Jaksa Lambat Usut Proyek Jalan Kaibobu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Lambat Usut Proyek Jalan Kaibobu

Foto/Net

AMEKS ONLINE, SBB.—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) hingga saat ini belum melakukan pengusutan terhadap proyek ruas Jalan Kaibobu – Waisarissa, Kecamatan Seram Barat. Proyek ini dikerjakan kontraktor bernama Uya sejak 2008 dan 2016.

Alasan belum ditanganinya proyek puluhan miliar itu, akibat tidak seriusnya Kejati Maluku yang berencana untuk melimpahkan kasus tersebut ke Kejari SBB. “Belum kami usut. Mau usut bagimana, sementara kasusnya belum dilimpahkan ke kami. Sekarang masih di kejati,” jelas Kasipidsus Kejari SBB, Djino Talakua kepada koran ini via selulernya, Minggu (13/5).

Menurutnya, Kejari SBB siap menanganinya, apabila sudah ada intruksi atau pelimpahan kasus dimaksud ke Kejari SBB. “Prinsipnya, kita menunggu, dan siap menangani kasus tersebut,” tegas Djino.
Jika telah mengantongi surat perintah dari Kejati Maluku, kata dia, pihaknya akan menerbitkan surat perintah dimulainya penyelidikan (sprinlid) atas kasus yang diduga telah merugikan negara hingga miliaran rupiah itu. “Kita tetap tangani, sepanjang surat perintah itu sudah ada pada kami,” kata dia.

Belum ditanganinya kasus proyek jalan penghubung Desa Waisarissa ke Negeri Kaibobu itu membuat masyarakat yang melintasi jalan tersebut mulai kecewa dengan penegakan hukum di daerah ini.
Pasalnya, proyek miliran rupiah sejak zaman mantan Bupati Kabupaten SBB, Jacobus F Puttileihalat hingga pada M Yasin Payapo ini hingga sekarang tak tuntas. “Kami pikir bahwa kasus ini sudah di tangani. Kalau seperti ini, berarti penegakan hukum di daerah ini tidaklah baik, dan patut dipertanyakan. Proyek ini patut diusut, karena sangat merugikan masyarakat setempat,” tegas Luis Mantouw, warga Kaibobu kepada koran ini via selulernya, tadi malam.

Dikatakan, proyek Jalan Kaibobu ini rusak parah. Selain jalanya yang berbatu-batu tanpa diaspal, juga jembatan mengalami rusak parah. Ironisnya, pemerintah menutup mata, dan untuk perbaikannya masyarakat setempatlah yang melakukan swadaya untuk perbaikan.

“Jadi sekali lagi kami minta, agar pihak kejaksaan yang sejak awal telah berkoar mengusut proyek ini, untuk segera menanganinya. Karena, tujuan dari itu untuk kesejahteraan rakyat, yang akhirnya terjadi tidak sesuai dengan harapan,” tandas dia.

Awalnya, kasus ini mulai diusut tim Pidsus Kejati Maluku yang diketuai Abdul Hakim selaku Kasidik Kejati Maluku. Namun kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp 30 miliar ini dilimpahkan ke Kejari SBB untuk ditindaklanjuti. “Ya kasus ini ditangani oleh Kejari SBB. Kalau tidak salah kerugian sesuai LHP BPK itu mendekati Rp 30 miliar. Nanti di cek saja disana,” kata Hakim belum lama ini.

Kasi I Kejati Maluku Ahmad Latupono mengatakan, sementara melakukan telaah terhadap proyek yang dikerjakan melalui Dinas PU Kabupaten SBB Tahun 2008. Proyek ini mangkrak, dan barulah di kerjakan lagi di tahun 2016 lalu. “Jalan Kaibobu itu terindikasi bermasalah. Saat ini pula, melalui instruksi pimpinan, kami sementara melakukan telaah,” tegas Kasi I Kejati Maluku, Ahmad Latupono kepada koran ini beberapa waktu lalu disaksikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette di depan Kantor Kejati Maluku.

Menurutnya, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor Uya itu bermasalah karena, ada tumpang tindih anggaran. Pekerjaan jalan penghubung Desa Waisarissa ke Negeri Kaibobu itu hingga 2018 ini belum juga kelar. “Pekerjaannya sampai sekarang belum selesai. Ini yang sementara kami telaah,” terang dia. (NEL)

Most Popular

To Top