Waspadai Modus Baru Aksi Curanmor – Ambon Ekspres
Hukum

Waspadai Modus Baru Aksi Curanmor

AMEKS ONLINE, AMBON.—Polisi menemukan modus baru aksi pencurian kendaraan bermotor di Ambon. Dalam aksinya, mereka saling berboncengan. Para pelaku lebih memilih pusat perbelanjaan di Kota Ambon, seperti Ambon Plaza, maupun Maluku City Mall.

Kapolres Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso mengingatkan pengelola parkir waspada dalam melakukan pengawasan kendaraan pengguna jasa parkir. Di kasus terakhir, polisi berhasil menangkap sepasang kekasih yang masih berstatus mahasiswa.

MFK alias Fikry alias Nyong (22) serta kekasihnya AAP alias Asi (19), sudah beroperasi di 10 lokasi tempat kejadian perkara. Dari 10 lokasi itu, 4 kali mereka melakukan aksinya di pusat perbelanjaan Maluku City Mall (Mall), Tantui, Sirimau, Ambon. “Perlu kita ingatkan kepada masyarakat bahwa ada modus baru. Mungkin ini belum terjadi di Ambon. Jadi modusnya, itu pelaku biasanya berboncengan masuk lokasi parkiran.

Setelah menggasak motor, kemudian keluar dengan karcis parkir, dan setelah pelaku berikut keluar dengan menunjuk STNK,” tandas Sutrisno, Rabu (17/1).

Dirinya menandaskan, ada aturannya ketika terjadi kehilangan kendaran di lokasi parkiran umum (mall). Dan itu bisa dituntut ganti rugi kepada pihak pengelola parkir.
Bahkan, dirinya mencontohi kasus di Bogor. Ada pemilik kendaraan yang memarkir di suatu Mall. Kendarannya hilang. Kasus ini diproses hukum sampai ke pengadilan.

Pengadilan memutuskan pihak pengelola parkir mengganti kendaraan yang hilang. Itu bisa dijadikan yurisprudensi. “Ada aturannya. Jadi sebenarnya, ketika masyarakat memarkirkan kendaraan di tempat umum, dan disitu dan dipungut karcis sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab pengelola parkir. Ketika kendaraan itu hilang di tempat parkir, bisa meminta ganti rugi kepada pengelola parkir. Kalau di Ambon itu belum pernah pemilik kendaraan meminta ganti rugi kepada pengelola parkir. Ini juga termasuk pakiran umum lainnya. Ketika seseorang dipungut biaya parkir, itu sudah pertangungjawaban pengelola parkir kalau kendaran hilang,” beber Sutrisno.

Soal kerjasama dengan pemerintah, dia merasa belum perlu. Dia sudah instruksikan anak buahnya untuk mengingatkan pengelola parkir. “Para kapolsek mengingatkan pengelola parkir untuk lebih intensif melakukan pengawasan, berupa pemeriksaan dokumen, surat-surat kendaraan, kemudian memasang CCTV,” tutur Sutrisno.

Seperti diberitakan, Fikry dan Asi ditangkap setelah ada laporan salah satu korban bernama Julio Ursepuny (24). Warga Lorong Maranatha, Kecamatan Sirimau ini kehilangan sepeda motor pada Rabu (10/1).

Hasil penyelidikan polisi, akhirnya kedua pelaku ditangkap. Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti sepeda motor hasil curian. “Pasangan kekasih ini di tangkap pada Kamis (11/1). Fikry lebih dulu tertangkap sekira pukul 20.30 WIT di pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM). Sesuai informasi yang kita dapat yang bersangkutan akan melakukan transaksi sehingga diatur siasat dan dilakukan penangkapan. Hasil pengembangan kemudian diamankan pacarnya, di rumahnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ambon AKP Teddy, Selasa (16/1).

Perwira dengan tiga balok di pundak ini menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti 5 unit sepeda motor di Polres Ambon. ‘’Ada 1 unit kita ambil di Kabupaten SBB dan sisanya kita ambil di kos tersangka di Waiheru,” rinci dia.

Dia mengaku, kedua pasangan sejoli ini menjual hasil curian dengan harga bervariasi. Menariknya, hasil curian setelah dimodifikasi kemudian di pasarkan secara online melalui salah satu situs penjualan online. “Hasil curian dipasarkan secara online. Per motor dipasarkan bervariasi ada yang Rp 4,5 dan Rp 3,5 juta,” jelasnya.

Teddy juga memastikan kedua pasangan sejoli ini berstatus mahasiswa dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Laki-laki saja yang kita tahan, sedangkan pacarnya kita berikan wajib lapor. Mereka dijerat pasal 363 atau 362 dan atau pasal 64 jonto pasal 55 dan 56 KUHPidana. Peran kekasihnya, hanya turut membantu dalam melakukan kejahatan,” tegas Teddy. (ERM)

Most Popular

To Top