Pegawai Honorer Jadi Bandar Shabu – Ambon Ekspres
Kriminal

Pegawai Honorer Jadi Bandar Shabu

AMEKS ONLINE, AMBON.—Perang terhadap penyalagunaan narkoba masih terus dilakukan di daerah ini. Kali ini, aparat kepolisian dari Satresnarkoba Polres Ambon menciduk seorang bandar narkoba jenis sabu.

Penangkapan terhadap bandar dilakukan setelah sebelumnya polisi menciduk pengedar yang diketahui sering beroperasi di wilayah Kota Ambon. Bandar yang diamankan diketahui bernama Stevanus Siwalette (37). Dia merupakan pegawai honorer Dinas BKKBN Kota Ambon.

Sementara pengedar yang ditangkap diketahui bernama Ronald M Pattiradjwane (35), warga Jalan Setiabudi (Waititar) Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Ambon.
Kapolres Pulau Ambon AKBP Sutrisno Hadi Santoso mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengintai sejak beberapa waktu lalu.
Dikatakan, awalnya pada Kamis (18/1) polisi menangkap Ronald di depan kantor Lurah Ahusen, sekira pukul 16.30 WIT.

Dari tangannya polisi menyita 6 paket kecil shabu siap edar dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 2,5 juta. Setelah diinterogasi, dari mulut Ronald muncul nama Stevanus Siwalette. Polisi kemudian bergerak cepat dan mengamankan Stevanus dikediamanya di Desa Allang. Penangkapan dilakukan sekira pukul 21.30 WIT.

Dari tangan Stevanus, polisi menyita 1 paket besar kantong plastik bening shabu seberat 50,78 gram, 1 paket sedang bersisi 10,60 gram, dan 8 paket kecil siap edar sebesar 5, 80 gram. Serta uang tunai sebesar Rp 2,75 juta. ”Untuk penangkapan di Desa Allang penangkapan cukup besar dengan barang bukti kurang lebih 67,8 gram shabu, tersangka inisial SS (Stevanus Siwalette). Dia diduga merupakan bandar narkoba di Kota Ambon. Barangnya didapat dari Jakarta, dibawa dengan menggunakan kapal laut,” tandas Sutrisno Hadi kepada awak media, kemarin.

Menurut dia, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap pengedar narkoba yang sudah ditangkap sebelumnya. ”Tersangka pengedar terdeteksi masih ada di wilayah Kota Ambon. Dari pemeriksaan awal, yang bersangkutan mendapatkan barang ini dari Jakarta. Ini yang masih kita kembangkan,” tandas dia.

Dijelaskan, narkoba yang diedarkan di wilayah Kota Ambon dijual dengan harga bervarisi. ”Harganya bervariasi, Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Kalau ganja Rp 100 ribu per paket kecil,” akuinya.

Sehari sebelum penangkapan Stevanus Siwalette dan Ronald M Pattiradjwane, polisi juga mengamankan Livaldy alias Valdy (31). Warga yang bermukim di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala ini ditangkap sekira pukul 21.00 WIT di atas jembatan Air Besar, Passo. Polisi juga menyita 1 paket shabu. ‘’Penangkapan Valdy ini tidak berkaitan dengan kasus di Desa Allang dan di Kawasan Ahusen,’’ terangnya.

Hadi memastikan, sepanjang Januari 2018 ini polis berhasil mengungkap 6 narkoba. ”Dalam kurun waktu 20 hari dalam bulan Januari ini, ada 6 kasus yang berhasil kita ungkap,” akui Hadi.

Menurut dia, pada Rabu (10/1) juga diamankan tersangka penyalahgunaan narkoba jenis shabu dikawasan Kecamatan Teluk Ambon, dengan tersangka Frederick Bakarbessy alias Edy (48). Warga Desa Rumah Tiga ini diamankan berserta barang bukti 1 paket shabu.
Penangkapan Edy dilakukan setelah polisi lebih dulu mengamankan Reinaldo Limaba alias Nyong Limba (34) dengan barang bukti 3 paket sabu.

Sebelumnya polisi juga mengamankan seorang bandar narkoba jenis ganja bernama Delvy Tuhehay alias Batok (32). Dia ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Ambon awal Januari lalu. Dari tangannya, polisi mengamankan 10 paket ganja siap edar.
Hadi menandaskan, dari 6 kasus ini, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. ”Dari sejumlah kasus ini hasil informasi masyarakat. Kita belum menggunakan teknik atau system under cover buy. Jadi semua kita lakukan penangkapan secara terpisah,” tandas Sutrisno.

Dirinya menegaskan, Kota Ambon merupakan sasaran empuk pengedar barang haram tersebut. ”Kota Ambon adalah salah satu sasaran. Dan juga sesuai prinsip ekonomi, semakin banyak permintaan semakin banyak stok narkoba yang beredar. Itu yang terdeteksi. Kita akan terus berusaha untuk memberantas narkoba di daerah ini,’’ pungkas dia. (ERM)

Most Popular

To Top