Jaksa Cium Ada Konspirasi di Kasus Repo – Ambon Ekspres
Hukum

Jaksa Cium Ada Konspirasi di Kasus Repo

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kejahatan dalam transaksi Repo antara Bank Maluku-Maluku Utara dan PT AAA Securitas dilakukan terstruktur, rapi, dan melibatkan banyak pihak. Penyidik Kejaksaan Tinggi (KejatI) Maluku juga menemukan adanya dugaan konspirasi untuk memuluskan bank pelat merah ini melantai di bursa efek.

Dalam penyelidikan terhadap sejumlah dokumen dan fakta, ada risalah soal keterangan Otoritas Jasa Keuangan yang tidak menemukan adanya kerugian dalam keuangan negara dari transaksi tersebut. Padahal, dari laporan Bank Maluku ada indikasi kerugian negara.

PT AAA Securitas, terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu perusahaan terbaik di Asia. Atas rekomendasi itu, Bank Maluku kemudian menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut. PT AAA Securitas menjadi broker.

Di tahun 2014, PT AAA Securitas bangkrut. Perusahaan ini tidak lagi mampu membayar utangnya ke Bank Maluku senilai Rp 300 miliar. Namun perusahaan ini tetap berjalan terus, dengan alasan ada saham yang dititipkan di bank-bank lainnya, tanpa terdaftar di bursa efek. “Jadi transaksi Reverse repo itu bodong. Bagimana tidak, diakui PT AAA Securitas dibuat data yang menyatakan ada saham yang dititipkan di bank lainya, yang nyatanya itu tidak benar. Itu juga tidak terpampang di bursa efek, yang nota bene merupakan suatu kewajiban,” akui sumber koran ini dilingkup Kejati Maluku, Senin (26/2).

Menurut sumber ini, OJK dalam laporan pengawasannya juga tidak menemukan kerugian. Ini terbalik dengan laporan tahunan Bank Maluku yang menposisikan Repo sebagai kerugian keuangan negara. Bagi jaksa, ini merupakan konspirasi rapi untuk memuluskan kejahatan tersebut. “Aliran uang itu hanya ada pada PT AAA Securitas. Namun kuat berpotensi mengalir ke pihak-pihak pengambil keputusan di Bank Maluku. Ini yang masih kita kejar,” kata sumber.

Menurut dia, harusnya direksi yang mempunyai otoritas pertama dalam pengambilan keputusan yakni Direksi Pemasaran patut dimintai pertanggung jawaban, karena, berkaitan dengan peran mereka. “Inisiatornya itu ada pada direksi pemasaran, dan juga patut diberikan tanggung jawab,” ujar dia.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada koran ini enggan berkomentar banyak, dengan alasan rahasia penyidikan. “Itu sudah masuk dalam materi. Ikuti saja, di penyidikan tidak bisa dibuka, nanti setelah di persidangan barulah di buka,” singkat Sammy dalam menanggapi hal tersebut.

Dilain sisi, pihaknya mengaku penambahan tersangka baru itu tergantung hasil pengembangan di tahap penyidikan. “Itu kewenangan penyidik, dan nanti dilihat dari hasil pengembangan penyidikan lagi, apakah ada bukti yang cukup atau tidak terkait dengan penetapan tersangka baru,” tutup Sammy.

Sebelumnya, Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane mengaku tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 238,5 miliar. “Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Sementara baru dua yakni, IT dan IR,” kata Kajati saat ditemui wartawan di depan Kantor KPU Maluku, Rabu, (21/2).

Menurutnya, penetapan tersangka harus memenuhi dua unsur alat bukti yang sah. “Kita tetapkan tersangka otu harus punya dua alat bukti yang kuat. Sementara, biarkan penyidik bekerja dan kita lihat fakta selanjutnya,” ujar dia.

Rolobessy dan Isack Thenu ditetapkan berdasarkan hasil serangkain ekspose gelar perkara yang dilakukan diruang pimpinan Kejati Maluku, Manumpak Pane, Selasa, (21/2). Kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ke-1 KUHPidana. (NEL)

Most Popular

To Top