Kapolda : Media Berperan Ciptakan Stabilitas Keamanan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Kapolda : Media Berperan Ciptakan Stabilitas Keamanan

SINERGI : Kapolda Maluku Irjen Pol. Andap Budhi Revianto bersama staf foto bersama keluarga besar Ambon Ekspres, Senin (26/3). Kapolda menyerahkan cinderamata kepada Direktur Utama Ambon Ekspres Machfud Waliulu (foto kanan).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pembangunan di suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari stabilitas keamanan. Media massa juga berperan menciptakan stabilitas keamanan yang baik guna mendukung proses pembangunan. Demikian disampaikan Kapolda Maluku, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto saat berkunjung ke Graha Ambon Ekspres, Senin (26/3).

Dikatakan, untuk menciptakan stabilitas keamanan yang tetap sejuk, peran media sangat dibutuhkan. “Bantuan dari rekan-rekan media untuk menciptakan kondisi yang sejuk di Maluku sangat diperlukan.
Jadi, jangan sampai nanti kita terprovokasi, kemudian terjebak dalam ujaran kebencian, kemudian politisasi SARA dan berbagai implikasinya,” kata Kapolda.

Olehnya, kata dia, perlu ada transformasi positif kepada masyarakat, sehingga bisa mencekal pengaruh luar yang ingin Indonesia tidak kondusif, termasuk di Maluku. “Jangan sampai terprovokasi. Artinya, kita dibuat satu dengan yang lain saling curiga. Mari kita rapatkan barisan. Kalau kondisi tetap aman Insya Allah pembangunan nasional di Maluku juga bisa berjalan dengan baik,’’ terangnya.

Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) ini mengatakan, dukungan media massa terhadap tugas kepolisian juga sangat penting. Olehnya itu, selama kepemimpinannya, dia memastikan tidak alergi dengan media massa. “Buat kami, vox dei, vox populi (yang berarti suara rakyat adalah suara Tuhan).

Saya meyakini bahwa rekan-rekan dari Ambon Ekspres sebagai representasi secara umum dari masyarakat Maluku. Kemudian disisi lain, saya selaku pimpinan sebagai orang yang dituakan secara pangkat tidak akan pernah mampu mengcover dari sisi pengawasan secara umum di wilayah Maluku. Kami butuh masukan, kemudian juga kami butuh kritik berdasarkan kondis rill yang terjadi. Kami butuh berbagai masukan sehingga kedepan kami dapat melaksanakan amanah tugas dengan baik,” akui Kapolda.

Apalagi, kata dia, banyak agenda daerah dan nasional yang butuh pengamanan dari polisi. Termasuk pelaksanaan Pikada Maluku. “Kita harus secara mandiri disini. Tentu, ada dinamika dan suasana pasti panas. Tetapi disinilah peran teman-teman media. Sudah saya perintahkan kepada direktur operasional, termasuk kepada kapolres jajaran untuk buka akses yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan media,’’ tandas dia.

Dikatakan, untuk Pilkada, Mabes Polri telah mengeluarkan 11 indikator kerawanan. Diantaranya profesionalitas penyelenggara (KPU), konflik kepengurusan atau parpol, karakteristik masyarakat dan potensi konflik pasangan calon.

Jenderal tidak lama lagi memikul 2 bintang di pundak ini juga menegaskan bahwa Polri netral. “Tentu kalau kami (polisi) melanggar, kami juga aturan sendiri. Kemudian dari teman-teman panwas juga bisa menganolir. Sehingga jangan sampai kita terjebak disitu. Masing-masing jurinya ada. Kalau ada informasi dan pelanggaran laporkan saja, kan kira-kira sederhanya seperti itu,” jelasnya. (ERM)

Most Popular

To Top