Polisi Masih Buru Tersangka Lain – Ambon Ekspres
Kriminal

Polisi Masih Buru Tersangka Lain

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, SBB.–Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Agus Setiawan memastikan, kasus perampokan toko di Desa Waisala, Kecamatan Waisala menjadi perhatian serius untuk dituntaskan. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku lain yang terlibat dalam kasus itu.

Saat ini baru satu pelaku yang ditangkap. Ada indikasi pelaku ebih dari satu orang.
Namun sampai Selasa (27/2) pelaku lain belum berhasil diamankan.

Agus menegaskan, dirinya tidak akan membiarkan pelaku lolos begitu saja. Dia menyampaikan, anggotanya masih terus berupaya menuntas kasus tersebut. ”Anak buah saya, dalam beberapa hari ini tidak pulang. Masih di lapangan. Terus terang kasus ini menjadi atensi saya juga untuk mengungkap pelaku,” akui Agus.

Dia memastikan, baru satu tersangka berinisial LOB alias Bar yang ditangkap. Menyangkut informasi ada salah satu pelaku dilepas oleh Polsek Waisala, dia memastikan apabila anggotanya terbukti melakukan pembiaran terhadap terduga salah satu pelaku akan ditindaktegas. “Kalau melihat seperti ini, saya akan mempertanyakan polsek juga. Benarkah itu. Yah kalau benar kami akan akan koreksi. Saya berharap kalau ada informasi seperti ini lagi di kroscek juga dengan Polsek, atau Polres biar seimbang,” tandas dia.

Agus memastikan, Polres SBB serius dalam menangani kasus tersebut. Soal isu ada tersangka lain dideteksi melarikan diri keluar daerah, Agus enggan memberikan komentar lebar soal itu. ”Baru satu tersangka, pelaku lain sampai hari ini masih terus kita lakukan pengejaran. Anggota saya masih dilapangan berupaya menuntaskan kasus ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, pelaku perampokan salah satu toko di Desa Waisala, Kecamatan Waisala pada Kamis (23/2), diduga kuat adalah sindikat yang wilayah operasinya bukan hanya di SBB. Karena itu, jajaran Polres SBB harus mampu menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk mengungkap seluruh pelaku dan jaringan begal ini.

Saat ini Polres SBB telah menahan 1 orang yang diduga sebagai tersangka berinisial LOB (51) alias Bar, warga Dusun Tiang Bendera, Kecamatan Waisala. Sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Para pelaku diduga sebagian besar dari Dusun Tiang Bendera.

Sementara itu, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, para pelaku penyekapan dan perampokan yang disertai pengancaman dengan senjata tajam itu merupakan sindikat yang sudah beroperasi cukup lama. Ada beberapa anggota dari sindikat ini sudah pernah diproses di Polsek Waisala, dan juga Polsek Baguala dalam kasus pencurian mesin speedboat di Desa Laha, Kota Ambon sekira 2015 silam.

Ada kekhawatiran warga, jangan-jangan para pelaku kejahatan di wilayah Kecamatan Waisala selama ini mendapat perlindungan dari oknum-oknum aparat keamanan, maupun para pimpinan masyarakat. Apalagi terbukti sekarang, pelaku LOB atau Bar adalah salah satu ketua RT di Dusun Tiang Bendera. Bahkan, dia juga saat Pilkada SBB masuk sebagai koordinator tim pemenangan salah satu pasangan calon di wilayah Pulau Kelang.

Selain itu, pelaku kejahatan di Tiang Bendera diduga ada yang merupakan sindikat besar lintas daerah. “Kalau kita lihat rekam jejak para pelaku dan pendukungnya, mereka ini sudah pernah beroperasi di beberapa daerah di luar SBB, termasuk ada juga di Kota Ambon, Buru, Obi, dan Wakatobi,” ujar sumber koran ini.

Jaringan ini, sebutnya, tidak bermarkas dalam satu wilayah saja, tapi saling koordinasi jika hendak beroperasi. Mereka dalam beroperasi menggunakan speed boat atau longboat. “Terbanyak anggotanya ada di Dusun Tiang Bendera. Jujur kita sampaikan, oknum aparat yang bertugas di wilayah Pulau Kelang tahu jaringan ini, tapi mereka terkesan tutup mata,” bebernya.

Ia mengaku, beberapa pelaku yang belum berhasil ditangkap pihak kepolisian itu sebelumnya terlibat kasus kriminal dibeberapa daerah, diantaranya di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Juga ada yang terlibat curanmor di kawasan Pulau Ambon.

Menyikapi kasus ini, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Tiang Bendera (HIMATIB), Nurhim Kaimudin dalam keterangannya, mengutuk dan menyesalkan tindakan oknum-oknum warga Tiang Bendera yang terlibat dalam tindak kriminal tersebut. “Apa yang dilakukan para pelaku telah mencoreng dan memalukan kami masyarakat Tiang Bendera. Kami mengutuk keras tindakan ini, dan berharap kepada pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Para tersangka harus dijerat dengan hukum berat,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, seluruh elemen masyarakat Tiang Bendera mendesak jajaran kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang masih buron. Termasuk mendalami keterlibatan sejumlah oknum warga Tiang Bendera dalam kasus perampokan di Waisala maupun lainnya.

Diakui, sejauh ini, keberadaan para sindikat ini juga telah meresahkan masyarakat Tiang Bendera maupun masyarakat sekitar. “Kami meminta pihak kepolisian mengusut indikasi kejahatan lainnya yang terjadi dalam wilayah Kecamatan Waesala yang selama ini telah meresahkan masyarakat,” ujarnya.
(ERM/DWI)

Most Popular

To Top