Air Terjun di Desa Tempuran yang Kondisinya Masih Alami – Ambon Ekspres
Features

Air Terjun di Desa Tempuran yang Kondisinya Masih Alami

LETAK Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan yang berada di dataran tinggi, membuat potensi wisata desa setempat berlimpah. Namun, sejauh ini sektor wisata di lereng Gunung Bromo itu, belum digarap maksimal.

Berada di lereng Gunung Bromo, Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi wisata alam yang berlimpah. Di kawasan setempat, terdapat sejumlah air terjun yang sejauh ini masih minim dikembangkan.

Sektor wisata alam itu pun kini mulai dilirik pemerintah desa (pemdes) setempat untuk lebih dimaksimalkan keberadaannya.
“Kebetulan di Desa Tempuran ada 5 air terjun yang sayangnya masih belum dimaksimalkan,” terang Kepala Desa Tempuran Arisin.

Dari lima air terjun itu, air terjun Simpoah merupakan yang paling banyak dikenal masyarakat. Lokasi air terjun yang juga dikenal dengan nama air terjun Batu Tancah ini berada di lahan perorangan warga.
“Pemiliknya pada 2013 lalu sudah komitmen untuk mengelolanya. Termasuk dibangun fasilitas akses jalan ke air terjun dan lain sebagainya. Namun, memang masih belum dibuka untuk umum,” jelasnya.
Rencananya, bila air terjun Simpoah itu dibuka untuk umum, pihak pemerintah desa (pemdes) setempat pun bakal mendukung keberadaannya. Yakni, dengan membuka wisata pendukung agrowisata.

Kebetulan, sektor pertanian dan perkebunan di desa setempat juga sangat subur. Selain padi dan jagung, hasil perkebunan seperti Mangga, salak, nangka, pisang, durian dan kopi juga jadi komoditas andalan warga setempat.

Letak desa setempat yang berada di lereng Bromo membuat kawasan setempat cukup subur. Potensi perkebunan itulah yang bakal dimanfaatkan pemerintah desa setempat untuk merintis agrowisata.
“Jadi nantinya tidak hanya wisata alam. Tapi juga kami padukan dengan hasil panen yang bisa meningkatkan juga ekonomi warga sekitar,” harap Arisin.

Selain air terjun Simpoah, juga ada air Terjun Kembar di desa setempat. Dinamai air terjun kembar karena ada dua air terjun sekaligus di kawasan setempat. Air terjun ini juga belum dimaksimalkan.
Selain dua air terjun itu, juga ada tiga air terjun lain di Desa Tempuran. Namun, 3 air terjun itu juga belum dimanfaatkan keberadaannya untuk pariwisata.

Akses ke lokasi sulit dijangkau. Alih-alih dilengkapi sejumlah fasilitas. Tiga air terjun itu sendiri selama ini juga belum diberi nama untuk branding air terjun setempat. Lantaran itu, tiga air terjun itu pun belum banyak dikunjungi wisatawan. (br/eka/fun/fun/JPR)

Most Popular

To Top