Sudah Puluhan Warga Sipil Somalia Tewas Diserang Pesawat AS

by
Kevin Warren. An evil couple who kept a vulnerable young woman as a sex slave for almost 18 months have been jailed for a total of 22 years. See NTI story NTISLAVE. Kevin Warren, 27, and his partner Donna Morris, 35, treated the woman, who is in her 20s, "worse than an animal". Police say the cruel pair subjected their victim to 17 months of "physical, emotional and sexual abuse", including rape. They also controlled the finances of their victim, who cannot be named for legal reasons. Warren and Morris, of Barwell, Leicester, pleaded guilty to a charge under the Modern Slavery Act at the start of their trial held at the end of last year. Warren also admitted five counts of rape against the woman. Warren was caged for 18 years at Leicester Crown Court on Friday (19/1), with five years on licence following his release. Morris was jailed for four years. Their crimes first came to light shortly after the victim broke down and began to disclose the life she was being forced to lead

AMEKS ONLINE. — Akibat serangan udara pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam enam bulan terakhir, puluhan warga sipil Somalia terbunuh dan ratusan lainnya luka-luka.

Menurut data yang dirilis The Guardian awal pekan ini, serangan itu dilakukan Amerika Serikat dengan menargetkan kelompok militan al-Shabaab, gerakan ekstrem berafiliasi al-Qaeda. Kelompok ini berjuang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Somalia selama lebih dari satu dekade.

Eskalasi serangan merupakan bagian dari strategi kebijakan luar negeri Trump yang lebih luas di Afrika dan Timur Tengah.

Tercatat dalam enam bulan terakhir, ada 34 serangan udara Amerika Serikat di Somalia dalam enam bulan terakhir. Angka ini setidaknya dua kali total untuk keseluruhan tahun 2016.

Dalam data tersebut, Guardian mengumpulkan dan menyelidiki sejumlah laporan serangan udara selama 12 bulan terakhir di Somalia, memeriksa klaim di media lokal dengan pejabat barat dan lokal, staf medis, saksi dan sanak saudara korban.

Dalam lima serangan sejak Juli, lebih dari 50 warga sipil tampaknya telah terbunuh atau terluka. Setidaknya dua pesawat Amerika Serikat yang terlibat. (fajar/rmol)