berintegritas tinggi.

Kedua, pasangan calon diminta untuk mematuhi semua regulasi tentang penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah. “Untuk himbauan ketiga, yakni melaksanakan rangkaian jadwal kampanye yang ditetapkan KPUD setempat yang mengedepankan kampanye sehat, menghindari kampanye hitam (black campaign), politik uang (money politic), fitnah dan ujaran kebencian (hate speach), tidak menyentuh isu Suku-Agama-Ras-Antar Golongan (SARA) dan mengutamakan konsep, program serta gagasan yang cerdas,” jelas Palapia melalui pesan rilisnya mengutip himbauan Mendagri, Minggu (14/1).

Himbauan keempat, pasangan calon diharapkan ikut serta menjaga stabilitas sosial, politik dan keamanan dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta ikut mendorong partisipasi pemilih di masyarakat pada saat pemilhan nanti. Kelima, Mendagri meminta pasangan calon, untuk menyusun visi-misi calon kepala daerah yang selaras antara pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan kebijakan nasional yang berdasarkan pada kebutuhan masyarakat.

Sedangkan poin keenam, pasangan calon harus menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum, dengan tidak melakukan pawai mengunakan kendaraan di jalan umum, tempat ibadah dan pendidikan dilarang dijadikan sebagai lokasi kampanye. Tidak merusak atau menghilangkan alat peraga kampanye.
“Kemudian, tidak diperkenankan menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah, serta menghindari ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan antara pribadi kelompok masyarakat atau partai politik,” sebutnya.

Poin ketujuh, Mendagri meminta pasangan calon untuk bersikap profesional dengan siap menang dan siap kalah dalam Pilkada. ‘’Jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan himbauan tersebut,” katanya.

Poin kedelapan, pasangan calon diminta agar menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan apabila ditemukan pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah-wakil kepala daerah kepada lembaga yang ditunjuk dan tidak melakukan aksi protes secara berlebihan. Apalagi menebar informasi teror dan intimidasi kepada penyelenggara.

Sedangkan poin terakhir, Mendagri telah meminta kepada setiap pasangan calon, supaya memberikan pemahaman kepada tim sukses dan para pendukung-simpatisan untuk ikut serta menciptakan iklim politik yang kondusif pada pelaksanaan Pilkada.
“Inilah sembilan poin penting yang disampaikan Mendagri melalui himbauannya, ke setiap daerah yang melaksanakan Pilkada 2018. Untuk Maluku sendiri melalui himbauan ini diharapkan agar bisa menjadi perhatian kita bersama, dalam membangun demokrasi yang lebih baik di Indonesia. Terlebih khusus untuk wilayah Maluku,” pungkas Palapia. (WHB)

Most Popular

To Top