BNN Kecewa Vonis Ringan Bandar Narkoba – Ambon Ekspres
Hukum

BNN Kecewa Vonis Ringan Bandar Narkoba

AMEKS ONLINE, AMBON.—Bandar narkoba yang juga mantan “pemain” narkoba di Kampung Ambon Jakarta, Gerald Tomatala, ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku pada Desember 2017 lalu. Dia dihukum penjara selama 5 tahun.

BNN yang menangkap pelaku kecewa dengan putusan tersebut. Mereka sangat berharap pelaku dihukum berat.

Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito mengaku, memberantas peredaran narkoba di Indonesia lebih khusus Maluku maka harus ada efek jera terhadap pelaku.

Menurut dia, bandar narkoba sekaliber Gerald Tomatala sudah seharusnya diberikan efek jera. Pertimbang lain, Gerald Tomatala juga residivis dengan kasus pembunuhan beberapa tahun lalu di Jakarta.

Dalam menjelankan bisnis haramnya ini, Gerald juga melibatkan keluarga dekatnya untuk memasok maupun mengedar narkoba di Maluku. Dia terindikasi juga sebagai bandar dan pengedar terbesar untuk Provinsi Maluku.

Selain proses hukum kasus narkoba, BNN juga membidik Gerald dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui hasil yang bersumber dari penjualan narkoba. “Putusan pengadilan saya tidak bisa komentari lebih. Karena itu proses. Tugas BNN sudah menyajikan berkas perkara. Dengan tuntutan 7 tahun, dan putus 5 tahun buat seorang Gerald sebetulnya perlu dilihat kembali,’’ sesal Rusno.

Menurut dia, kasus Gerald harus dilihat secara jeli. ‘’Pasal yang kita sangkakan juga, kita dorong maksimal untuk 20 tahun kurungan penjara. Tapi tidak apa-apa, masih ada 1 PR (pekerjaan rumah) saya akan jawab nanti melalui TTPU,” tandas Rusno Prihardito, Senin (30/4).

Dipastikan Rusno, saat ini tim BNN yang di back-up oleh Polda Maluku berjumlah 6 orang sementara berada di Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk mengusut TTPU aset Gerald yang didapat dari bisnis haramnya. Selain, sejumlah kendaraan Mobil dan Motor, rumahnya juga akan di sita. “Tim sudah di sana (Desa Kamarian) guna melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait kasus TTPU. Kita langsung lakukan pemeriksaan di Kamarian, untuk mempermudah saksi-saksi memberikan keterangan tidak harus jauh-jauh dari Kota Ambon. Dan ini akan saya kawal betul TPPU ini,” jelasnya.

Terkait proses ini, kata Rusno, pihaknya juga akan dengan berkoordinasi dengan juru tafsir dari PPATK untuk menulusuri aliran peredaran uangan dari nomor rekeningnya. ‘’Untuk TPPU kita telah melakukan proses penyitaan barang bergerak milik Gerald Tomatala berupa 2 buah mobil merk Toyota Yaris dan Avansa, serta 7 buah sepeda motor. Kini rumahnya di Kamarian saja yang belum kita sita,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Gerald Tomatala merupakan warga Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang ditangkap oleh anggota BNNP Maluku pada Desember 2017, tahun kemarin.

TEMBAK MATI PELAKU NARKOBA
Dalam kesempatan itu juga Rusno Prihardito dengan tegas menyampaikan, akan menembak mati para pelaku narkoba. Tanpa pandang bulu. “Mulai saat ini, saya minta mereka-mereka yang terlibat narkoba segera berhenti. Jika tidak dan saya temukan maka saya tidak segan-segan berikan hadiah timah panas. Akan saya tembak. Bila perlu saya akan habisi hidupnya,” tegasnya.

Rusno mengatakan, timah panasnya ini tidak akan pandang bulu. Entah warga sipil, anggota polisi maupun siapapun dia jika masih bermain-main di dunia hitam narkotika ini maka akan mendapat tindakan tegas.
“Mau dia itu pemakai, kurir, pengedar maupun bandar saya tidak pandang bulu. Mau dia itu warga sipil, anggota polisi atau siapa pun dia saya tidak takut. Saya akan tembak mati bila perlu agar tidak merusak dan meracuni kehidupan bangsa,” tegasnya.

Perwira tinggi berpangkat satu bintang di pundaknya itu, mengatakan, ancaman tindakan tegas hingga tembak mati ini sudah menjadi perintah langsung Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian. Bahkan jika ditemukan adanya keterlibatan anggota polisi, diminta agar tidak segan tembak mati. “Nyawa dan hidup saya ini jadi taruhan untuk memberantas sindikat narkotika. Mereka (pelaku narkoba) telah meracuni kehidupan generasi bangsa ini termasuk di Maluku. Maka selama napas kehidupan saya miliki, tidak akan ada tempat yang aman bagi pelaku narkotika di Maluku. Saya akan uber sampai ke akar-akarnya. Jadi, berhenti sekarang atau mati,” tandas Rusno. (ERM)

Most Popular

To Top