Pengoperasian JPO Masih Terhambat – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Pengoperasian JPO Masih Terhambat

AMEKS ONLINE, AMBON.—Tiang listrik di tepi Jalan Jenderal Sudirman menjadi penyebab terhambatnya pengoperasian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Proses pembangunan sudah hampir tuntas, namun belum bisa diselesaikan karena adanya arus listrik berteganan tinggi milik PLN.

Untuk memindahkan tiang listrik, PLN membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. PLN berharap anggaran pemindahan tiang listrik ditanggung pihak Maluku City Mall (MCM) yang membangun JPO.

Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli Malawat mengatakan, pemindahan jaringan listrik untuk pembangunan JPO sudah dikordinasikan dengan manajemen MCM. Menurut dia, PLN siap untuk memindahkan tiang apabila biayanya ditanggung MCM. ‘’Prinsipnya PLN siap melakukan pemindahan tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV apabila pihak manejemen menyanggupi biaya RABnya.

Kalau pihak mereka sudah siap, maka PLN akan melakukan pekerjaan tersebut pada hari Sabtu (hari ini) dengan pengaturan jadwal padam dan SOP pelaksanaan pekerjaan,” katanya kepada koran ini, Jumat (19/1).

Menurutnya, pembangunan JPO terkendala tiang listrik PLN, dampaknya sangat membahayakan masyarakat pengguna JPO. Ramli menjelaskan, pihaknya menunggu konfirmasi dari manajemen MCM untuk membayar biaya pemindahan jaringan listrik. “Prinsipnya manajemen MCM telah menyetujui rincian biaya. Jika mereka menyetujui maka proses pemindahan tiang listrik akan dilakukan Sabtu (20/1) yakni waktunya mulai pukul 09.00 WIT – 16.00 WIT,” jelasnya.

Property Manager MCM Ambon, Alfiansyah Dwi Cahyo yang dikonfirmasi Ambon Ekspres membenarkan pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak PLN untuk pemindahan tiang listrik yang tepat berada di lokasi JPO. Namun, kata dia, saat ini pekerjaan pemindahan belum dilakukan karena pihaknya masih berproses terutama dalam hal biaya. ‘’Ya betul, angkanya cukup tinggi makanya butuh proses,’’ ungkap dia, Jumat (19/1) tadi malam.

Sebelumnya, diberitakan koran ini, Dwi Cahyo mengaku, JPO belum dapat difungsikan dalam waktu dekat karena terkendala arus tegangan listrik. Perlu dilakukan pemindahan demi keselamatan para pengguna jembatan.

Menurut dia, secara konstruksi seluruh kerangka JPO telah dipasang oleh para ahli ahli yang didatangkan dari Pulau Jawa. Tinggal dilakukan pengelasan dan pemasangan atap JPO untuk difungsikan. Namun diakuinya, ada sedikit kendala yang sementara di alami para pekerja di lapangan. Dimana pekerja menemukan adanya tegangan listrik milik PLN yang berpapasan dengan kanopi JPO. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dilakukan pemindahan tegangan listrik tersebut. “Pengerjaan JPO tinggal 10 persen. Namun kita menemukan kendala yang cukup kecil yaitu arus listrik tegangan menengah milik PLN. Yang berpapasangan dengan kanopi JPO sekitar 30 cm. Dan kalau tidak salah itu batasan itu minimum 1,5 meter. Jadi belum bisa dioperasikan dalam waktu dekat, sampai kendala itu kita pindahkan,” ungkap dia, Senin (8/1). (IWU/ ISL)

Most Popular

To Top