Curi Duit Nasabah, Mantan Kepala Unit BRI Diadili – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Curi Duit Nasabah, Mantan Kepala Unit BRI Diadili

AMEKS ONLINE, MALTENG.—Dana nasabah BRI ditarik, uang mereka terkuras. Besarannya mencapai Rp1, 5 miliar lebih. Kasus ini terjadi di BRI Unit Amahai. Pelakunya mantan Kepala Unit bank itu, Jauhar Usemahu Alias Jo. Kini dia diadili. Sidang perdana, Selasa (10/4) baru digelar.

Jo bukan sekali mengambil uang milik nasabah yang disimpan di BRI. Sejak bertugas sebagai Kepala Unit BRI Amahai, dia bebas mengambil uang pada brankas.

Jumlah uang yang diambil bervariasi. Ada yang berjumlah Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Kadang pengambilan uang melebihi apa yang diminta oleh teler atau kasir.

Permintaan dana oleh teller, selalu diambil melebihi apa yang diminta. Penarikan uang pada kas induk sebesar Rp 20 juta, diambil Rp 30 juta. Kelebihan Rp10 juta diambil Jo. Pencatatan pada buku register uang tercatat hanya Rp 20 juta.

Jo juga mengelabui petugas resident auditor dari kantor BRI Cabang Masohi dengan cara membuat penarikan tanpa menyetor uang kepada teller. Pada saat pengecekan fisik dengan vault balance (pembukaan) sesuai. Tim audit tidak menemukan adanya penyelewengan.

Tercatat Jo melakukan penarikan fiktif sebesar Rp 400 juta. Uang itu tidak pernah diserahkan ke teller/kasir. Yang diserahkan hanya bukti penarikan. Saat diperiksa petugas audit, fisik uang selalu sesuai dengan yang ada pada kas induk.

Tindakan Jo baru diketahui pada Sabtu 11 Maret 2017. Beberapa pegawai, seperti Berlyn Umenelette, Endah S. Laumbur, Wahyuni Rumadaul, Fery Karepesina, Agung Tri Saputra, dan Idris Tuanany diminta atau melihat Jo mengambil uang dari brankas BRI sebesar Rp 370 juta.

Uang sebanyak itu dimasukan ke dalam kardus kertas F4 warna putih biru. Kardus itu kemudian diikat menggunakan tali. Dia memanggil Berlyn Umenelette untuk mengantarnya ke rumah. Akibat perbuatan terdakwa BRI mengalami kerugian mencapai Rp 1.544.352.000.

Angka kerugian ini diketahui setelah ada audit BPKP Perwakikan Provinsi Maluku periode Januari 2016 hingga Maret 2017. “Terdakwa diancam pidana dalam pasal 8 UU no 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” kata JPU Rian Joze Lopulalan saat membacakan dakwaan pada persidangan. (M2)

Most Popular

To Top