Astaga!! Uang Nasabah BRI Dobo Raib – Ambon Ekspres
Berita Utama

Astaga!! Uang Nasabah BRI Dobo Raib

Tak Punya ATM, Tapi Ada Transaksi Lewat ATM

AMEKS ONLINE, AMBON.—-Anjungan Transaksi Tunai (ATM) sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru bobol. Uang nasabah raib jutaan rupiah. Ada nasabah yang tidak bertransaksi, namun uangnya tiba-tiba berkurang. Cilakanya, BRI berdalih, Closed Cirkuit Television (CCTV) pada ATM tidak berfungsi alias rusak.

Nasabah BRI Dobo, Sonya Ngosiem mengaku tak melakukan transaksi, maupun penarikan melalui ATM BRI. Namun saat melakukan penarikan, dia sempat kaget. Saldo ditabungannya hilang Rp.1 juta. Dia lantas melapor ke BRI. BRI berdalih CCTV ATM sementara rusak.

Setelah dicek kembali informasi BRI, sejumlah rekan-rekannya yang melakukan transaksi di ATM yang sama mengaku, CCTV ATM ini justeru berfungsi. “Satu hari sebelumnya ada teman-teman saya lakukan transaksi di ATM yang sama, dan kata mereka, CCTV ATM tersebut berfungsi, tidak rusak,” ungkap Sonya via telepon kepada Ambon Ekspres, Senin (9/4).

Kasus ini tak hanya menimpa Sonya Ngosiem. Dance Ngosiem yang juga masih kerabat Sonya, mengaku uangnya juga berkurang Rp2 juta. Beda dengan Sonya, Dance justeru tak menggunakan ATM. Namun tercatat pada transaksi rekeningnya ada transaksi lewat ATM sebesar Rp2 juta. Ini diketahui saat Ia mengecek pensiunannya menggunakan buku tabungan.

“Saat saya cek gaji pensiun saya, ternyata uang tabungan saya sudah berkurang Rp.2 juta. Saat saya tanya pada petugas bank, mereka mengatakan saya pernah melakukan transaksi lewat ATM sebesar Rp2 juta. Padahal saya tidak punya ATM. Nah, ini kan aneh, masa tidak punya ATM tapi ada transaksi lewat ATM?,” beber Dance.

Tak puas dengan kejadian tersebut, dia meminta pertanggungjawaban pihak BRI. Usut punya usut, petugas BRI bersedia mengecek CCTV di ATM. Namun petugas BRI memintanya pulang dulu, dan baru kembali pada pukul 16.00 WIT. Dance kembali bersama anaknya. Dihadapan mereka, keterangan petugas BRI agak aneh.

Kepada mereka, petugas BRI mengatakan, saat pembuatan buku tabungan Dance, pihak BRI salah membuat ATM yang menggunakan nama Dance Ngosiem. Padahal pembuatan ATM di BRI sangat ketat. Harus diajukan oleh pemilik rekening. Pengajunya juga harus melampirkan KTP asli maupun tanda tangannya.

Petugas BRI juga berjanji akan mengecek CCTV ATM namun janji tersebut tidak realisasi. “Kami sempat cekcok dengan petugas BRI. namun mereka ngotot kalau saya melakukan transaksi lewat ATM. Padahal saya tidak punya ATM. Pada saat buat bukupun saya tidak buat ATM. Ini ada kejahatan perbankan di BRI Dobo, karena ketika saya meminta print out bukti transaksi lewat ATM dan meminta ATM tersebut, petugas tidak mau berikan dan beralasan ATM sudah dipatah,” katanya dengan nada geram via telepon.

Dia meminta, Manager BRI Dobo mempertanggungjawabkan atas kejadian ini. Karena akan berdampak buruk bagi kinerja bank milik pemerintah ini. Ia juga meminta kepolisian mengusut kejahatan perbankan di BRI Dobo itu, karena diduga kuat pembobolan sejumlah uang nasabah pada BRI Dobo didalangi orang dalam.

” Banyak keanehan yang saya dapat disana tadi. Karena, sikap petugas BRI aneh, mereka malah marah-marah ketika kami tanya-tanya. Olehnya itu, tegas saya meminta Manager BRI Dobo mempertanggungjawabkan kejadian ini, dan polisi harus usut kejahatan perbankan seperti ini, karena yang korban adalah masyarakat yang menabung pada bank tersebut,” ungkapnya. (M1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top