Tim Penyidik Repo Dirombak – Ambon Ekspres
Hukum

Tim Penyidik Repo Dirombak

AMEKS ONLINE, AMBON.–Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku yang menangani dugaan korupsi pada transaksi Repo kemarin tiba-tiba dirombak. Perombakan ini atas perintah Kepala Kejati Maluku yang baru dilantik. Belum diketahui apa alasan perombakan itu, namun informasinya terkait dengan pindah tempat tugasnya penyidik awal.

Saat ini, tim penyidik baru menetapkan dua tersangka yakni, mantan Direktur Utama PT Bank Maluku dan Malut, Idris Rolobessy dan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izack Thenu. “Tim penyidik akan dirombak. Sebab, ada beberapa teman penyidik dalam perkara Repo sudah pada pindah ketempat tugas lain,” ucap Kasi Penyidikan Kejati Maluku, Abdul Hakim kepada koran ini, Kamis (22/3).

Kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru, dia mengaku nanti dilihat dalam hasil pengembangan di tahap penyidikan. Saat ini yang dilihat transkasi antara Bank Maluku dengan PT AAA Securitas itu kesalahannya hanya ada pada 2014. “Transaksi sejak 2011 hingga 2013 tidak ada masalah, masalah hanya terjadi di 2014. Nanti, kita lihat lagi pengembangan kedepan, karena selanjutnya akan di agendakan pemeriksaan terhadap ahli pidana dalam perkara tersebut,” jelas Hakim.

Penyebab kerugian negara itu timbul akibat perbuatan PT AAA Securitas yang melakukan penjualan surat-surat berharga dengan Bank Maluku. Surat berharga yang jatuh tempo di tahun 2014, pihak PT AAA Securitas tidak lagi mampu untuk membayar ke Bank Maluku. “Pimpinan AAA Securitas Theodorus Andri Rukminto saat ini dihukum dengan pidana penjara selama 18 tahun di Rutan Cipinang dalam kasus yang berbeda. Sementara, untuk kasus Repo dia berpotensi untuk dijadikan tersangka tambahan nanti,” tegas Hakim.

Akibat perbuatan Theodorus, Bank Maluku mengalami kerugian hingga Rp 238,5 miliar. Saat itu, gubernur meminta direksi menggunakan Kantor Hukum Tengku Nasrullah di Jakarta untuk membedah kasus tersebut, sekaligus bersama dengan Bank Maluku melaporkan kejahatan perbankan ini ke Bareskrim Polri.

Diberitakan sebelumnya, Dari fakta yang terkuat, SDM Bank Maluku sengaja tidak dibekali dengan pelatihan atau pendidikan yang cukup dan khusus terkait dengan transaksi Reverse Repo Obligasi, dan operasional ini diatur langsung oleh Direktur Pemasaran atas arahan langsung dari Theodorus Andri Rukminto selaku Direktur Utama AAA Securitas. “Seharusnya Willem Patty harus bertanggung jawab penuh atas permasalahan ini bersama-sama. Karena sejak awal dia yang berurusan dengan pihak AAA Sekuritas, dan AAA Securitas juga ahrus bertanggung jawab juga secara hukum,” tandas sumber koran ini dilingkup kantor Kejati Maluku, belum lama ini.

Meskipun bank setiap periode tertentu sepanjang tahun 2011 – 2013 terus mendapat keuntungan namun dari aspek hukum terdapat cacat administrasi karena transaksi Reverse Repo obligasi Bank Maluku sejak awal tidak dicatatkan dalam sub account rekening KSEI.

Oleh karena itu, perhitungan bunga yang disetor sebagai keuntungan bank merupakan perhitungan sendiri dari AAA Securitas bukan hasil perhitungan resmi dari KSEI sebagai lembaga resmi. “Sebelum Willem Patty mengakhiri masa jabatan sebagai Direktur Pemasaran, seharusnya dilakukan serah terima jabatan dan tanggung jawab dan sebelumnya dilakukan audit oleh akuntan publik. Karena, sejak tahun 2011 – 2013 transaksi Reverse Repo hanya dilakukan atas instruksi Direktur Pemasaran kepada Kepala Divisi Treasury,” kata sumber itu. (NEL)

Most Popular

To Top