Usut Tuntas Perampokan di Waisala – Ambon Ekspres
Kriminal

Usut Tuntas Perampokan di Waisala

AMEKS ONLINE, SBB.—Pelaku perampokan di Desa Waisala, Kecamatan Waisala, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (23/2), diduga kuat adalah sindikat yang wilayah operasinya bukan hanya di kawasan Seram Bagian Barat (SBB).

Saat ini Polres SBB telah menahan 1 orang yang diduga sebagai tersangka berinisial LOB (51) alias Bar, warga Dusun Tiang Bendera, Kecamatan Waisala. Sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Para pelaku diduga sebagian besar dari Dusun Tiang Bendera.

Sementara itu, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, para pelaku penyekapan dan perampokan yang disertai pengancaman dengan senjata tajam itu merupakan sindikat yang sudah beroperasi cukup lama.

Ada beberapa anggota dari sindikat ini sudah pernah diproses di Polsek Waisala, dan juga Polsek Baguala dalam kasus pencurian mesin speedboat di Desa Laha, Kota Ambon sekira 2015 silam.

Hanya saja, dari informasi para pelaku yang terlibat dalam kasus kriminal pencurian kendaraan bermotor selalu mendapat tempat istimewa. Karena sejauh ini, pihak kepolisian Sektor Waisala belum pernah memproses pelakunya hingga ke pengadilan. “Ada beberapa oknum warga Tiang Bendera yang ketahuan terlibat dalam sindikat ini tapi tidak pernah diproses. Mereka ditahan satu dua hari kemudian dilepas lagi. Ada apa ini,” ujar salah satu sumber koran ini.

Ia mengaku, khawatir jangan-jangan para pelaku kejahatan di wilayah Kecamatan Waisala selama ini mendapat perlindungan dari oknum-oknum aparat keamanan disana, maupun para pimpinan masyarakat. Apalagi terbukti sekarang, pelaku LOB atau Bar adalah salah satu ketua RT di Dusun Tiang Bendera. Bahkan, dia juga saat Pilkada SBB masuk sebagai koordinator tim pemenangan salah satu pasangan calon di wilayah Pulau Kelang.

Selain itu, pelaku kejahatan di Tiang Bendera diduga ada yang merupakan sindikat besar lintas daerah. “Kalau kita lihat rekam jejak para pelaku dan pendukungnya, mereka ini sudah pernah beroperasi di beberapa daerah di luar SBB, termasuk ada juga di Kota Ambon, Buru, Obi, dan Wakatobi,” ujar sumber koran ini.

Jaringan ini, sebutnya, tidak bermarkas dalam satu wilayah saja, tapi saling koordinasi jika hendak beroperasi. Mereka dalam beroperasi menggunakan speed boat atau longboat. “Terbanyak anggotanya ada di Dusun Tiang Bendera. Jujur kita sampaikan, oknum aparat yang bertugas di wilayah Pulau Kelang tahu jaringan ini, tapi mereka terkesan tutup mata,” bebernya.

Ia mengaku, beberapa pelaku yang belum berhasil ditangkap pihak kepolisian itu sebelumnya terlibat kasus kriminal dibeberapa daerah, diantaranya di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Juga ada yang terlibat curanmor di kawasan Pulau Ambon.

Menyikapi kasus ini, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Tiang Bendera (HIMATIB), Nurhim Kaimudin dalam keterangannya, mengutuk dan menyesalkan tindakan oknum-oknum warga Tiang Bendera yang terlibat dalam tindak kriminal tersebut. “Apa yang dilakukan para pelaku telah mencoreng dan memalukan kami masyarakat Tiang Bendera. Kami mengutuk keras tindakan ini, dan berharap kepada pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Para tersangka harus dijerat dengan hukum berat,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, seluruh elemen masyarakat Tiang Bendera mendesak jajaran kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang masih buron. Termasuk mendalami keterlibatan sejumlah oknum warga Tiang Bendera dalam kasus perampokan di Waisala maupun lainnya.

Diakui, sejauh ini, keberadaan para sindikat ini juga telah meresahkan masyarakat Tiang Bendera maupun masyarakat sekitar. “Kami meminta pihak kepolisian mengusut indikasi kejahatan lainnya yang terjadi dalam wilayah Kecamatan Waisala yang selama ini telah meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengaku, akan menyurati pihak Kepolisian Resort SBB sebagai bentuk dukungan atas penyidikan kasus ini. Dia berharap pengusutan kasus ini tidak berhenti ditengah jalan, karena pelakunya sewaktu-waktu dapat menebar teror kepada masyarakat, baik di Dusun Tiang Bendera maupun daerah lainnya.

Kapolres SBB AKBP Agus Setiawan yang dikonfirmasi menyangkut perkembangan penyelilidikan atas tersangka lain dalam kasus tersebut mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan. Sampai kemarin, tim gabungan Polres SBB masih terus lakukan penyelidikan mengungkap tersangka yang masih melarikan diri. “Pelaku lain belum. Anggota masih terus lakukan penyelidikan dilapangan guna menangkap tersangka lain yang masih melarikan diri,” ungkap Agus, kemarin.

Seperti diberitakan koran ini, aksi perampokan terjadi di Desa Waisala, Kecamatan Waesala, Kabupaten SBB. Polisi berhasil mengamankan satu pelaku, sementara beberapa pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Pelaku yang ditangkap diketahui berinisial LOB alias Bar (51), warga Dusun Tiang Bendera. Dia merupakan pemilik speedboat yang digunakan untuk melakukan aksi perampokan. Kini LOB sudah meringkuk dalam tahanan Polres SBB.

Informasi Ambon Ekspres di kepolisian, perampokan dilakukan LOB dan beberapa rekannya pada Kamis (22/2) malam di Desa Waesala. Pemilik toko diketahui bernama Aldo B. Pemilik disergap dan diikat, sementara sejumlah barang berhaga dibawa kabur pelaku. Setelah menerima laporan usai kejadian, polisi membekuk LOB sementara beberapa rekannya masih buron. (DWI/ERM)

Most Popular

To Top