Amir Saksi Mahkota Untuk Ura-Mentubun – Ambon Ekspres
Hukum

Amir Saksi Mahkota Untuk Ura-Mentubun

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tim penyidik terus memperkuat bukti di tahap penyidikan, termasuk pemeriksaan terhadap ketiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan terminal Transit Passo. Pemeriksaan ini dikabarkan untuk memenuhi permintaan BPK RI Perwakilan Maluku.

Kini giliran bos PT Reminal Utama Sakti, Amir Gaus Latuconsina yang dimintai keteranganya sebagai saksi mahkota untuk melengkapi berkas dua rekan tersangkanya yakni konsultan pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Metubun dan mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Angganoto Ura.
“Ini pemeriksaan untuk memenuhi permintaan BPK dalam menghitung kerugian keuangan negara atas kasus itu,” ungkap sumber dilingkup Kejati Maluku kepada koran ini, Rabu (17/1).

Menurutnya, dalam perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPK dalam proyek bernilai Rp 55 miliar itu terkesan lambat, lantaran ada beberapa bukti dan dokumen serta keterangan saksi tambahan serta tersangka yang juga dibutuhkan tim auditor untuk mempercocok bukti yang diekspose tim penyidik. “Kami berupaya memenuhi permintaan mereka,” jelas sumber.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette menyebutkan, pemeriksaan terhadap Amir Gaus sebagai saksi mahkota sejak pukul 13.00 WIT hingga pukul 15.30 WIT untuk kepentingan penyidik dalam melengkapi berkas perkara milik dua rekannya yang juga tersangka.
“Dia dicecar puluhan pertanyaan hanya untuk melengkapi berkas tersangka Ura dan Mentubun,” kata Samy.

Menyoal soal perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPK, Samy mengaku masih dalam proses perhitungan. “Ikuti saja prosesnya,” singkat Samy kepada koran ini diruang pers Kejati Maluku.

Sebelumnya, Angganoto Ura diperiksa penyidik pada November 2017 sebagai saksi mahkota bagi Jhon Lucky Metubun dan Amir Gaos Latuconsina.

Ura adalah PPTK proyek Terminal Transit Passo tahun anggaran 2008-2009. Begitupun dengan Menubun yang sebelumnya sudah diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi mahkota.

Tim penyidik Kejati Maluku menemukan bukti mark up senilai Rp 3 miliar lebih dalam kasus dugaan korupsi proyek Terminal Transit Passo. Bukti itu, ditemukan dalam pekerjaan tahun 2008 dan 2009. Kerugian negara inilah yang menyeret Angganoto Ura selaku PPTK tahun 2008-2009, Amir Gaos Latuconsina, dan Jhon Lucky Metubun sebagai tersangka. Hal ini juga diperkuat dengan hasil penghitungan pemeriksaan fisik tim ahli Politeknik Negeri Ambon. (NEL)

Most Popular

To Top