Di Depan Gereja, Pemabuk Membunuh Dominggus – Ambon Ekspres
Kriminal

Di Depan Gereja, Pemabuk Membunuh Dominggus

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Berawal dari teguran biasa. Mereka yang ditegur sedang pesta miras, sambil mengeluarkan kata kotor. Lokasi pesta tak jauh dari Gereja Ebenhezer. Karena itu, Dominggus Pattiradjawane (44) yang baru saja usai ibadah, menegur para pemabuk. Tak terima ditegur, Dominggus justru dibunuh.

Insiden ini terjadi di Desa Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Dominggus ditikam hingga merenggang nyawa setelah mata pisau milik Abraham Tupanwael (20) bersarang di tubuhnya. Dominggus tak menyangka niat baiknya menjaga kesucian tempat ibadah, justru ditanggapi dengan amarah.

Pembunuhan terjadi pada Jumat (2/3) malam sekira pukul 23.00 WIT. Kejadian berlangsung di Desa Kariu. Kejadian berawal saat Abraham Tupanwael bersama beberapa temannya Elsama Riry (18) dan Michael Latupeirissa (16), sedang asik pesta minuman keras (miras) tradisional jenis sopi.

Karena sudah mabuk, mereka lalu bebas mengeluarkan kata-kata kotor. Bersamaan korban Dominggus yang baru pulang ibadah pemakaman kerabatnya, mendengar keributan saat berada di depan gedung gereja Ebenhaezer Jemaat GPM Kariu. Keributan antara pelaku Abraham Tupanwael bersama beberapa temannya.

Korban berinisiatif menghampiri pelaku dan rekan-rekannya. Dia meminta pelaku dan teman-temannya untuk tidak membuat gaduh dengan mengeluarkan perkataan kotor di depan Gereja. Tidak terima teguran korban, pelaku lantas mendorong korban. Korban pun juga sempat balik mendorong pelaku.

Pelaku yang tengah dipengaruhi miras, langsung tejatuh akibat dorongan korban. Pelaku saat itu sedang menggenggam sebilah pisau dapur (stanlies steel). Tanpa tunggu lama dia melayang pisau ke tubuh korban tepat dibagian bokong (pantat) hingga menembus selangkangan korban.

Usai melakukan penikaman, Abraham bersama beberapa rekannya langsung melarikan diri. Korban yang bersimbah darah langsung di evakuasi oleh warga setempat menuju Puskesmas Pelauw. Karena mengalami pendarahan besar, beberapa jam setelah mendapat perawatan medis, korban meninggal dunia.

Beberapa jam setelah kejadian, adik kandung korban Benjamin Imanuel Pattiradjawane langsung melaporkan kejadian nahas ini ke Polisi Sektor (Polsek) Pulau Haruku, Sabtu (3/3) dini hari. Selang dua jam setelah laporan diterima, pelaku akhirnya diringkus oleh anggota Mapolsek di seputaran jembatan Wai Marake.

Setelah diamankan, pihak kepolisian Polsek Haruku dipimpin Kapolsek Iptu Mohammad Nur melakukan koordinasi dengan Unit Reserse dan Kriminal Polres Ambon. Setelah sempat dilakukan pemeriksaan intensif di Polsek Haruku, tersangka Abraham diserahkan ke Polres Amnon guna diproses hukum lebih lanjut. “Pelaku sudah kita amankan di Polres Ambon. Hanya satu orang pelaku,” ungkap Kapolres AKBP Sutrisno Hady Santoso membenarkan kejadian itu via seluler, Minggu (4/3)
Santoso juga membenarkan, kejadian itu dipicu pelaku sudah dibawah pengaruh miras. Dan hanya lantaran tidak terima teguran korban sehingga nekat menikam korban dan akhirnya korban meninggal dunia. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHPpidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ERM)

Most Popular

To Top