Nestapa Janda Muda yang Cari Kerja Tapi Diperalat Napi Narkoba – Ambon Ekspres
Features

Nestapa Janda Muda yang Cari Kerja Tapi Diperalat Napi Narkoba

Sepeninggal almarhum suaminya, Ni Luh Putu Mega Karisma, 25, harus cari kerja. Supaya bisa menghidupi diri sendiri dan kedua anaknya yang masih kecil. Sayang, usaha dia justru dimanfaatkan oknum narapidana narkoba. Dia diperalat. Dan kini dia sedang berhadapan dengan ancaman hukuman mati.

Suara Mega terdengar gemetar setiap kali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya dalam sidang lanjutan yang dijalaninya di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (3/5). Kebetulan sidang dengan majelis hakim yang diketuai Hakim I Ketut Suarta itu mengagendakan pemeriksaan terdakwa.

Jadi sepanjang sidang dia harus menjawab pertanyaan dari hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan juga pengacaranya.
Salah satunya soal bagaimana dirinya bisa mengenal Denny.
Denny sendiri disebut-sebut sebagai seorang oknum narapidana. Dialah yang menyuruh Mega mengambil puluhan boneka milik Olla (pacar Denny) di tempat kosnya. Lokasinya di Jalan Majapahit, Banjar Pelasa, Kuta, Badung.

Dalam pengakuannya, Mega mengenal Denny dari seorang temannya bernama Hellen yang hendak diajak bekerja sama dalam bisnis jual beli online. Dari perkenalan itulah, Mega akhirnya diminta mengambil semua boneka di kamar kos pacarnya. Terlebih, dia punya dua anak yang masih kecil. Satu anaknya balita. Satunya lagi sudah sekolah TK.

Kedua anaknya itu dia rawat sepeninggal almarhum suaminya. Ini juga yang membuat dirinya harus mencari pekerjaan.
Seperti jawabannya saat dicecar pertanyaan oleh Hakim Suarta mengenai bagaimana dia bisa mengenal Denny dan orang-orang dekatnya.

Sementara, saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alit Sustika apakah dirinya tidak menaruh curiga dengan boneka yang berisi 592 gram sabu-sabu, Mega mengaku tidak punya sama sekali.
“Jawaban Anda tidak masuk akal. Apa saudara tidak merasa boneka ringan itu terlalu berat? Ini 500 gram lebih lho?” ujar penuntut umum sambil memegang boneka beruang yang jadi barang bukti di persidangan. “Tidak curiga,” jawab Mega dengan singkat.

Dia pun ditanya apakah sebelumnya pernah bertemu Denny. Oleh Mega, pertanyaan itupun dijawab dengan tidak. Bahkan, dia juga tidak mengetahui bahwa dia dihubungi Denny dari dalam lapas.
Pun demikian saat disinggung apa dia sudah menerima uang sebagai upah dari Denny. “Cuma dikasih uang Rp 150 ribu oleh Olla,” tuturnya.

Dalam sidang sebelumnya, Mega didakwa dengan dakwaan alternatif. Dakwaan kesatunya, pelanggaran terhadap Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimalnya hukuman mati.

Dan dakwaan keduanya pelanggaran Pasal 112 ayat 2 pada undang-undang yang sama dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Dalam dakwaan disebutkan juga bahwa perkara yang membelit Mega bermula saat dirinya sedang mencari pekerjaan.

Dalam perjalanannya, dia berkenalan dengan seseorang bernama Deny. Tapi, Mega rupanya tidak mengenal siapa sebetulnya Denny yang belakangan diketahui merupakan oknum narapidana.
Singkat cerita, pada 1 Januari 2018, Denny meminta Mega mengambil barang-barang berupa baju dan boneka milik Olla. Denny janji akan memberikan uang bensin dan boleh mengambil beberapa boneka untuk anak Mega.

Namun, saat mengambil barang-barang yang diminta Denny, Mega justru terlebih dulu tertangkap petugas Kepolisian. Hingga akhirnya, saat ini dia duduk di kursi pesakitan. (bx/hai/bay/yes/JPR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top