Tipu 8 Nasabah, Anthon Dituntut 4 Tahun – Ambon Ekspres
Kriminal

Tipu 8 Nasabah, Anthon Dituntut 4 Tahun

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.- Penipuan berkedok kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tual, diungkapkan dalam sidang yang menghadirkan terdakwa Anthon Tertius Natanael (51). Dana pinjaman yang diajukan delapan debitur tak pernah sampai ke tangan mereka. Uang sebesar Rp400 juta justeru masuk kantong Anthon.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, M. Paliyama menuntut Anthon dengan Pasal 378 dan Pasal 55 ayat (1) KUHPidana dalam sidang yang digelar kemarin di Pengadilan Negeri Ambon. JPU dalam tuntutannya pada persidangan yang dipimpin majelis hakim, Herry Setyabudi menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun.

Dalam sidang itu, JPU membeberkan cara kerja Anthon menipu delapan debiturnya. “Dia menjanjikan masing-masing debitur atau nasabah yang mengajukan kredit pada BPR Atha Tual, akan mendapatkan fasilitas dana kredit sebesar Rp.50 juta,” ungkap JPU dalam persidangan yang di gelar di PN Ambon, Kamis (15/3).

Fasilitas ini akan diperoleh, bila mereka mengajukan kredit. Untuk memuluskan aksinya, Anthon membohongi nasabah bahwa ada kerjasama antara BPR Artha Tual dengan PT. Loggia Mosanica Indonesia, sebuah Diller Mobil. Untuk meyakinkan korbannya, Anthon juga mengaku akan melakukan pertemuan dengan komite kredit. Padahal pertemuan itu tidak pernah terjadi.

Setelah beberapa bulan sejak pengajuan kredit, Anthon kembali berkomunikasi dengan delapan debitur itu. Kata dia, yang berhak memproses pencairan kredit mobil adalah komite tertinggi yakni, dirinya sebagai direktur.

“Walaupun anggota komite kredit tidak menyetujui pengajuan kredit, sementara Direktur Utama (terdakwa) menyetujui pemberian kredit, maka kredit tetap akan disalurkan. Karena itu, proses kredit mobil delapan debitur tersebut dapat dilaksanakan karena ada persetujuan dari komite kredit tertinggi,” kata JPU saat membaca dakwaan. Besaran kredit yang diajukan oleh para debitur sebesar Rp.50 juta.Semua persyaratan akhirnya dipenuhi delapan debitur yang terlanjur yakin dengan janji Anthon.

Anthon dengan mudah bisa mencairkan dana kredit kurang lebih Rp.400 juta dari BPR Artha Tual bagi para debitur.

Setelah dana dicairkan oleh BPR Artha Tual ke rekening masing-masing para debitur, berdasarkan surat kuasa yang diberikan mereka sebelumnya kepada Anthon, dipindahkanlah uang itu ke rekening mandiri atas nama Fiegan Ningkeula. Padahal dana sebesar Rp400 juta itu tidak pernah dipindahkan oleh Anthon.(M1)

Most Popular

To Top