Orang Gila Diduga Begal Ulama Masuk Pesantren di Sukabumi, Ini Kata Kapolres – Ambon Ekspres
Daerah

Orang Gila Diduga Begal Ulama Masuk Pesantren di Sukabumi, Ini Kata Kapolres

AMEKS ONLINE, SUKABUMI – Orang gila diduga begal ulama mengejar santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Wardayani, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 01.30 WIB.

Pelaku berjumlah dua orang. Satu di antaranya berhasil diamankan. Pria diduga begal ulama itu jadi bulan-bulanan santri dan warga yang menangkapnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kejadian bermula ketika dua santri hendak makan sahur di warung nasi dekat pesantren, tepatnya di pinggir jalan Cianjur-Sukabumi. Namun, seketika pria tak dikenal datang menghampiri.

Merasa curiga, kedua santri tersebut memanggil teman-temannya yang lain. Dalam sekejap, santri dan warga berdatangan untuk melakukan. Mereka menangkap pelaku.

Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial (medsos), sehingga mengundang perhatian publik dan pihak kepolisian.

“Pelaku ada 2 orang dan ke 2 nya dengan modus menyamar sebagai orang gila. Alhamdulillah tertangkap 1 orang,” tulis pemilik akun Facebook Nuryadi Yadi Yadi yang mengunggah foto dan video pelaku.

“Diduga target mereka adalah guru sepuh dan akang ajengan warudoyong dan yang tertangkap mengakui bahwa dirinya sebagai PKI,” tambahnya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Pria tersebut kemudian diintrogasi. Selanjutnya diperiksa oleh petugas Dinas Kesehatan. Hasilnya, pria tersebut dipastikan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Ketika kami tanya, jawaban dari pria itu selalu berubah-ubah. Sehingga kami belum bisa mengetahui identitasnya,” kata Susatyo kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/2).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memberikan pengarahan di depan ulama dan santri

Lebih lanjut Susatyo menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan, pria tersebut diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi untuk dilakukan perawatan.

“Jadi, pria ini bertul-betul ODGJ. Sekarang sudah diserahkan ke Dinsos,” terangnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, sambung dia, polisi memberikan penjelasan terhadap para santri dan berkoordinasi dengan RSUD Syamsudin SH, Dinkes dan Dinsos.

Saat ini pun pihaknya meningkatkan patroli dan membentuk Satgas Polisi penjaga umat untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

“Ini salah satu bukti keseriusan kami dalam menyikapi persoalan seperti ini,” tandasnya.

Susatyo menambahkan, apabila terdapat orang yang mencurigakan,
masyarakat harus segera melaporkan kepada aparat kepolisian untuk segera ditangani.

“Jangan main hakim sendiri. Tetap waspada menjaga lingkungan, namun tidak berlebihan,” pungkasnya.

(cr16/radarsukabumi/pojoksatu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top