Setahun Pemilih Batumerah Bertambah 10.090 – Ambon Ekspres
Politik

Setahun Pemilih Batumerah Bertambah 10.090

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sebanyak 10.090 pemilih baru di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon akan menggunakan hak suara pada Pilgub 27 Juni. Jumlah ini cukup banyak, dalam jangka waktu satu tahun.

Informasi ini diperoleh Ambon Ekspres dari Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Ambon, M Jen Latuconsina, Minggu (12/2). Ini merupakan temuan administratif data pemilih oleh lembaga yang dia pimpin.
“Masih sifatnya administrasi. Dipemutakhiran data pemilih. Ada penambahan 10 ribu pemilih di Desa Batumerah,” kata Jen, ketika ditanya mengenai perkembangan pengawasan.

Selain di Batumerah, Panwaslu Kota Ambon juga mencatat kekurangan pemilih sekitar 14.000 di Kecamatan Teluk Ambon. Menurut dia, ada keanehan dari penambahan dan pengurangan data pemilih, sebab baru satu tahun pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon.
“Dan sekitar 14 ribu pemilih berkurang di Kecamatan Teluk Ambon. Pilwalkot baru selesai setahun lalu tapi terjadi seperti ini. Lebih teknisnya di KPU Kota Ambon yang akan memberikan penjelasan,” jelasnya.

Data pemilih pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini, telah ditetapkan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa, dan di kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun, Panwaslu akan meminta penjelasan saat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh KPU Kota Ambon. “Meskipun sudah selesai pleno pada tingkat PPS dan PPK, tapi sikap Panwaslu Kota akan tetap mempertanyakannya di pleno tingkat KPU Kota Ambon yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Kami akan meminta klarifikasi dari penjelasan KPU menyangkut dengan hal ini,” tandasnya.

Tak hanya itu, Jen juga mengaku, PPS Desa Batumerah tidak memberikan formulir data pemilih tambahan di desa itu kepada PPL. Hal ini juga akan ditanyakan, dan Panwaslu berharap pendataan pemilih dilangsungkan secara terbuka.
“Kemudian form AA.KWK khusus untuk pemilih tambahan di Desa Batumerah tidak mau diserahkan PPS Desa Batumerah kepada Pengawas Pemilih Lapangan (PPL) kami di Desa Batumerah. Tentu berharap ada transparansi dalam pendataan pemilih melalui pencoklitan yang telah dilakukan PPDP tersebut,” pungkasnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon Divisi Data, Rudy Layn mengatakan, penambahan pemilih baru ini terdiri dari pemilih pemula (17 tahun saat pencoblosan). Kemudian, penduduk yang telah memenuhi syarat untuk memilih, namun belum terdapat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).
“Iya, benar. Di Batumerah, data pemilih baru 10.490. Jadi, yang dimaksudkan penambahan, itu adalah pemilih baru yang terdiri dari pemilih pemula dan pemilih lama, tapi namanya tidak masuk dalam DP4. Dan baru dimasukkan, sehingga statusnya disebut pemilih baru,” jelas Rudy ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres via seluler, kemarin.

Tetapi, bila dihitung secara keseluhan, kata Rudy, penambahan pemilih di Desa Batumerah hanya sekitar 2.746. Ini didapat dari jumlah DPT Pilwakot 2017 47.189, dikurangi penduduk pemilih yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih 7.726.
“Iya, turun. Semua desa turun. Kalau pemilih di Batumerah yang tidak memenuhi syarat sebanyak 7.726. Sedangkan pemilih baru sekitar 10.490. Itu artinya, penambahan pemilih di Batumerah bertambang kurang lebih 2.746,” jelas dia lagi.

Sedangkan pemilih Kecamatan Sirimau secara keseluran, akui Rudy, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Pilwakot. Data pemilih tetap Kecamatan Sirimau pada Pilwakot sebanyak 104.430.

Sedangkan data yang dimutakhirkan untuk Pilgub sebanyak 89.773. Hasilnya, berkurang menjadi 89.717. Jadi, selisih DPT Pilwakot, dengan data potensial pemilih Pilgub sekitar 14.713.
“Kalau kita lihat selisih dengan pemutakhiran di Pilwakot, maka ada kurang lebib 14.713 yang hilang di Kecamatan Sirimau secara total,” jelas dia.

Sementara itu, pemilih di Kecamatan Teluk Ambon hanya berkurang sebanyak 2.939, bukan 14.000 seperti disampaikan ketua Panwaslu Kota Ambon. “Jumlah pemilih di Kecamatan Teluk Ambon saat Pilwakot sebanyak 28.783. Yang sekarang ini ditetapkan 25.843. Jadi, yang berkurang dari jumlah pemilih di Pilwakot Ambon 2017, hanya 2.939,” papar dia.

Kekurangan ini disebabkan pemilih yang sudah selesai sarjana dan pulang ke kabupaten masing-masing. Selain itu, warga tidak berada di tempat saat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan pendataan.

Data yang telah dimutakhirkan ini, kata dia, akan ditetapkan menjadi DPS menggunakan Sistim Informasi Data Pemilih (Sidalih) oleh KPU dalam rapat pleno yang direncanakan pada 15 atau 16 Maret. DPS ini kemudian diumumkan kepada masyarakat melalui desa/kelurahan masing-masing selama 10 hari.

Rudy berharap, warga Kota Ambon yang memenuni syarat jadi pemilih, namun terdata dapat DPS dapat melapor ke PPS setempat. Partisipasi warga ini penting, untuk menghasilkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) akomodatif dan akurat.
“Makanya, diharapkan kepada warga agar mengecek namanya di DPS di setiap desa dan kelurahan. Kalau namanya tidak ada, segera dilaporkan. Sebab, biasanya masyarakat ini kita sudah umumkan, tapi mereka tidak datang lihat. Nanti, di hari-H, baru mereka protes, karena tidak ada nama dalam DPT. Padahal, PPDP, PPS, PPK dan KPU sudah jalan sesuai aturan,” tukasnya. (TAB)

Most Popular

To Top