Waspada !!! Angka Kekerasan Seksual Meningkat – Ambon Ekspres
Kriminal

Waspada !!! Angka Kekerasan Seksual Meningkat

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian disampaikan Ketua Yayasan GASIRA Maluku Lies Marantika di kegiatan media gathering dalam rangka Hari Perempuan Sedunia, Senin (12/3).

Kegiatan dengan melibatkan sejumlah media massa di Kota Ambon ini menghadirkan narasumber Dr Jhon Pasalbessy dari Fakultas Hukum Unpatti dan Kompol Wiliam Tanasale dari Ditreskrimsus Polda Maluku.

Marantika mengatakan, yayasan yang dipimpinnya mulai menangani masalah kekerasan seksual sejak tahun 2013. Saat itu ada 23 kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Kemudian tahun 2014 turun menjadi 21 kasus. Tahun 2015 naik lagi menjadi 52 kasus, kemudian tahun 2016 naik menjadi 59 kasus. Terakhir pada November 2017 sebanyak 53 kasus telah terdata.

Angka tersebut kemudian dirincikan. Dan yang paling terbanyak adalah kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak perempuan dibawah umur. Kemudian ada juga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik fisik maupun psikis. Ada juga kasus pemerkosaan terhadap perempuan dewasa yang dilakukan orang terdekat dalam keluarga, maupun pacar. “Jumlah tersebut, hanya untuk tiga daerah sesuai dengan wilayah kerja GASIRA, yakni Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah di Kecamatan Saparua dan Pulau Haruku serta Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tepatnya di Desa Nuruwe,” ujar Marantika.

Jhon Pasalbessy dalam kesempatan itu mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Yayasan GASIRA Maluku yang sudah peduli dengan berbagai kasus kekerasan seksual di tengah masyarakat. Terutama dalam memberikan perlindungan, dan Rumah Aman GASIRA kepada korban kekerasan dalam rumah tangga maupun seksual.

Dia mengatakan, untuk menghindari terjadinya kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, perlu peran orang tua dilingkungan keluarga dalam membina anak. Hanya saja, kebanyakan faktor kekerasan maupun seksual terjadi dilatarbelakangi masalah internal keluarga. Dimana anak, tidak lagi merasa diperhatikan oleh kedua orang tuannya.

Akibatnya, anak mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar, yang dampaknya bisa berunjung pada pergaulan bebas. Tentu ini menjadi perhatian semua pihak, baik Yayasan GASIRA maupun media sendiri dalam mempublikasikan masalah ini di masyarakat.
“Saya kira basic dari keluarga yang harus diperkuat kepada anak-anak kita. Sebab banyak hal yang harus diingatkan kepada mereka. Mulai dari hindari pergaulan bebas, maupun masalah-masalah lain. Apalagi dalam pengunaan hendphone harus diawasi juga, karena pengaruhnya sangat besar kepada setiap anak,” katanya.

Wiliam Tanasale menambahkan, aparat kepolisian dari Polda Maluku dan jajarannya ditingkat Polsek, telah menangani berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga, maupun kasus seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Menurut dia, sebagian besar pelaku merupakan orang dekat. Tentu ini menjadi perhatian. Karena sejauh ini yang ditangani kepolisian hanya ketika mendapatkan laporan dari korban. Belum lagi yang tidak terlaporkan, kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya kira, masalah kekerasan seksual menjadi perhatian kita bersama. Tidak hanya Yayasan GASIRA, tetapi kepolisian dan juga media harus berperan dalam menuntaskan masalah ini. Karena hampir sebagian besar pelaku pemerkosaan rata-rata dari orang dekat. Ini yang betul-betul harus kita waspadai,” pungkas dia. (WHB)

Most Popular

To Top