Warga Tolak Hibahkan Tanah Untuk Bangun Batalion TNI AD – Ambon Ekspres
Berita Utama

Warga Tolak Hibahkan Tanah Untuk Bangun Batalion TNI AD

AMEKS ONLINE, MTB.—Warga Desa Lauran dan Lorulun, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) menolak menjual tanah kepada Pemkab MTB untuk dihibahkan kepada institusi TNI AD guna penambahan batalion baru (Batalion Komposit) yang akan ditempatkan di dua desa itu.

Penolakan itu tertuang dalam surat pernyataan penolakan yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh adat dan tokoh agama dari kedua desa, yang juga diterima koran ini, kemarin.

Luas lahan yang dipersoalkan sebesar 30 hektar di Desa Lauran dan 50 hektare di Desa Lorulun. Masyarakat kedua desa juga sudah memasang sasi adat di tempat-tempat tersebut. “Kami kalau jual tanah berarti kami tidak tahu lagi mau hidup bagaimana. Sudah tidak ada lahan untuk berkebun dan untuk buat rumah lagi,” tandas kepala marga MURU, Isaias Nusmese.

Hal yang sama dikatakan Simon Sikafir, warga sekaligus Kepala BPD Desa Lauran. “Sebelumnya kami sudah lepas 30 hektar tanah untuk batalion dan itu sudah cukup. Kalau dilepas lagi, kami berkebun dan tinggal dimana lagi,” tekannya.

Tokoh agama setempat RD Ponsi Ongirwalu Pr mengatakan bahwa Pemkab MTB dan TNI telah mendekati orang yang tidak memiliki hak atas tanah maupun kewenangan atas tanah untuk menjualnya kepada pemerintah.
“Hal ini terjadi karena pemerintah dan pihak Kodim tidak berkomunikasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat serta tokoh agama yang selama ini mengetahui dan ada dalam suka duka masyarakatnya,” tunjuk Ongirwalu.

Dia juga mengingatkan kalau tanah adat atau tanah ulayat yang dilindungi UU, maka harus dikomunikasikan dengan baik, dengan orang-orang yang tepat, tanpa ada intimidasi atau paksaan kepada masyarakat setempat.

Warga kedua desa bersama tokoh adat dan tokoh agama telah membuat pernyataan tertulis menolak penjualan tanah kepada Pemda MTB dan tembusan kepada Dandim Saumlaki, Pangdam XVI Pattimura, Panglima TNI dan Presiden Republik Indonesia. “Surat penolakan ini sudah kami sampaikan kepada semua pihak. Kami berharap agar hal ini mendapat perhatian serius,” tuntasnya.

JANJI BUPATI
Meskipun ada aksi penolakan masyarakat terhadap lahan di Kabupaten MTB yang akan dihibahkan ke Kodam XVI/Pattimura Ambon, namun pihak Kodam tetap optimis akan mendapakan lahan tersebut sesuai dengan janji Bupati MTB, Petrus Fatlolon.

“Kalau kita pihak Kodam intinya siap menerima hibah lahan dari Pemda MTB seperti yang telah dijanjikan oleh bupati,” tegas Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho kepada koran ini via Short Mesenger Service (SMS), Minggu (4/3).

Aksi penolakan masyarakat Desa Lauran dan Desa Lorulun itu terjadi di tanggal 1 Maret 2018 kemarin. Aksi penolakan itu merupakan bentuk, penolakan terhadap penjualan tanah ke Pemdah MTB yang direnncanakan akan menghibahkan lahan tersebut ke Kodam XVI/Pattimura untuk penambahan Batalion. “Jadi, kalau ada pernyataan masyarakat seperti itu, biarlah Pemda yang menyelesaikan,” singkat Sihaloho. (OPE/NEL)

Most Popular

To Top