Oersepuni : Tutup Judi Bola Guling di Aru – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Oersepuni : Tutup Judi Bola Guling di Aru

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, ARU.—Dugaan judi bola guling yang dilegalkan Pemkab Aru dan Polres Aru di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, disikapi anggota DPRD Maluku asal daerah itu, Temy Oersepuni. Dia meminta, agar judi bola guling di Kabupaten Aru, harus ditutup.

Ini demi kenyaman masyarakat. Karena bagaimanapun juga, judi merupakan penyakait sosial yang meresahkan masyarakat. “Kalau aparat kepolisian sendiri sudah memberikan izin agar judi tetap dilakukan, maka perlu dipertanyakan sejauh mana kebijakan mereka dalam menegakan hukum di masyarakat,” ujar Oersepuni kepada Ambon Ekspres, Selasa (27/2).

Dikatakan, judi adalah permainan terlarang yang dibenci semua orang. Judi membawa dampak buruk di lingkungan masyarakat.
Sebab, dalam permainan itu harus menggunakan uang, sehingga jika tidak diperhatikan, maka tentu ini masalah besar.

Yang ditakutkan, kata dia, selain keterlibatan orang dewasa, para generasi muda di Kabupaten Aru juga turut terpengaruh dengan permainan tersebut. Sehingga dampaknya sangat merugikan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama kepada anak-anak.
“Kita tidak bisa bayangkan kalau judi ini semakin menjadi-jadi di masyarakat. Pasti banyak yang terlibat didalamnya. Bahkan anak-anak sekalipun, karena sudah dilakukan secara bebas. Untuk itu, saya minta agar aparat kepolisian tegas untuk dilakukan penutupan. Sebab setiap ada judi, pasti ada miras. Ini yang membuat keresahan di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, jika permainan tersebut masih terus dilakukan, maka pihaknya akan melaporkan langsung kepada Polres Aru. Tetapi jika tidak ditindaklanjuti juga maka akan dilanjutkan ke Polda Maluku untuk segera memerintahkan Kapolres Aru menutup permainan judi berkedok arena ketangkasan itu.
”Saya kira langkah yang diambil seperti itu. Kalau Kapolres Kabupaten Aru, sudah tidak mengindahkan lagi, maka kita akan laporkan ke pimpinannya dalam hal ini Polda Maluku, untuk sesegera mungkin permainan ini harus ditiadakan,” tegas Oersepuni.

Srikandi asal Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) ini, juga mempertanyakan letak kebijakan Pemkab Aru, terkait masalah tersebut. Karena diketahui saat ini pemerintah dan aparat kepolisian telah memberikan izin, maka ini suatu hal yang luar biasa. Karena kedua lembaga tersebut tidak sepatutnya melakukan hal seperti itu. Tugas dan tangunggjawabnya adalah untuk menegakkan aturan.
“Pemerintah daerah harus tegas. Karena ini wilayah kekuasannya. Masyarakat tidak akan merasa tenang, apabila permainan larangan itu masih terus dilakukan. Ini judi salah satu permainan yang dapat mengundang keresahan di masyarakat,” tandasnya.

Lebih lanjut Sekretaris Komisi D DPRD Maluku kembali menanyakan pemerintah setempat, agar perlu dilakukan evaluasi, apakah permainan tersebut membawa keuntungan bagi masyarakat dan daerah, maka tetap dilanjutkan. Jika yang terjadi sebaliknya membawa dampak buruk, maka tidak ada kata lain harus ditutup. “Pemkab Aru harus evaluasi terhadap masalah ini, adakah manfaatnya ? Jika tidak, maka harus dihentikan dengan segera. Daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak dinginkan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan koran ini, arena ketangkasan bola guling marak di Kabupaten Kepulauan Aru. Permainan berbau judi yang dilakoni pengusaha di Kota Dobo ini, terkesan sengaja dilegalkan. Padahal jelas, ada unsur mencari untung dengan taruhan uang.

Bahkan informasinya, permainan judi ini justru mendapat dukungan Pemkab Aru dan Polres Kepulauan Aru. Pasalnya, diduga ada izin resmi yang dikeluarkan sehingga bisnis ini berjalan terus.

Ketua Perhimpunan Pemuda Aru Bersatu, Recki Bohtmir kepada Ambon Ekspres menegaskan, Pemkab dan Polres Aru tidak tegas untuk menutup usaha judi bola guling di ibukota Kabupaten Kepulauan Aru itu. “Saya setuju bahwa ada bonus-bonus dalam permainan judi ini. Sebab, kita bisa melihat bagaimana pemda dan aparat penegak hukum dibuat tak berkutik sama sekali untuk bertindak menutup judi dengan hadiah besar,” ujar Bothmir.

Dia mengaku jika dirinya tidak bisa membantah ada keterlibatan pemimpin di Aru dalam judi tersebut. ‘’Ya, memang faktanya seperti itu. semua jalur sudah dipegang mereka, jadi harus ada tekanan dari atas baru institusi dibawah bertindak,” bebernya.

Dirinya berharap Bupati Aru dan Kapolres Aru segera menutup permainan judi itu. ’’Karena bupati harus menutup usaha tersebut berdasarkan izin yang sudah dicabut. Sementara kapolres punya kewenangan menciduk mereka-mereka yang mengelola usaha tersebut karena ada unsur judi, dan jelas KUHP melarang itu,” tegasnya.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa yang dikonfirmasi Ambon Ekspres mengaku, permainan bola guling itu diberi izin oleh Pemkab Aru. Pihaknya hanya mengeluarkan izin keramaian.

Disinggung soal transaksi permainan judi dengan hadiah hingga jutaan rupiah, Bormasa justru berdalih bahwa itu bukan judi. ‘’Jadi permainan bola guling itu bukan judi melainkan ketangkasan. Izinnya resmi dari pemda. Makanya kita (Polres) berani mengeluarkan izin keramaian,’’ ujar dia.
(WHB/M1)

Most Popular

To Top