Oknum Polisi Aniaya Tahanan Sakit – Ambon Ekspres
Hukum

Oknum Polisi Aniaya Tahanan Sakit

Foto Ilustrasi/Net

Sedang menjalani perawatan medis, namun Umar Albar tetap dipaksa keluar oleh Bripka AL, anggota Polsek Tehoru, Seram utara, Maluku Tengah. Sebelumnya Umar (33) sedang menjalani masa tahanan atas kasus pengancaman. Dia mengajukan ijin berobat, setelah mengalami sakit.

Dalam penjemputan itu, AL diduga menganiaya Umar dalam perjalanan. Pihak keluarga Umar tidak terima dengan apa yang dilakukan oknum anggota polisi itu. Mereka Kemudian mendatangi Polsek Tehoru untuk mengadukan apa yang dilakukan AL.

Alih-alih menindaklanjuti pengaduan kerabat Umar, mereka justeru dibentak Kapolsek Iptu. Jan Marjalena. “Kalian melapor anak buah saya? Sama saja kalian melempar tinju di wajah saya. Jujur saya sangat kecewa dengan langkah itu,” ujar Abdulrahman Albar (ayah Umar) menirukan keluhan Kapolsek Tehoru, Iptu Jan Marjalena kepada wartawan di Ambon, Minggu (29/04).

Abdulrahaman tak menjelaskan detail apa yang disebut kekecewaan yang disampaikan Kapolsek. Dia mengaku, sempat melapor penganiayaan terhadap anaknya di Unit Provost Polres Maluku Tengah. Sebelumnya kasus ini dikonsultasikan dengan kapolsek. Kapolsek mengetahui penganiayaan anak buahnya (Bripka RL) kepada Umar.

Bahkan, menurut Abdulrahman, sehari sebelum diberikan ijin berobat ke Masohi, Umar juga diberi ijin tahanan rumah selama 40 hari, yang dikeluarkan pada 31 Maret 2018. Namun anehnya, umar di jemput paksa dalam kondisi sakit.

“Anak saya masih sakit, hal itu juga diketahui Pak Jan (kapolsek). Bahkan pasca pelaporan aniaya tersebut, kami sulit bertemu anak kami saat membesuk. Anggota selalu beri alasan yang tidak jelas, agar kami (keluarga) tidak boleh bertemu dengan Umar, anak kami” ungkap Abdurahman.

Umar ditangkap pada 18 Maret 2018 atas kasus pengancaman dengan parang terhadap warga di Desa Wolu, Kecamatan Telutih.
(M1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top