Lanjutkan Proyek Nuklir, Trump Buat Dunia Tambah Gaduh – Ambon Ekspres
Internasional

Lanjutkan Proyek Nuklir, Trump Buat Dunia Tambah Gaduh

AMEKS ONLINE. — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kini dikabarkan melanjutkan pengembangan senjata nuklir yang sebelumnya disetop oleh Barrack Obama. Seperti dilansir AFP, alasan Trump melanjutkan proyek nuklir karena situasi dunia yang sudah berubah.

Trump berharap, jika AS memiliki senjata berbahaya ini, negara lain akan menghentikan proyek nuklirnya.

“Strategi pengembangan kemampuan bertujuan agar penggunaan senjata nuklir semakin kecil kemungkinannya,” ucap Trump, kemarin.

“Dan, yang lebih penting, ini menegaskan kembali komitmen kita pada pengendalian senjata dan non-proliferasi
nuklir, menjaga moratorium uji coba nuklir dan bertekad meningkatkan upaya untuk mencegah, mendeteksi, dan
menanggapi terorisme nuklir,” imbuhnya.

Trump berasumsi pendekatan Obama untuk menghentikan proyek senjata nuklir agar dicontoh negara-negara
sedunia dianggap terlalu idealis dan tidak tepat. Apalagi, saat ini hubungan diplomatik Washington-Moscow
sedang memburuk. Rusia, Cina dan Korea Utara kini sedang berlomba menunjukkan kemampuan senjata nuklir
mereka.

Tidak hanya bercakap, Trump juga bertindak. AS sedang berproses mengembangkan senjata nuklir dalam ukuran
lebih kecil. Proses itu bocor atas laporan berjudul ‘Nuclear Posture Review’ yang dirilis Departemen Pertahanan AS
atau Pentagon, Jumat lalu.

Laporan Pentagon ini menunjukkan kekhawatiran AS soal perkembangan nuklir Korut, Iran dan China, namun
sebagian besar kekhawatiran terarah pada Rusia. Dalam laporan yang sama disebutkan Rusia tengah
mengembangkan torpedo nuklir bawah laut dengan kekuatan ledak besar.

“Ini merupakan respon terhadap ekspansi kemampuan Rusia juga bentuk strategi dan doktrin mereka,” ujar
Menteri Pertahanan AS James Mattis di bagian awal laporan setebal 75 halaman itu. “Perkembangan ini, dibarengi
pencaplokan Crimea oleh Rusia dan ancaman nuklir terhadap sekutu-sekutu kita, menandai kembalinya Moskow
pada kompetisi Kekuatan Besar,” imbuhnya.

Dijelaskan, AS akan memproduksi senjata nuklir dengan ukuran kecil, juga berdaya rendah. Tapi, jika melihat
angkanya, biar kecil bisa dikatakan senjata buatan AS ini mematikan. Disebutkan kekuatannya kurang dari 20
kiloton. Kekuatan ledak itu sama kuat dengan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. Rencananya,
senjata nuklir itu akan dimasukkan melalui modifikasi rudal balistik kapal selam.

Secara global, Pentagon juga menegaskan komitmennya terhadap modernisasi angkatan perang AS dengan
memperkenalkan jet pengebom baru, kapal selam, dan rudal balistik antarbenua, dan rudal jelajah baru. Kantor
Anggaran Kongres memperkirakan rencana ini akan menelan biaya sekitar US$ 1,2 triliun atau sekitar Rp 16,100
triliun selama 30 tahun.

Rencana AS ini sontak dikecam tiga seterunya: Rusia, Iran, dan China. Ketiga negara tersebut, aktif memproduksi
senjata nuklir. Semuanya sepakat, justru tindakan AS dibawah rezim Trump sama saja memicu perang yang
disebut akhir dunia, alias kiamat.

Paling awal protes negara Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Melalui akun Twitternya, Zarif
menyatakan AS telah melanggar perjanjian nonproliferasi nuklir (NPT). Dia juga menyebut kebijakan ini sangat
berbahaya, karena dapat membuat peradaban dunia musnah.

“Tinjauan postur nuklir AS mencerminkan ketergantungan yang lebih besar pada nuklir yang melanggar NPT,
membawa manusia mendekati pemusnahan. Tidak heran jam kiamat telah mendekati titik paling berbahaya sejak
tahun 1953. Kelemahan Trump dalam membunuh JCPOA berasal dari kelalaian berbahaya yang sama,” ucap Zarif
merujuk pada kesepaktan nuklir Iran.

Rusia bahkan langsung mengambil langkah taktis. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov merilis jika AS
melakukan upaya mendorong perang, dan mengatakan akan mengambil “tindakan yang diperlukan” untuk
menjamin keamanan warga Rusia. “Sejak pertama kali membaca, watak konfrontasi dan anti-Rusia muncul
dihadapan Anda,” ujar Lavrov.

Menurutnya, postur nuklir baru AS dapat memicu perlombaan dalam mengembangkan senjata nuklir, yang dapat berujung pada perang nuklir. “Penurunan nilai ambang batas yang cukup besar dalam penggunaan senjata nuklir
dapat menyebabkan perang atom bahkan dalam perjalanan konflik skala kecil,” katanya.

Sementara China, menyebut AS masih memiliki “mentalitas Perang Dingin”. Kementerian pertahanan Cina kemarin merilis dengan tegas menentang kajian Pentagon mengenai kebijakan nuklir AS. (rakyat merdeka/fajar)

Most Popular

To Top