Kejaksaan Persilahkan Jack Lapor Costarito ke KPK – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kejaksaan Persilahkan Jack Lapor Costarito ke KPK

AMEKS ONLINE, AMBON.—Rencana untuk melaporkan pemilik lahan di Jalan Darmo Nomor 51 di Surabaya, Costarito Tee ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh terdakwa Jack Stuart Manuhutu di respons Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Mereka menilai itu kewenangan Jack selaku pelapor.

Juru bicara Kejati Maluku, Samy Sapulette menegaskan proses hukum atas perkara dugaan korupsi proyek pembelian lahan dan gedung PT Bank Maluku Malut di Surabaya sudah selesai.

Kini perkara tersebut sementara berproses di tingkat peradilan Tipikor Ambon maupun tingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA) RI.
“Bagi kami, itu kewenangan dia (Jack). Yang pasti, proses penyelidikan dan penyidikan di kami sudah selesai. Tidak ada lagi urusan sama kami,” ungkap Samy.

Menurut Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku itu, tidak disertakan pertanggungjawaban hukum terhadap pemilik lahan itu, merupakan kewenangan penyidik saat itu. “Artinya, sudah ada fakta dipersidangan dan terdakwa-terdakwa sebelumnya juga sudah di vonis bersalah meskipun masih berproses di tingkat MA dan juga sudah yang dieksekusi. Jadi, kalau memang ada fakta hukum yang menurut mereka patut pihak lain yang turut terlibat, dan mau lapor itu kewenangan dia,” jelas Samy.

Samy menegaskan, kejaksaan tetap bersikap profesional dan transparan dalam menuntaskan perkara. “Tidak ada yang ditutupi. Kita tetap profesional. Mau lapor ke KPK itu kewenangan Jack. Artinya, pemilik lahan juga sebentar akan dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan nanti,” tandas Samy.

Diberitakan sebelumnya, Jack menilai ada tebang pilih dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana pembelian lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku Malut di Surabaya. Pasalnya, pemilik lahan, Costarito Tee tidak dijadikan sebagai tersangka, sementara dana proyek bernilai Rp 54 miliar itu sudah diterima secara langsung oleh Costarito Tee selaku penjual.

Jack Manuhutu adalah terdakwa dalam perkara yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 7,6 miliar. Kasusnya kini sudah dalam tahap pemeriksaan saksi di persidangan.

Meskipun demikian, dia selalu ngotot agar penegak hukum juga harus menjerat pemilik lahan sebagai tersangka. Karena Kejati Maluku yang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus dimaksud tidak menetapkan Costarito Tee sebagai tersangka maka, terdakwa Jack berencana melaporkan pengusaha kaya itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Laporannya telah kita susun, dan dalam waktu yang tidak lama akan kita laporkan ke KPK,” tegas Jack melalui penasehat hukumnya, Morits Latumeten kepada koran ini, Kamis (18/1).

Menurutnya, Jack hanyalah sebagai Kepala Sub Devisi Renstra dan Corsec PT Bank Maluku Malut kala itu. Namun pihaknya juga turut dimintai pertanggungjawaban hukum. Sementara, pihak direksi lain yang turut memutuskan transaksi pembelian tersebut tidak dimintai pertanggungjawaban hukum. “Karena demikian, seperti itu maka langkah hukum untuk ada rasa keadilan maka kita akan perjuangkan proses ini di KPK.

Uang itu kan sudah diterima oleh pemilik lahan. Meskipun klien kami tidak berurusan langsung dengan pemilik lahan, namun faktanya pemilik lahan sudah menerima duit proyek tersebut sebesar Rp 54 miliar. Jadi ada diskriminasi,” jelas Morits.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar JPU dalam perkara ini untuk tidak melindungi pemilik lahan, guna dihadirkan sebagai saksi dalam pembuktian perkara ini di persidangan. “JPU kami harap mereka hadirkan pemilik lahan nanti untuk pembuktian perkara ini. Karena mereka merupakan aktor dibalik terjadinya indikasi perbuatan pidana dalam kasus dimaksud,” tandas Morits. (NEL)

Most Popular

To Top