Siswi SMA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan – Ambon Ekspres
Kriminal

Siswi SMA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan

AMEKS ONLINE, AMBON— Seorang siswi SMA di Desa Hatu, Kecamatan Leihiutu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menjadi korban pemerkosaan sekelompok pemuda. Korban yang sudah duduk dibangku kelas XII ini diduga disetubuhi NM alias Nandito cs pada Kamis (25/1).

Tidak terima dengan tindak biadab para pelaku, empat hari setelah keluarga korban melapor ke polisi. Mereka menyambangi Sentra Pelayanan Terpadu Mapolres Ambon, Senin (29/1) sekira pukul 21.22 WIT.

Informasi Ambon Ekspres di Mapolres Ambon, pemerkosaan itu dilakukan Nandito cs disalah satu rumah kosong di desa itu, tepat berada di Lorong Cobra. Didalam rumah kosong itulah Nandito cs kemudian menyetubuhi korban secara bergantian.

Dari pengakuan korban dalam laporan resmi kepolisian menjelaskan, pemerkosaan dialami berawal ketika dia dihubungi Nandito melalui pesan seluler untuk diajak jalan-jalan. Ajakan itu diamini korban.

Nandito kemudian menjemput korban dengan menggunakan sepeda motor. Awalnya, dia dibawa ke salah satu rumah milik keluarga pelaku. Tak lama disitu, pelaku kemudian meminta izin kepada korban untuk balik ke rumahnya untuk mandi.

Usai mandi, Nandito kembali menghampiri korban dan mengajaknya jalan-jalan dengan teman pelaku. Saat sedang bersama-sama dengan pelaku, korban merasa ingin buang air kecil. Dia kemudian meminta salah satu pelaku untuk mengantar korban ke rumahnya untuk buang air kecil. Dia kemudian sempat beristirahat di rumah teman Nandito.

Disaat lelap tertidur, korban kemudian didatangi Nandito dan kembali membawa korban ke salah satu rumah kosong. Didalam rumah kosong tersebut itulah, Nandito mulai merayu korban.

Disitulah Nandito menggagahi korban layaknya suami-istri. Asik berhubungan badan, korban tidak menyadari telah diintip oleh teman-teman Nandito.

Dia sempat terkejut melihat teman-teman pelaku secara tiba-tiba menghampiri mereka berdua. Teman-teman Nandito kemudian memintah jatah. Korban yang tak berdaya hanya bisa melayani nafsu birahi teman-teman Nandito yang diduga sudah merencanakan untuk menyetubuhi korban secara berjamaah itu. “Mereka ancam kalau tidak layani, mereka foto dan video mereka rekam akan disebarkan media sosial melalui akun Facebook (FB),” terang korban kepada petugas saat melaporkan kejadian yang dialaminya itu.

Korban menolak melayani nafsu bejat dari teman-teman Nandito itu. Karena ditekan dan ancam. Usai diperkosa korban meminta untuk diantar pulang ke rumah.

Kasus pemerkosaan ini masih dalam penyelidikan polisi. Para pelaku juga belum diamankan. ”Laporan polisi baru sampai ke kita. Kemungkinan masih ditindaklanjuti,” tandas salah anggota penyidik PPA, kemarin.(ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top