Bawaslu Awasi Ketat Verifikasi Faktual – Ambon Ekspres
Politik

Bawaslu Awasi Ketat Verifikasi Faktual

AMEKS ONLINE, AMBON.—Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku berjanji, akan memperketat pengawasan terhadap verifikasi faktual dukungan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur perseorangan, Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath.

Pengetatan ini menyusul dugaan pemalsuan dukungan, dan kritik publik terhadap pengawasan Bawaslu yang dinilai lemah.

Bawaslu Maluku telah menyiapkan ribuan Panitia Pengawas Desa/Kelurahan, yang sebelumnya disebut Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Setiap desa, ditempatkan satu orang petugas untuk mengawasi proses verifikasi faktual nanti. “Jadi, kami berupaya semaksimal mungkin dari kekurangan personil kita di lapangan, kami akan mengoptimalkan tugas dan fungsi pengawasan. Kami harus jaga tugas yang diberikan negara kepada kami, dan kami akan menjalakannya sesuai yang diperintahkan oleh UU,” tegas Anggota Bawaslu Divisi Pengawasan, Paulus Titaley kepada Ambon Ekspres, Kamis (25/1).

Poly mengaku, pada tahap pertama verifikasi faktual dukungan pasangan dengan akronim HEBAT, Panitia Pengawas Desa/Kelurahan belum dilantik. Saat itu, hanya Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) melakukan pengawasan bersama Petugas Pemungutan Suara (PPS).

Namun, keterlibatan Panwascam tidak maksimal. Dengan personil 3 orang di setiap kecamatan, Panwascam tidak bisa menjangkau hingga ke desa/kelurahan. Akibatnya, banyak dugaan pemalsuan dukungan tanda tangan dan surat pernyataan dukungan yang tidak bisa ditangani secara langsung oleh Panwascam, Panwaslu maupun Bawaslu.
“Saat verifikasi faktual tahap pertama, kami belum punya personil di desa. Sampai di tingkat kecamatan. Saat itu belum dilantik. Memang kecamatan (Panwascam) juga turun tapi tidak menjangkau seluruhnya. Kalau verifikasi tahap kedua ini, sudah ada PPL di setiap desa yang bekerja maksimal,” paparnya.

Diberitakan Kamis (25/1), anggota Bawaslu Maluku, Astuti Usman mengatakan, jajarannya menemukan dugaan pelanggaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Perseorangan, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath. Namun, tidak dapat ditindaklanjuti, karena tidak memenuhi unsur formil dan materil.
“Tahapan pertama, memang ada (temuan). Tapi, tidak memenuhi unsur itu (formil dan materil),” ungkap Astuti kepada wartawan di kantor Bawaslu, Rabu (24/1) soal dugaan pemalsuan dokumen dan pencatutana nama warga dalam dukungan Herman-Vanath pada verifikasi faktual tahap pertama.

Pada tahap dua, penggalangan penghitungan dukungan pasangan dengan akronim HEBAT, Bawaslu belum menemukaan dugaan pelanggaran. Bila ada temuan dan memenuhi dua unsur tersebut, Bawaslu akan mengeluarkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi, kabupaten dan kota.

“Temuan-temuan yang kami temukan secara internal, itu akan menjadi rekomendasi bagi kami untuk menyampaikan itu kepada KPU untuk menindaklanjuti,” paparnya.

Dia menambahkan, hingga kemarin, Bawaslu juga belum menerima laporan dugaan pelanggaran pasangan HEBAT dari masyarakat. “Laporan resmi sampai saat ini tidak ada. Kami juga tidak mungkin memaksakan orang untuk melaporkan, karena dalam proses pelaporan harus ada unsur formil dan materilnya,” pungkas dia.
DUKUNGAN MBD SELESAI DIVERIFIKASI

Sebanyak 154.287 dukungan pasangan HEBAT yang sedang diverifikasi persyaratan administrasinya. Terdiri dari kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebanyak 17.864, Maluku Barat Daya (MBD) 173, kota Tual 1.834, Seram Bagian Timur (SBT) 26.728, Buru Selatan (Bursel) 3.502, Maluku Tenggara (Malra) 5.880, Maluku Tengah 16.235, Maluku Tenggara Barat (MTB) 35.160, Kepulauan Aru 27.028, Buru 444 dan kota Ambon sebanyak 19439.

Jumlah dukungan ini dari penghitungan KPU Maluku terhadap 178.563 dukungan perbaikan yang diserahkan pasangan HEBAT, Sabtu (20/1). Hingga Kamis (25/1) sore, verifikasi administrasi masih berlangsung di aula KPU Maluku, dan selesai hari ini, Jumat (26/1).

Hingga Kamis (25/1), baru dukungan dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang telah selesai diverifikasi. “Kami masih verifikasi. Sampai hari ini (kemarin), baru MBD yang selesai dihitung. Sesuai jadwal, berakhir hair ini,” ujar Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, tadi malam.

Dia menambahkan, verifikasi administrasi ini akan diplenokan dan diserahkan kepada PPS untuk melakukan verifikasi faktual selama 30 Januari-5 Februari. “Nanti hasilnya kami plenokan. Selanjutnya diserahkan kepada PPS untuk verifikasi faktual,” pungkasnya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top