Pasutri Olah Cinnabar – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pasutri Olah Cinnabar

AMEKS ONLINE, AMBON.—Polisi kembali mengungkap lokasi penyulingan cinnabar (merkuri). Kali ini, lokasi pengolahan berhasil terungkap di kawasan Hutan Desa Liang,Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Anggota Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Maluku, mengamankan pasangan suami isteri (pasutri) serta sejumlah barang bukti. Informasi koran ini menyebutkan, awalnya polisi mengamankan Khairul Riza, bersama sejumlah barang bukti.

Penangkapan terhadap pria 37 tahun ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas penyulingan yang dilakukan Reza. Di sulit ditangkap karena saat melakukan pembakaran cinnabar menjadi air raksa, tidak menetap di lokasi penyulingan hingga proses pengolahan selesai.

Masyarakat yang memberi informasi juga tidak mengetahui pasti siapa pemilik tempat penyulingan cinnabar itu. Selain Reza, polisi mengamankan istrinya berinisial ML. ML merupakan warga Desa Liang. Pasangan suami-istri (pasutri) ini berdiam di Desa Tulehu. Pasutri ini diamankan, Selasa (17/4) sekira pukul 15.00 WIT. ”Pasutri ini ditangkap di kebun Watuku, Desa Liang. Penangkapan berdasarkan laporan warga terkait lokasi penyulingan. Mereka ditangkap pasa saat melakukan pengolahan,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohammad Roem Ohoirat kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/4).

Setelah petugas mengamankan Pasutri ini, sekira pukul 18.00 WIT kemudian dilakukan pengeledahan di rumah tersangka di Desa Tulehu. ”Ditempat tinggal mereka juga ada air raksa hasil pengolahan cinnabar. Kemudian anggota melakukan koordinasi dengan kepala desa setempat, dan akhirnya dilakukan penyitaan. Selain air raksa, juga sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini disita polisi,” tandas Ohoirat.

Dirincikan, barang bukti yang diamankan diantaranya besi tabung penyulingan, karung plastik sisa pembakaran cinnabar, serta sejumlah barang lainnya. Kepada polisi, Riza mengaku membeli cinnabar dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). ”Tersangka KR, membeli cinnabar di Desa Iha, sebanyak 187 kilogram, kemudian diolah menjadi merkuri seberat 57 kg air raksa. Tersangka juga sudah pernah mengolah sebelumnya,” jelasnya.

Menyoal kemana tersangka menjual hasil olahan cinnabar, polisi belum menjelaskan panjang lebar soal itu. Polisi berdalih untuk kepentingan penyelidikan. ”Hasilnya dijual ke salah satu penadah. Ini masih dalam pengembangan penyelidikan. KR dan ML sudah diamankan guna dilakukan pemeriksaan intensif terkait kasus tersebut,” demikian Ohoirat. (ERM)

Most Popular

To Top