Baru Pacaran tapi sudah Main Kuda-kudaan – Ambon Ekspres
Daerah

Baru Pacaran tapi sudah Main Kuda-kudaan

AMEKS ONLINE, NUNUKAN – Kasus persetubuhan yang dilakukan anak di bawah umur, kembali terjadi di Kalimantan Utara. Kali ini pemeran adegan “indehoy” itu adalah anak dari Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaltara Pos, pelaku adegan ranjang itu masih belasan tahun. Yakni si perempuan berinisial P (14) dan sia pria B (16). Aksi tak senonoh keduanya terungkap setelah orang tua mendesaknya.

P dan B memang selama ini terikat dengan hubungan pacaran. Namun tidak akibat bisa menjaga batas-batas dalam berpacaran, mereka terjerumus hingga hubungan yang lebih jauh. Perbuatan yang laiknya hanya dilakukan pasangan suami istri pun dipraktikkannya.

Sumber koran ini yang tak mau namanya disebutkan mengatakan, keluarga pihak perempuan yang tahu anaknya disetubuhi pacarnya, tak terima dengan kejadian yang menimpa putri mereka, dan langsung membawa kasus itu ke jalur hukum.

“Iya mereka itu memang pacaran, pada saat keluarganya tahu, makanya dilaporkan ke polisi,” ungkap sumber yang tak lain adalah tetangga korban kepada Kaltara Pos, kemarin (4/3).

Korban merupakan warga Jalan Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat. Saat ini kasus itu sudah ditangani pihak kepolisian. Saat ini kasus tersebut terkuak, keluarga korban dikabarkan bersikeras untuk memproses hukum pelaku, meskipun diketahui keduanya masih sama-sama berusia di bawah umur.

“Saya dengar pelakunya sudah ditangkap, karena keluarganya korban ini marah besar dan tidak terima,” tuturnya.

Sementara itu, informasi yang diterima Kaltara Pos di Polres Nunukan, laporan dari keluarga korban memang ada masuk dan saat ini sudah diproses. Namun saat coba dihubungi melalui sambungan telepon, Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Ali Suhadak belum bisa memberikan keterangan. Beberapa kali Kaltara Pos mencoba menghubungi, tidak ada jawaban.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi. Tapi kejadian itu terjadi di Tarakan, tepatnya pada 20 Januari 2018. Sepasang sejoli di bawah umur ini melakukan perbuatan tak senonoh yang layaknya dilakukan pasangan suami istri saat pulang sekolah.

Kedua remaja bau kencur itu adalah SA dan HD, yang sama-sama masih berusia 14 tahun. Namun karena orang tua HD keberatan, si remaja pria, SA dilaporkan pihak keluarga di gadis. Akibatnya, saat ini SA harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas, Ipda Taharman menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (20/1) sekira pukul 12.00 Wita, sepulang sekolah. Saat itu keduanya bersama 3 rekannya yang lain berinisial MA, RZ dan DA, pergi ke rumah RZ di Juata Permai.

“Mereka ini bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Juata. Jadi sepulang sekolah kelimanya langsung menuju ke rumah RZ dan awalnya berniat ingin bermain game,” kata Taharman.

Sesampai di rumah RZ, lanjut Taharman, kelima remaja tersebut awalnya bermain game tepat di ruang tamu. Beberapa saat kemudian, 4 di antaranya masuk ke dalam kamar di rumah itu, yakni MA, RZ, termasuk SA dan HD.

“Mereka di dalam kamar itu sempat mengaku bermain game di HP. Namun tiba-tiba si pelaku (SA) menyuruh kedua temannya tersebut untuk keluar,” ucapnya.

Setelah MA dan RZ keluar dari kamar, muncul niat jahat dari SA untuk dapat berduaan dengan pacarnya tersebut. Untuk memuluskan niat jahatnya, SA kemudian mengunci pintu kamar sehingga di dalam kamar tersebut hanya ada dia dan pacarnya.

Berada di dalam kamar berduaan, SA pun mengajak HD melakukan hubungan badan. Namun, aksi bejat SA awalnya tidak berjalan mulus, lantaran HD menolak ajakan SA. Sempat ditolak HD, namun pelaku tak putus asa dan terus merayu korban untuk melakukan permintaannya.

“Sebelum mereka berhubungan, awalnya mereka ciuman kemudian pelaku membuka celana panjang korban hingga selutut. Korban sempat menolak dan pada akhirnya mau melakukannya,” lanjut Taharman.

Ditambahkan perwira ini, di saat melakukan hubungan badan, keduanya dikejutkan dengan pendarahan di kemaluan HD. Melihat pendarahan tersebut, keduanya pun mengakhiri persetubuhan tersebut dan korban saat itu langsung pulang.

“Jadi karena pendarahan ini sampai ditahu orang tua korban. Akhirnya korban dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya dan melaporkan kejadian tersebut kepada kita pada Minggu lalu (21/1), sekira pukul 22.00 Wita,” bebernya.(*/say)

Most Popular

To Top