Ketua KPU Disandera Kelompok Bersenjata – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ketua KPU Disandera Kelompok Bersenjata

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku, Syamsul Rifan Kubangun disandera sejumlah orang yang tidak dikenal (OTK), kemarin. Mereka bersenjata lengkap. Beruntung nyawanya tidak terancam setelah personil antiteror Brimob Polda Maluku melakukan aksi penyelamatan.

Kelompok bersenjata itu melakukan penyanderaan terhadap ketua KPU di depan kantornya di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau Ambon. Saat itu, ketua KPU keluar dari dalam kantor dan hendak menuju mobilnya.

Aparat kepolisain dari Polres Ambon dan Pp Lease kemudian dihubungi oleh sopir ketua KPU Maluku.
Informasi diteruskan ke Kapolres Ambon AKBP Sutrisno Hady Santoso yang kemudian berkordinasi dengan Kapolda Maluku Brigjen Andap Budhi Revianto.

Kordinasi diteruskan ke Dansat Brimob yang mengerahkan personil anti teror guna melakukan penyelamatan terhadap ketua KPU Maluku. Ternyata para pelaku menyandera ketua KPU di salah satu bangunan kosong di sekitaran kawasan Tantui.

Tim anti teror dikerahkan. Setelah beberapa jam upaya penyelamatan dilakukan, akhirnya berhasil. Ketua KPU diselamatkan dari tangan para pelaku setelah sempat terjadi aksi baku-tembak.

Aksi pengamanan ini merupakan bagian dari simulasi Sisitem Pengamanan (Sispam) Kota Ambon yang berlangsung di Lapangan Letkol CH Tahapari, Tantui, Selasa (27/3). Simulasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi menjelang, dan sesudah pencoblosan Pilgub Maluku, Bupati Malra dan Walkot Tual.

Simulasi itu mulai dari bagaimana aparat kemanan mengawal pendistribusian kota suara, TPS, hingga pengamanan sidang pleno hasil pengumutan suara. Simulasi juga melibatkan personil TNI. “Simulasi sistem pengamanan lota ini, untuk menunjukkan kesiapan kita. Karena melalui berbagai latihan selama ini kemudian kita peragakan. Masih ada sisa waktu untuk beberapa saat, kita senantiasa bekerja keras.

Semua ini tidak akan terwujud tanpa kerjasama yang baik. Dari berbagai stockholder yang ada. Forkopinda Provinsi dan tingkat dua, dan segenap potensi masyarakat yang ada,” ujar Kapolda Maluku, Brigjen Andap Budhi Revianto kepada wartawan, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, peragaan Sispam juga sebagai implementasi MoU antara Panglima TNI dan Kapolri, 23 Januari 2018. ”Dari waktu ke waktu kami siap dengan terus melakukan berbagai kegiatan untuk mendinginkan situasi.Termasuk kerja sama rekan-rekan pers menciptakan suatu situasi yang menyejukan,” katanya.

Menurut dia, simulasi ini, juga menunjukkan sinergitas antara TNI-Polri di Maluku. ”Jadi lebih baik berkeringat-keringat lebih duluan. Dari pada sebelum terlambat kita berdarah-darah. Jadi simulasi ini untuk menunjukan kesiapan kita Maluku,” demikian Kapolda.

Brigjen Pol Musa Ginting selaku tim pemantau kesiapan pengamanan yang diutus Mabes Polri untuk wilayah Maluku mengingatkan personil Polri untuk tetap menjaga netralitas. ”Bapak Kapolri sudah menyampaikan netralitas. Memang yang dicalonkan ini ada hubungan keluarga dan teman kita dari Polri. Tetapi usahakan netralitas itu di junjung tinggi, jangan memihak,” kata Musa Ginting, terpisah.

Dikatakan, Maluku merupakan salah satu daerah yang masuk kategori rawan dalam Pilkada. ”Jadi, komonikasi ada dan menjaga netralitas diantara rekan-rekan TNI-Polri. Harus diupayakan pandangan Mabes Polri terhadap Maluku rawan agar tidak terjadi. Jadi lebih baik kita mandi-mandi keringat, dari pada nantinya bermandi-mandi darah, jadi harus diantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Lakukan penditeksian dini, terhadap bibit potensi kerawan berpeluang terjadi,” pungkas mantan Wakapolda Maluku itu.
(ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top