Hanura Tetap Solid ke BAILEO – Ambon Ekspres
Politik

Hanura Tetap Solid ke BAILEO

AMEKS ONLINE, AMBON.—Konflik kepentingan menerpa DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Akibatnya, sang ketua umum, Oesman Sapta Odang (OSO) dipecat. Tetapi elit Hanura Maluku mengaku, partai ini tetap solid memenangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno.

Dikutip dari tempo.co, kisruh di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dimulai dari surat keputusan ganda untuk pasangan calon yang diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah Purwakarta 2018. Komisi Pemilihan Umum Daerah Purwakarta menolak pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati usungan Gerindra dan Hanura, Rustandie-Didik.

Masalahnya, pasangan Anne Ratna Mustika-Aming sebelumnya telah mendaftar dengan SK yang ditanda tangani oleh Oesman dan Sudding. Sedangkan Rustandie-Didik juga mendaftar dengan SK yang ditanda tangani Oesman dan Wakil Sekjen Berny Tamara.

Oesman juga dinilai memecat tanpa dasar enam Ketua DPD Hanura. Enam DPD yang ketuanya diberhentikan adalah DPD provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan terakhir Sumatera Selatan. Belakangan, Ketua DPD Sumatera Barat Marlis Alina dipecat.

Dua masalah itu memicu gelombang mosi tidak percaya 27 DPD dan 418 DPC terhadap kepemimpinan Oesman dalam rapat yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Januari 2018. Sudding memimpin penyampaian mosi tidak percaya itu.
Mereka juga memutuskan untuk memberhentikan Oesman dari kursi ketua umum. Wakil Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum.

Di saat bersamaan, Oesman juga menggelar rapat di Hotel Manhattan, Jakarta, dan memecat Sudding. Ia menunjuk anggota DPR RI Herry Lotung Siregar sebagai sekretaris jenderal yang baru. Oesman menganggap Sudding menciderai marwah partai dengan menggelar rapat ilegal.

Ketua Dewan Pembina sekaligus salah satu pendiri Partai Hanura, Wiranto, mengatakan akan segera mengambil sikap atas konflik itu. “Hanura memang sedang menghadapi kemelut,”  kata Wiranto di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.
TETAP SOLID DUKUNG BAILEO

Di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Partai Hanura mengusung pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno dengan akronim BAILEO. Selain Hanura, pasangan ini juga diusung oleh PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Gerindra, PPP, PKPI dan PAN, serta didukung Partai Perindo dan PSI.

Sekretaris DPD Hanura Maluku, Temy Oersepuny menegaskan, Partai Hanura di Maluku akan tetap solid menghadapi Pilkada serentak jilid III tahun 2018. “Meski hasil musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) pada Kamis (18/1) kemarin, dan telah menetapkan Marsekal Madya (Purn) Daryatmo menjadi ketua umum DPP Hanura menggantikan Oesman Sapta Odang, tetap saya yakin tidak akan perpecahan di kubu Hanura Maluku. Dan kami akan tetap solid pada Pilgub Maluku 2018,” tandas Temy ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/1).

Menurutnya, apapun perubahan yang terjadi pada skala DPP Hanura di pusat, tidak akan menggangu atau merubah sikap politik yang telah ditetapkan lewat rekomendasi Partai Hanura untuk memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Maluku ini juga mengaku, DPD Hanura Maluku telah menginstruksikan kepada seluruh semua kader untuk tetap solid, dan tidak terpengaruh dengan dinamika yang di DPP. Instruksi tersebut telah disampaikan sebelumnya kepada semua civitas partai sejak konflik di internal DPP.

“Kita tetap solid dan satu barisan untuk bekerja memenangkan pasangan bakal calon Murad Ismail dan Barnabas Orno (BAILEO). Serta pasangan bakal calon di dua daerah lainnya, yakni pasangan UTAMA di Kabupaten Malra serta pasangan AMAN di Kota Tual. Jadi di Maluku tidak terpengaruh dengan masalah dipusat,” tegasnya.

Ketua DPC Kota Ambon, Ahmad Ohorella menambahkan, kepengurusan DPC Hanura juga tidak akan mencampuri urusan DPP Hanura. Namun akan tetap mematuhi dan menjalankan perintah partai yang telah diinstruksikan sebelumnya. “Saya pastikan, Hanura Kota Ambon secara khusus dan Maluku pada umumnya sangat solid. Kami tidak ingin mencampuri urusan internal DPP. Apa yang menjadi kewenangan DPP kami tetap patuh, dan tunduk pada satu perintah,” ucap Ohorella.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Ambon ini menilai, seluruh kader dan pengurus partai di Kota Ambon akan tetap menjalankan perintah untuk memenangkan pasangan calon yang sebelumnya telah diusung oleh DPP. “Kita tetap mengamankan keputusan partai yang telah merekomendasikan pasangan bakal calon Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur,” tukas dia. (ISL)

Most Popular

To Top