Penjual Kerupuk Tewas di Kamar Kos – Ambon Ekspres
Berita Utama

Penjual Kerupuk Tewas di Kamar Kos

AMEKS ONLINE, AMBON.—Seorang penjual kerupuk ditemukan tewas di kamar kosnya, kemarin. Korban diketahui bernama Mardi (50). Kos-kosan yang ditempati korban milik anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wali dan terletak di Lorong Tahu, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau.

Warga Salatiga, Jawa Tengah itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Ada darah keluar dari mulut, dan hidungnya serta wajahnya bengak.

Infomasi Ambon Ekspres, pria tersebut ditemukan pertama kali olah Sadam, penjual ikan di Mardika. Ketika itu dirinya diperintahkan untuk mencari tahu asal bau tidak sedap di lingkungan kos.
Setelah diintip lewat ventilasi kamar, Sadam yang juga penjaga kos melihat korban dalam posisi terlentang dengan mulut dan hidung mengeluarkan darah.

Kepada polisi, Sadam mengaku, korban pertama kali diketahui telah meninggal dunia oleh tetangga kos yang hendak membeli kerupuk “Ketika mengetok pintu kamar korban, tetangganya memanggil nama korban tapi tidak ada jawaban. Karena curiga, pintunya terkunci dari dalam. Tetangga kamar kos korban mengintip dari celah pintu dan dilihat korban tidak bergerak,’’ tutur dia.

Mengetahui korban yang sudah meninggal dunia dengan pintu kamar yang terkunci dari dalam, Sadam bersama dengan beberapa teman kamar kost memberitahukan temuan itu kepada warga lainnya.

Mereka kemudian melaporkan kepada aparat kepolisian. Tidak berapa lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian. Mereka melakukan identifikasi dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Maluku.

Kapolsek Sirimau AKP Wilhemus Minanlarat yang dikonfirmasi mengatakan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ini masih dalam penanganan kita,” ujarnya.

Minanlarat menandaskan, dokter forensik masih menunggu keterangan pihak keluarga korban untuk tindakan selanjutnya. “Sementara menunggu keputusan dari pihak keluarga yang ada di Jawa Tengah untuk penanganan visum lebih lanjut atau dimakamkan,” tutupnya. (ERM)

Most Popular

To Top