PDIP Ancam Pecat Kader Mbalelo – Ambon Ekspres
Politik

PDIP Ancam Pecat Kader Mbalelo

AMEKS ONLINE, AMBON.—Seluruh kader dan pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) diwajibkan bekerja memenangkan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno. Sanksi pemecatan akan dikeluarkan bagi kader yang mbalelo atau membangkang perintah DPP PDIP.

Ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae mengatakan, DPP PDIP dibawah komando Megawati Soekarnoputri, sangat jelas memberikan rekomendasi politik kepada pasangan bakal calon dengan akronim BAILEO itu. Olehnya itu, wajib hukumnya seluruh kader dan pengurus memenangkan pasangan BAILEO di 11 kabupaten/kota se-Maluku.
“Jadi instruksi partai sangat jelas dan wajib diamankan seluruh kader,” tegas Huwae kepada wartawan usai memperingati HUT PDIP ke 45 sekaligus pembukaan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakedasus) PDIP Maluku di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (13/1).

Disinggung soal kekalahan PDIP Maluku pada Pilkada 2015 dan 2017 di beberapa kabupaten/kota, Ketua DPRD Maluku ini menilai, dalam pembahasan visi misi dalam Rakerdasus PDIP ini, salah satunya membahas soal target pemenangan PDIP Pilkada 2018.
“Soal kekalahan di Pilkada 2015 dan 2017, baru 44 – 45 persen. Dan kami harap 3 Pilkada sisa ini PDIP bisa menang. Dan satu-satunya jalan adalah mengkonsolidasikan seluruh struktural partai untuk memenangkan pasangan BAILEO yang sudah direkomendasikan. Dan target kita itu harus menang,” tegasnya.

Dia menyatakan, kader yang terbukti tidak bekerja untuk kemenangan pasangan BAILEO, apalagi bekerja untuk kandidat lain, akan dikenai sanksi. Bahkan, bisa dipecat sekalu kader maupun pengurus.
“Dan bagi kader yang tidak taat terhadap rekomendasi partai, jika ketahuan dan ada bukti maka bisa dipecat. Maka wajib bagi kader memenangkan pasangan BAILEO sesuai rekomendasi partai,” tegas Edwin.

Sanksi juga bisa diberikan kepada calon anggota legislatif 2019 dari PDIP. Bila diketahui tidak mendukung atau mengamankan keputusan partai, namanya akan dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT). “Jadi, jika kader yang melawan secara terbuka pasti akan kita pecat. Bahkan caleg yang terdaftar di Pileg 2019, jika tidak mendukung atau memenangkan pasangan yang kita usung, pasti akan kita coret dari daftar caleg 2019. Dan pasti akan kita lakukan,” ingatnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDIP Kota Ambon, James Maatita menegaskan, setiap kader dan pengurus partai di tingkat provinsi sampai anak ranting wajib memenangkan pasangan BAILEO. Sanksi pemecatan akan diberikan kepada kader yang membangkang perintah partai.
“Sanksi pemecatan itu sangat jelas. Dan di kepengurusan PDIP Kota Ambon juga akan menjalankan instruksi tersebut. Dimana kader yang membangkan akan kita pecat. Apalagi yang terdaftar pada daftar caleg 2019 namun tidak menjalankan rekomendasi partai, akan dicoret,” tegas Maatita.

KADER NASDEM TETAP SOLID
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Maluku, Abdullah Marasabessy mengaku, NasDem tetap fokus dengan memfungsikan seluruh struktur secara maksimal untuk melakukan pergerakan pengelolaan dan mobilisasi massa. Mulai dari kabupaten/kota, hingga desa/dusun untuk bekerja meraih target yang telah ditentukan.
“NasDem sebagai partai pengusung pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), tetap bekerja sesuai target yang ada. Untuk Maluku Tenggara dan Kota Tual juga demikian. Kita tetap solid dan fokus terhadap kerja pemenangan, dan pergerakan mobilisasi massa dari tingkat kabupaten hingga desa/dusun saat pemilihan berlangsung,” jelas Abdullah kepada Ambon Ekspres, Minggu (14/1).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Maluku ini mengakui, meski NasDem merupakan partai baru dalam pentas Pilkada, namun para kadernya sangat teruji, karena memiliki komitmen terhadap perintah partai. “Kalau bicara solid, kader NasDem sangat solid meski kami dianggap sebagai partai baru. Tetapi, penggurus dan anggotanya sangat idealis, sehingga apa yang menjadi instruksi partai, masih didengar dan dikawal dengan baik,” katanya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Maluku ini menambahkan, kesolidan dan ketaatan kader dibuktikan dengan kemenangan Partai NasDem di 5 daerah pada pemilihan bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota putaran kedua 15 Februari 2017 lalu. Masing-masing di Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Tenggara Barat dan Buru.

Meskipun kemenangan itu didalamnya terdapat partai pengusung lain, tetapi secara internal, ini membuktikan keteguhan NasDem dalam kerja pemenangan. Nasdem telah memasang target kemenangan yang sama untuk Pilgub Maluku, Pilgub Maluku Tenggara dan Pilwakot Tual 2018. “Kita berharap untuk pemilihan kali ini, pasangan calon gubernur, wakil gubernur, bupati dan walikota harus bersinergi dengan partai pengusung dalam memberikan kewenangan dan tangunggjawab kepada partai untuk bekerja lebih baik. Sehingga apa yang ditargetkan bisa tercapai,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Murad Ismail – Barnabas Orno dengan akronim BAILEO diusung Partai NasDem dengan 4 kursi, Hanura (4), Gerindra (5), PDIP (7), PKB (3), PKPI (2), PPP (1), PAN (1). (ISL/WHB)

Most Popular

To Top