Jumlah Dukungan HEBAT Tidak Sinkron – Ambon Ekspres
Ragam

Jumlah Dukungan HEBAT Tidak Sinkron

AMEKS ONLINE, AMBON.—Jumlah dukungan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku perseroangan, Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath tidak sinkron antara hardcopy dan softcopy. Ketidakcocokkan ini bisa menghambat analisis dukungan ganda.

Jumlah dukungan pasangan dengan akronim HEBAT sesuai berita acara hasil verifikasi jumlah dukungan minimal dan sebaran, Nomor 85/BA/81/PRov/I/2018 yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku sebanyak 154.287 dari 11 kabupaten/kota. Namun, jumlah dukungan dalam bentuk softcopy dengan format Microsoft Excel hanya 95.456 nama dukungan.
“Sesuai berita acara, itu kan tidak sesuai antara hardcopy dan softcopy. Hardcopy 154.287 dari 11 kabupaten/kota. Sedangkan softcopy hanya 95.456. Jadi, kalau kita kurangi, maka ada sekitar 58.831 nama di B.1-KWK tidak ada di data softcopy,” ujar Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun kepada Ambon Ekspres, Kamis (25/1).

Dikatakan, ketidakcocokkan jumlah dukungan rekapitulasi B1.-KWK (hardcopy) dengan softcopy hampir ada di semua kabupaten/kota. Termasuk beberapa desa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang telah selesai diverifiaksi administrasi, kemarin.
“Hardcopy formulir dukungan model B.1-KWK dari MBD yang sudah selesai dihitung, ternyata di beberapa desa, tidak ada di data softcopy,” ungkap Rifan.

Menurut Rifan, jumlah dukungan yang tidak sinkron ini akan menyulitkan KPU dalam melakukan analisis kegandaan dukungan. Sesuai Peratuan KPU (PKPU) Nomor 8 tahun 2018 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 1 Tahun 2017, tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, analisis dukungan ganda dilakukan bersamaan dengan verifikasi administrasi.

Rifan mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim penghubung pasangan HEBAT agar datang ke KPU untuk menginput data dari hardcopy ke softcopy. Namun, hingga kemarin, belum dilakukan penginputan. “Misalnya, di beberapa desa di MBD, kami verifikasi data B.1-KWK memang memenuhi syarat administrasi, namun tidak ada di softcopy. Nah, kalau data itu (softcopy) tidak ada, bagaimana kita mau analisis kegandaan ? Kami juga sudah koordinasi dengan tim penghubung (HEBAT). Dokumen fisik kan di KPU, harusnya mereka datang untuk input,” jelasnya.

Dia menjelaskan, melalui analisis kegandaan dukungan menggunakan program computer Microsoft Excel, nama dan Nomor Identitas Keluarga (NIK) ganda dan sejumlah data kependudukan lainnya bisa diketahui kegandaannya. Selain itu, mengetahui apakah nama dan identitas warga yang dukungannya sah pada verifiaksi faktual tahap pertama, terdata lagi dalam softcopy dukungan perbaikan atau tidak. “Kami (KPU) kan punya data softcopy hasil verifikasi faktual tahap pertama. Kami akan analisis dengan data softcopy hasil verifikasi faktual awal. Jangan sampai nama-nama yang sekarang dimasukkan, ada juga di data dukungan hasil verifikasi faktual pertama,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, data dan jumlah analisis dukungan ganda ini juga diserahkan ke Petugas Pemungutan Suara (PPS) sebagai data by name, by address untuk melakukan verifikasi faktual. Sehingga terdapat dukunga ganda, langsung dicoret. “Karena ketika verifikasi faktual, data by name by address itu kita turunkan ke PPS untuk verifikasi faktual. Supaya kita bisa tahu, ceklist yang memenuhi syarat dan yang tidak,” jelasnya.

Menurut Rifan, setiap tahapan yang dilakukan KPU, khusus menyangkut penelitian dan verifikasi admiministrasi yang ikuti diawasi Bawaslu dan disaksikan 3 tim penghubung pasangan HEBAT, penting diketahui oleh masyarakat. “Artinya, ini perlu disampaikan agar publik tidak menduga-duga apa yang kami lakukan. Kami harus sampaikan begitu keadaan dokumennya, dan keadaan softcopy yang diserahkan kepada kami,” pungkasnya.

Ketua tim pemenangan pasangan HEBAT, Michael Palijama mengatakan, perbedaan jumlah dukungan dalam dokumen hardcopy yan terdiri dari formulir B.1-KWK asli, salinan 1 dan salinan 2 sudah diperbaiki. “Soal softcopyt itu kan ada kesalahan entry. Dan sudah dilakukan perbaikan. Tapi, butuh ketelitian agar tidak salah,” kata Palijama.

Menurut dia, hal itu tidak mempengaruhi dukungan. Pasalnya, jumlah dukungan yang dihitung adalah yang terdapat dalam hardcopy (B.1-KWK asli, salinan 1 dan salinan 2). “Intinya, PKPU jelaskan bahwa, jumlah dukungan itu berdasarkan hardcopy yang terdiri dari asli, copy 1 dan copy 2. Softcopy itu mengikuti hardcopy,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dukungan HEBAT yang sedang diverifiksi administrasi sebanyak 154.287. Terdiri dari kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebanyak 17.864, Maluku Barat Daya (MBD) 173, kota Tual 1.834, Seram Bagian Timur (SBT) 26.728, Buru Selatan (Bursel) 3.502, Maluku Tenggara (Malra) 5.880, Maluku Tengah 16.235, Maluku Tenggara Barat (MTB) 35.160, Kepulauan Aru 27.028, Buru 444 dan kota Ambon sebanyak 19.439. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top