Rekapitulasi DPT Pilgub 1.151.915 – Ambon Ekspres
Politik

Rekapitulasi DPT Pilgub 1.151.915

AMEKS ONLINE, AMBON.—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku telah merekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub tahun 2018. Jumlahnya 1.151.915 pemilih. Namun, hasil rekapitulasi ini belum ditetapkan, karena unggahan data di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) belum rampung.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun menjelaskan, berdasarkan pasal 22 PKPU Nomor 2 Tahun 2017, KPU melaksakan rapat pleno berdasarkan hasil yang sudah disampaikan KPU kabupaten/kota. “Tadi kita sudah sampaikan hasil rekapitulasi teman-teman KPU kabupaten/kota yang jumlahnya 1.151.915,” kata Rifan usai rekapitulasi DPT Pilgub Maluku 2018 – 2023 di aula rapat KPU, Sabtu (21/4) malam.

Namun, karena Sidalih tiga kabupaten, yakni Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara Barat (MTB) belum 100 persen sehingga DPT tersebut belum bisa ditetapkan atau disahkan. Rifan juga tidak memastikan, ada kemungkinan penambahan atau penguranan DPT.
“Hanya saja, Sidalih belum 100 persen di Kabupaten SBT, MTB dan Aru. Kalau datanya bersih, kemungkinan jumlah sama (dengan yang sudah direkapitulasi),” jelasnya.

Koordinator Divisi Data KPU Maluku, Hanafi Renwarin mengatakan, hingga Minggu (22/4) pukul 16.00 WIT, hasil upload data pemilih Kabupaten SBT dan Aru belum selesai. Sembilan kabupaten/kota lainnya sudah terupload 100 persen.
“Masih dua kabupaten (SBT dan Aru) yang Sidalih belum 100 persen,” kata Hanafi kepada Ambon Ekspres di kantor KPU, kemarin.

Dikonfirmasi pada pukul 22.30 WIT (jam 8.30) tadi malam, Rifan mengaku, rapat pleno lanjutan untuk penetapan DPT belum dimulai. ”Masih menunggu progres Sidalih Kabupaten SBT dan Aru,” singkat dia.
PEMENUHAN HAK PILIH DAN LOGISTIK
Rifan menekankan, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Maluku menjadi tahapan sangat krusial. Pasalnya, penetapan DPT berkaitan dengan upaya pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara untuk menyalurkan hak pilih mereka pada 27 Juni nanti.

“Pleno penetapan DPT Pilgub Maluku merupakan tahapan yang sangat penting. Karena ada beberapa alasan diantaranya adalah, pemenuhan hak konstitusional warga negara agar dapat menyalurkan hak pilih mereka di Pilgub 27 Juni 2018,” kata Rifan dalam sambutannya pada pembukaan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT.

Menurutnya, mulai dari penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sampai dengan Daftar Pemilih Semetara Hasil Perubahan (DPSHP) hingga pleno DPT, KPU baik di provinsi maupun kabupaten/kota terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) guna memastikan segala persyaratan masyarakat yang belum tercover baik pada DPS, maupun DPSHP.

“Terpenting adalah pemenuhan hak konstitusional warga negara akan terpenuhi dengan baik. Untuk itu, kami terus menerus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil, baik di KPU Maluku maupun pada KPU kabupaten/kota. Bahkan, ada teman-teman KPU di kabupaten/kota yang berkantor di Dukcapil setempat, begitu juga sebaliknya,” katanya.

Selain itu, penetapan DPT juga, lanjut Rifan, secara teknis untuk mengukur kesiapan logistik pelaksana diseluruh tingkatan penyelenggara pilkada. “Penetapan DPT ini juga untuk mengukur kesiapan logistik pelaksana di seluruh tingkatan penyelenggara pilkada,” sambungnya.

Rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT Pilgub Maluku ini ikut dihadiri KPU kabupaten/kota seluruh Maluku, Bawaslu Maluku dan tim tiga pasangan calon gubernur Maluku dan Wakil Maluku.

Noverson Hukunala mewakili pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), Hamza Nurlili dari pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan Vendi Toumahu dari Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT). (TAB)

Most Popular

To Top