Edison Belum Diperiksa Bawaslu – Ambon Ekspres
Politik

Edison Belum Diperiksa Bawaslu

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sudah dua kali Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Maluku mengagendakan pemanggilan Anggota DPR RI, Edison Betaubun. Namun lagi-lagi ditunda oleh Bawaslu.

Bawaslu Maluku menerima laporan pengaduan dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Bahkan ada laporan pengaduan yang diterima Bawaslu dari salah satu tokoh masyarakat, yang turut melaporkan dugaan politisasi identitas agama yang dilakukan Edison selaku Korwil Indonesia Timur DPP Golkar, dalam kampanye terbuka DPD Golkar Kota Ambon untuk pemenangan Pasangan Said Assagaff dan Anderias Betaubun (SANTUN).

Pidato Edison dianggap mengandung unsur politisasi identitas agama. Dimana Edison mengaitkan Pilkada Maluku 2018 dengan Perjanjian Malino II terkait periodesasi pemerintahan di Maluku. Namun dari laporan yang diadukan, belum juga dilakukan pemeriksaan oleh Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Pemanggilan sebelumnya, telah dijadwalkan pada Jumat (23/2). Namun Edison tidak bisa menghadiri panggilan tersebut lantaran sementara mengikuti pengawasan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di Hotel Natsepa Ambon. Sehingga ditunda Bawaslu hari Senin (26/2).

Pemanggilan telah dihadiri Edison. Edison datang menghadap Bawaslu sekira pukul 09.30 WIT. Namun karena Ketua Bawaslu Maluku sementara berada di Jakarta setelah kembali dari Kota Tual pada Minggu (25/2).

Edison akhirnya memilih pulang. Sejumlah Anggota Bawaslu maupun staf menolak memberikan keterangan. Bahkan sejumlah wartawan dibiarkan menunggu hampir dua jam untuk mendapat kepastian terkait kedatangan Edison ke Bawaslu Maluku.
“Ketua sementara berangkat ke Jakarta. Memang tadi pak Edison datang sekira hampir jam 10 tadi (kemarin). Namun tidak lama langsung pergi. Ajudannya bilang kalau beliau sudah turun karena ada yang perlu disiapkan untuk agenda reses keluar daerah,” terang salah satu staf Bawaslu Maluku yang enggan namanya dikorankan, di kantor Bawaslu Maluku, Senin (26/2).

Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely yang dikonfirmasi mengatakan, proses pemeriksaan memang belum dilakukan lantaran dirinya sementara bertolak ke Jakarta. Dirinya membenarkan kedatangan Edison ke Bawaslu.

Abdullah mengaku, sebelum meninggalkan kantor Bawaslu, Edison sempat menyuruh salah satu stafnya untuk mengecek keberadan ketua Bawaslu. Namun karena tidak berada di tempat, Edison memilih untuk kembali melaksanakan tugasnya untuk berkunjung ke Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara untuk reses. “Proses yang harusnya dilakukan klarifikasi, tetapi pak Edison hanya datang sebentar dan kemudian pergi. Informasi yang saya dapat, beliau tiba hanya tanyakan posisi saya. Ketika ada yang jawab saya sementara di Jakarta, beliau (Edison) tidak turun lagi,” terang Abdullah.

Menurutnya, sudah ada tim Gakumdu yang telah siap melakukan klarifikasi terhadap Edison. Namun harus dilengkapi dengan keberadaan ketua dan sekretaris Bawaslu. ‘’Bawaslu akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap laporan yang disampaikan. Kalau untuk pak Edison agak sulit. Jadi nanti kita putuskan berdasarkan informasi dari saksi. Kita coba undang beliau tapi terkendala waktu,” ujar dia.

Disinggung soal dugaan Bawaslu sengaja memperlambat proses pemeriksaan, Abdullah tidak menangggapi hal tersebut. Menurutnya, Bawaslu bekerja sesuai mekanisme yang telah diatur sesuai aturan.
“Itu presepsi mereka. Tapi proses pemeriksaan pelapor dan lainnya tetap jalan. Kalau perlambat berarti kita tidak lakukan. Jadi proses pemeriksaan itu dengan cara pemanggilan. Untuk beliau melakukan klarifikasi terhadap apa yang dilakukan tapi kalau tidak datang klarifikasi terhadap kegiatan itu bisa didapat dari saksi serta ketua panitia. Nanti kita akan simpulkan untuk dilakukan kajian serta putusan bahwa beliau memenuhi unsur pidana pemilihan ataukah tidak” tutup Abdulah. (ISL)

Most Popular

To Top