KPU Sahkan DPT Pilgub 1.149.990 – Ambon Ekspres
Politik

KPU Sahkan DPT Pilgub 1.149.990

AMEKS ONLINE, AMBON.—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku akhirnya menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub 2018 sebanyak 1.149.990 orang. Jumlah ini turun dari hasil rekapitulasi sebelumnya, yakni 1.151.915 karena pemilih ganda dan tanpa NIK di Kepulauan Aru.

“Jam 12.00 ini (tadi malam) kita tetapkan DPT. Perubahan hanya untuk Aru. Ada penurunan 1.925 dari hasil rekapitulasi sebelumnya,” jelas Koordinator Divisi Data KPU Maluku, Hanafi Renwarin kepada Ambon Ekspres via seluler, tadi malam.

Sesuai hasil rekapitulasi KPU Maluku bersama KPU kabupaten/kota, Sabtu (21/4) jumlah pemilih Kepulauan Aru sebanyak 56.570. Dengan berkurangnya 1.925, DPT di kabupaten ini menjadi 54.645.
Sedangkan DPT sepuluh daerah lainnya tetap sama antara rekapitulasi dan Sidalih. Yakni, Kota Ambon 207.058, Maluku Tengah 288.557, Seram Bagian Barat 143.229, Seram Bagian Timur 91.963, Buru 88.950, Buru Selatan 51.710, Maluku Tenggara 73.017, Kota Tual 40.058, Maluku Tenggara Barat 63.087, dan Maluku Barat Daya 47.721. Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.385.

DPT tersebut dituangkan dalam Berita Acara (BA) yang ditandatangani seluruh komisoner KPU Maluku. Hanafi menjelaskan, penurunan DPT di Aru disebabkan masih ada nama pemilih ganda dan pemilih yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Jadi, ketika diproses di Sidalih, turun menjadi 54.645 karena mereka (KPU Aru) tidak pakai online. Jadi, ketika kita masukan ke online, banyak yang tersaring. Ada ganda. Yang paling banyak itu NIK. Jadi, meski pemilih ada dalam DPT, namun NIK tidak bisa dibaca oleh sistem,” jelas dia.

Pemilih tanpa NIK dan NIK eror akan difasilitasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukpil) untuk bisa menggunakan hak suaranya. ”Itu nanti urusan Disdukcapil, agar mereka bisa masuk dalam DPT tambahan,”pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun menjelaskan, dua kategori penduduk potensial pemilih yang masuk dalam DPT, yakni warga yang memilik NIK dalam formulir AC.-KWK yang didapatkan setelah penetapan DPS dan warga yang telah melalukan perekaman, namun memiliki fisik e-KTP.

KPU akar berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil) kabupaten/kota untuk menerbitkan Surat Keteranga (Suket) bagi pemilih yang belum ditetapkan dalam DPT, namun sudah melakukan perekaman e-KTP. Hingga kemarin, KPU Maluku belum mendapat rekapan jumlah pemilih telah merekam e-KTP.

“Dua kategori, kalau NIK di AC-KWK. Disdukcapi lihat, oh, orang ini masuk dalam data base tapi belum melakukan perekaman dan orang yang sudah melakukan e-KTP belum dicetak. Dua kategori ini yang kami masukkan dalam DPT,” kata dia.

Namun, KPU belum memastikan Suket akan diberikan hanya kepada pemilih yang telah merekam e-KTP, atau pemilih dalam data base kependudukan. “Apakah orang yang sudah melakukan perekaman atau orang yang memang terdata dalam data base, dan punya potensial. Meski dia belum merekam. Tapi, bagi Disdukcapil, Suket itu dikeluarkan untuk orang yang sudah melakukan perekaman,” pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top