Atur Strategi, Taklukan Zona Satu – Ambon Ekspres
Politik

Atur Strategi, Taklukan Zona Satu

AMEKS ONLINE, AMBON.—Zona satu kampanye, yakni Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur jadi rebutan. Beragam strategi diatur, untuk menaklukan pemilih pada zona dengan pemilih terbesar tersebut.

Juru bicara pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN), Haeruddin Tuarita mengatakan, pasangan ini telah bergerak di zona satu pada awal kampanye. Saat ini, pasangan yang diusung partai Golkar, PKS dan Demokrat itu mulai bergerak di zona dua.

“Saat ini pasangan SANTUN sudah mobile di zona dua, Buru, Buru Selatan, Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan agenda pengukuhan tim, setelah selesai zona satu, yakni Ambon, Malteng, SBB dan SBT,” ungkap Haeruddin.

Sesuai jadwal, pasangan SANTUN akan kembali ke zona satu. Sebab, sesuai aturan dan jadwal, setiap pasangan calon memiliki jatah kampanye di masing-masing zona.

Soal peluang menang di zona satu, menurut dia, cukup terbuka bagi pasangan SANTUN. Hingga hari ini, pasangan SANTUN masih merujuk pada hasil survei, yang mengunggulkan mereka di zona satu. “Zona satu, kami yakin menang. Makanya, untuk mempertegas kekuatan itu, kami mengencangkan kekuatan tim untuk mencapai target-target yang diprediksi oleh hasil survei. Dalam waktu dekat kami akan merilis survei lagi sebagai kompas untuk mengukur kinerja,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan kekuatan dan meningkatkan peluang menang, SANTUN mengukuhkan tim pemenang di semua kabupaten/kota. Selain itu, ada strategi lain yang akan dimainkan di zona.
“Tentu ada strategi-strategi khusus yang kami pakai. Untuk masing-masing zona, perlakuannya juga berbeda. Tapi, pada prinsipnya, untuk menjaga keseimbangan seluruh zona itu, tentu tidak bisa dipublikasikan, karena kami memiliki kelebihan dan kekurangan pada zona-zona itu,” pungkasnya.

Sementara itu, juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) Asiz Tunny mengatakan, semua kandidat berhak mengklaim menang di zona gemuk ini. Sebab, ini memang zona pertarungan yang sengit. “Zona satu ini tidak bisa diklaim oleh semua orang, karena ini wilayah pertarungan. Semua kandidat, termasuk dari BAILEO juga akan memaksimalkan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki. Termasuk kekuatan parpol koalisi, relawan dan branding kandidat di masyarakat,” kata Azis kepada Ambon Ekspres via seluler, Minggu (4/3).

Pasangan BAILEO yang diusung oleh koalisi PDI Perjuangan, Nasdem, Gerindra, Hanura, PKPI,PAN, PKB dan PPP, akui Azis, telah menyiapkan strategi khusus untuk menaklukkan pemilih di zona satu. Yang terbuka, yakni memperkuat branding kandidat, tim koalisi dan relawan.
“Tentu, semua sumber daya yang dimiliki oleh kandidat BAILEO, akan dimaksimalkan. Termasuk strategi untuk merebut hati masyarakat. Pola-pola pendekatan, baik dari tim, relawan maun kandidat sendiri,” paparnya.

Tetapi, ada strategi lain yang akan dilakukan secara tersembunyi (hidden operation). Strategi khusus ini dinilai sangat efektif untuk memperoleh suara signifikan. “Ada beberapa pola strategi yang memang nantinya juga muncul di permukaan. Tetapi, juga ada strategi-strategi yang sifatnya hidden operation. Tentu semua orang akan menggunakan strategi untuk memenangkan pertarungan, sepanjang masih dalam kaidah peraturan,’’ jelasnya.

Dampak konsolidasi dan kampanye yang sudah berlangsung sekitar dua minggu, menurut dia, belum dapat dideteksi dari sekarang. Masih tersisa waktu kurang lebih tiga bulan lagi untuk kampanye, sekaligus mengukur dampaknya bagi peningkatan elektoral pasangan BAILEO. “Dialogis dan tatap muka, yang memang lingkup audiencenya cukup terbatas, hanya 300 orang untuk satu kampanye tatap muka dan dialogis. Biasanya, masuk di bulan terakhir masa kampanye baru pengarahan kekuatan full, misalnya, rapat akbar,” ungkapnya.

Tetapi, dia sangat optimis pasangan nomor urut 2 itu bisa menang di beberapa daerah dalam zona satu. Terutama di Maluku Tengah dan Kota Ambon yang memiliki jumlah pemilih terbanyak di Maluku. “Sebagai kontestaskan Pilkada, kita optimis dan kita juga menyadari kandidat lain juga akan berusaha. Karena memenangkan pertarungan Kota Ambon dan Maluku Tengah, ini kan memenangkan Pilkada Maluku, karena sumber daya pemilihnya cukup besar,” pungkasnya.

Saat ini, pasangan BAILEO mulai bergerak di zona satu. Di kota Ambon, khususnya, BAILEO telah menggelar kampanye dialogis dan tatap muka di Kecamatan Sirimau dan Baguala. Mingggu pertama kampanye, pasangan ini berkampanye di zona dua yang meliputi Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Zona satu tak lepas dari tujuan utama kampanye kandidat. Terutama untuk mendongkrak, tanpa melupakan basis dan jumlah pemilih di dua zona lainnya.
“Kalau yang sangat serius kami garap untuk mendongkrak perolehan suara nantinya saat pencoblosan, memang di Seram Tenggara dan Kota Ambon,” akui juru bicara pasangan HEBAT, Fajrin Rumalutur, kemarin.

Tetapi, bagi tim dan pasangan HEBAT, kata Fajrin, semua zona atau kabupaten/kota akan dikunjungi oleh calon gubernur dan calon wakil gubernur. Baik masing-masing, maupun secara bersamaan.

PERTARUNGAN SENGIT
Diberitakan sebelumnya, pengamat komunikasi politik, Said Lestaluhu menilai, penobatan zona satu sebagai zona sengit, cukup beralasan. Dari aspek jumlah pemilih, terbanyak di empat daerah itu.
Jumlah pemilih potensial yang sedang dicocokkan dan diteliti oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilgub, Malteng adalah yang berbanyak, yakni Maluku Tengah 298.217. Disusul kota Ambon 227.837 dan Seram Bagian Barat 140.674 dan SBT 86.431.

Sedangkan pemilih potensial di Buru 85.894, Maluku Tenggara Barat 86.379, Buru Selatan 45.821, Seram Bagian Timur 86.431, Kepulaaun Aru 67.806, Maluku Barat Daya 43.511, Kota Tual 59.721 dan Maluku Tenggara 86.566.
“Sudah pasti, yang ketat itu di daerah yang punya jumlah pemilih terbesar ya. Karena itu, intensitas kampanye di zona 1 akan tinggi,”ujar Lestaluhu kepada Ambon Ekspres, Senin (19/2).

Selain itu, pemilih di empat daerah itu juga rawan isu etnis. Terutama isu anak adat Seram di kabupaten SBT, SBB dan Malteng yang kemungkinan akan dimainkan oleh pasangan Herman-Vanath.
Tetapi, isu seram tidak sertamerta mampu mempengaruh preferensi pemilih seram seutuhnya, baik di SBT, SBB, Malteng maupun di Ambon. Sebab, pasangan SANTUN maupun BAILEO bisa memainkan atau menggunakan strategi lain untuk meraup suara signifikan.

Pasangan SANTUN, lanjut dia, tentu sangat berharap pada Abdullah Tuasikal, mantan Bupati Malteng dua periode yang kini jadi ketua Tim Relawan pasangan yang diusung oleh Partai Golkar, PKS dan Demokrat itu. Kemudian, ada Mukti Keliobas dan Richard Louhenapessy, yang menjadi jaminan kemenangan bagi SANTUN di SBT dan Ambon.

Sedangkan pasangan BAILEO, bisa menggarap pemilih di Jazirah Leihitu yang jumlah cukup signifikan. Olehnya itu, Lestaluhu berkesimpulan, semua paslon akan bertarung sengit dan memiliki peluang yang sama di zona satu.
“Sehingga, kalau saya lihat, semua punya peluang yang sama untuk mendapatkan suara (di zona satu),” urai akademisi Fisipol Universitas Pattimura (Unpatti) itu.

Olehnya itu, menurut dia, semua pasangan calon harus mengintenskan kampanye di zona ini. Dan strategi yang maksimal, adalah bertatap muka langsung dengan konstituen.
“Pada masa kampanye, para kandidat harus berani langsung bertemu dengan konstituen. Karena memang dalam teori komunikasi politik, untuk merubah perilaku pemilih, metode tatap muka itu lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan media, alat peraga atau tim pemenangan saja,” jelasnya. (TAB)

 

Most Popular

To Top