Pasangan Kekasih “Sikat” Puluhan Motor – Ambon Ekspres
Kriminal

Pasangan Kekasih “Sikat” Puluhan Motor

AMEKS ONLINE, AMBON.—Polisi kembali membongkar sindikat pencurian sepeda motor di Kota Ambon. Ironisnya, kali ini pelaku merupakan sepasang kekasih yang masih berstatus mahasiswa.

Hebatnya, pasangan sejoli ini sudah beraksi di lebih dari 10 tempat (TKP). Hasil curian ini mereka modifikasi sebelum dijual dengan sistem online.
Terakhir sebelum diciduk polisi, keduanya berhasil menggasak sepeda motor milik warga di Lapangan Futsal Tantui, Kecamatan Sirimau.

Kini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kedua pelaku diketahui berinisial MFK alias Fikry alias Nyong (22) serta kekasihnya AAP alias Asi (19). Fikry berdomisili di Desa Waeheru, Kecamatan Baguala, sedangkan Asi diketahui beralamat di BTN Manusela, Kecamatan Sirimau.

Informasi koran ini di Mapolres Ambon menyebutkan, Fikry dan Asi ditangkap setelah ada laporan salah satu korban bernama Julio Ursepuny (24). Warga Lorong Maranatha, Kecamatan Sirimau ini kehilangan sepeda motor pada Rabu (10/1).

Hasil penyelidikan polisi, akhirnya kedua pelaku ditangkap. Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti sepeda motor hasil curian. “Pasangan kekasih ini di tangkap pada Kamis (11/1). Fikry lebih dulu tertangkap sekira pukul 20.30 WIT di pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM). Sesuai informasi yang kita dapat yang bersangkutan akan melakukan transaksi sehingga diatur siasat dan dilakukan penangkapan. Hasil pengembangan kemudian diamankan pacarnya, di rumahnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy, Selasa (16/1).

Teddy menjelaskan, sebelum menggasak motor korban, kedua pelaku pada Rabu (10/1) sekira pukul 20.00 WIT menyambangi lokasi kejadian di Lapangan Futsal Tantui.

Mereka berboncengan mengunakan sepeda motor mio. “Disitulah kemudian Fikry menyuruh pacarnya tunggu di depan jalan sedangkan dia masuk ke tempat parkir motor di lapangan futsal dan mendorong motor korban di jalan raya. Keduanya kemudian mengamankan motor curian itu ke Desa Tulehu,’’ beber Teddy.

Keesokan harinya, lanjut dia, keduanya mengambil sepeda motor sebelum akhirnya kedua pelaku ditangkap di MCM diduga akan transaksi motor curian. Keduanya kemudian digiring ke Mapolres Ambon untuk kepentingan penyidikan.
“Hasil pengembangan, pelaku mengakui sudah melakukan pencurian di 10 TKP yang ada di wilayah Kota Ambon. Diantaranya di MCM, belakang ACC, kampus Unpatti, lapangan Futsal Tantui dan depan Hotel Sumber Asia,’’ jelasnya.

Perwira dengan tiga balok di pundak ini menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti 5 unit sepeda motor di Polres Ambon. ‘’Ada 1 unit kita ambil di Kabupaten SBB dan sisanya kita ambil di kos tersangka di Waiheru,” rinci dia.

Dia mengaku, kedua pasangan sejoli ini menjual hasil curian dengan harga bervariasi. Menariknya, hasil curian setelah dimodifikasi kemudian di pasarkan secara online melalui salah satu situs penjualan online. “Hasil curian dipasarkan secara online. Per motor dipasarkan bervariasi ada yang Rp 4,5 dan Rp 3,5 juta,” jelasnya.

Teddy juga memastikan kedua pasangan sejoli ini berstatus mahasiswa dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Laki-laki saja yang kita tahan, sedangkan pacarnya kita berikan wajib lapor. Mereka dijerat pasal 363 atau 362 dan atau pasal 64 jonto pasal 55 dan 56 KUHPidana. Peran kekasinya, itu hanya turut membantu dalam melakukan kejahatan,” tegas Teddy

Dia memastikan, ada dugaan keterlibatan tersangka lain dalam kasus ini. Olehnya, pengembangan dan penyidikan masih terus dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan pengakuan tersangka. “Dugaan ada pelaku. Jadi kasus ini masih terus kita kembangkan.

Dan perlu kita sampaikan lagi bagi masyarakat yang merasa kehilangan motor dilokasi-lokasi ini, aga segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” pungkas Teddy. (ERM)

Most Popular

To Top