Oknum DPRD Cabul Dieksekusi – Ambon Ekspres
Kriminal

Oknum DPRD Cabul Dieksekusi

AMEKS ONLINE, AMBON.—Anggota DPRD SBB dari Fraksi Gerindra, Fredrick Solissa alias Ferry, Jumat (2/2) sekitar pukul 13.30 WIT dieksekusi Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat (SBB). Dia dijemput jaksa dan kepolisian dari kediamannya di Desa Uraur, Kabupaten SBB.

Eksekusi dilakukan jaksa menindaklanjuti vonis 3 tahun 4 bulan penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung RI pada tingkat kasasi, dalam perkara asusila terhadap korban yang masih duduk dibangku SMP pada 2015 lalu.

Kasasi JPU dikabulkan, setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Masohi menghadiahkan vonis bebas kepada Ferry. Majelis hakim menyatakan Fery tidak bersalah, sedangkan JPU menuntut wakil rakyat ini dipenjara 6 tahun. Langkah kasasi JPU pun berhasil.

Penangkapan legislator yang akrab disapa bung Ferry itu, dilakukan oleh Kejaro SBB dibantu Bhabinkamtibmas Desa Uraur, Brigpol L Wattimena bersama Kanit Reskrim Polsek Kairatu. Anggota DPRD SBB itu kemudian digiring ke Lapas Piru sekitar pukul 18.30 WIT.

Fery didakwa melakukan perbuatan asusila kepada anak bawah umur yang terjadi 2015 lalu. Perbuatan tidak senonoh ini dilakukannya di lokasi Pantai Hatuhuran.

Kejadian itu baru diketahui keluarga secara tidak sengaja, ketika korban terlibat saling ejek dengan salah satu temannya. Sang teman saat itu mengungkapkan insiden yang menimpa korban pada malam itu.

Kabar miring itu rupanya sampai ke telinga orang tua korban. Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua dan keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.

Meskipun keduabelah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan insiden tersebut secara kekeluargaan, namun perkara tersebut tetap diproses oleh Kapolres SBB.

Sementara itu, Kasipidum Kejari SBB M Nur Eka Firdaus yang dihubungi Sabtu (3/2) membenarkan penahanan terhadap Fery. “Jaksa yang melakukan penangkapan itu saya sendiri sebagai Kasipidum Kejari SBB, bersama jaksa Meggi Salay, dibantu Kasat Sabhara Polres SBB,dan anggota Sabhara serta Kanit Reskrim Polsek Kairatu. Beliau ditangkap untuk menjalani hukuman pidana sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI No.1751/K/Pid.Sus/2017. Kasusnya percobaan dengan kekerasan, perbuatan cabul terhadap anak yang dilakukan oleh terpidana pada saat aktif sebagai anggota Dewan Fraksi Gerindra,” jelasnya.

Menurutnya, terpidana Fredrik Solissa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun 4 bulan, denda Rp 15 juta subsider 1 bulan kurungan. “Putusannya sudah inkracht . Memang ada upaya hukum lain yakni Peninjauan Kembali (PK) namun PK tidak menunda atau menghentikan esekusinya,” pungkasnya. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top