Ayo Bersatu Lawan Terorisme !!! – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ayo Bersatu Lawan Terorisme !!!

LAWAN TERORIS : Suasana rapat Forkopimda Maluku menyikapi kondisi nasional pasca peledakan bom di Surabaya, Senin (14/5). Pemerintah menghimbau kepada masyarakat Maluku tidak terprovokasi dan bersatu dengan TNI/Polri melawan terorisme.

AMEKS ONLINE, AMBON.—Aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur, masih terus bergulir. Di Maluku, masyarakat diajak untuk bersatu melawan setiap bentuk kekerasan termasuk terorisme yang meresahkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk bersatu melawan terorisme. Seruan tersebut, menindaklanjuti hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, yang juga dihadiri Pemerintah Kota Ambon dan tokoh agama. “Aksi pemboman yang terjadi beberapa hari ini di Surabaya dilakukan orang-orang yang tidak memiliki agama.

Mengingat ajaran agama apapun tidak membenarkan adanya bunuh diri, atau membunuh orang lain serta pengrusakan rumah ibadah,” ungkap Sahuburua kepada wartawan, kemarin.

Hasil rapat, kata dia, ada beberapa tuntutan yang dihasilkan. Diantaranya meminta aparat keamanaan untuk mengusut dan menindak secara tegas pelaku terorisme serta jaringannya sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Juga meminta aparat keamaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan dan jaringan terorisme. Selain itu, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bersatu dengan TNI-Polri, melawan terorisme dan berbagai kekerasan di negeri ini.

Seluruh komponen umat beragama di Maluku dalam spirit orang basudara tidak akan terprovokasi dengan tindakan terorisme. “Kami semua bersatu. Tidak takut dan siap melawan terorisme,” pungkasnya.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanudin mengatakan, pasca aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, Kapolda Maluku telah mengintruksikan untuk melakukan Panggilan Luar Biasa (PLB) kepada anggota, yang suatu waktu mereka ada dimana saja untuk berkumpul dan siap untuk diperintahkan. “Sudah kita lakukan, dan hasilnya sangat-sangat saya puas. Dari sekian ribu anggota, hanya 100 lebih yang telambat ikut. Oleh karena itu, kita berharap tetap satu, karena kita adalah Bineka Tunggal Ika. NKRI harga mati,” tegas Hasanudin.

Pihaknya juga berharap agar masyarkat Maluku menjaga keakraban hidup orang basudara, dan tidak terprovokasi dengan tindakan-tindakan yang tidak jelas. Karena ini bukan persoalan agama, melainkan tindakan teror yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Kami turut bebelasungkawa, dan bagi kami orang beragama tetap menjaga stabilitas kehidupan yang aman dan damai, serta meningkatkan hidup orang basudara di Maluku dengan aman,” ujar dia.

Ketua PHDI Maluku I Nyoman Sukadana mengatakan, insiden Surabaya merupakan kejadian yang sangat buruk. Sebagai umat beragama, pihaknya mengutuk tindakan tersebut. “Semua agama ajarkan cinta kasih,” tandasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Maluku (MUI) Abdullah Latuapon mengatakan hal yang sama. Kejadian bom di Surabaya, merupakan hal yang sangat keji dan diluar batas kemanusiaan. Dia mengutuk keras perbuatan tersebut. “Mari menjaga keamanan dan kedamaian. Jangan terpengaruh, terprovokasi dengan oknum yang tidak bertangungjawab,” imbaunya.

Seruan damai juga datang dari Keuskupan Amboina. Melalui juru bicaranya, Fr Robertus Masliat menyampaikan sikap gereja Katolik meski kehilangan umat dan merasa dirugikan. “Pihak gereja tetap memaafkan dan mendoakan yang terbaik bagi para korban maupun yang merancang pembunuhan sadis ini,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan memaafkan dan mendoakan, diharapkan tidak ada lagi kekerasan dan balas dendam yang bisa memicu pertikaian yang bisa akibatkan kekerasan yang terus berlanjut. “Prinsipnya, kita dukung apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan. Kekerasan itu bukan jalan untuk mencapai kedamaian,” ajaknya.

Ketua Walubi Maluku Wilhemus Jauwerissa juga menghimbau masyarakat untuk bersatu memerangi terorisme di NKRI. “Oleh karena itu, cinta kasih harus kita kembangkan. Saling percaya adalah motto utama bangun NKRI,” tukasnya.

Ketua MPH Sinode GPM, Pdt Ates Werinussa juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden itu. Ia menekankan kepada warga GPM untuk tetap memelihara kondisi yang aman dan damai. Jaga dan pelihara kehidupan orang basudara di bumi raja-raja. “Tidak boleh ambil langkah sendiri. Ini bukan persoalan agama, tapi ada orang-orang yang tega meledakkan gedung gereja. Kita percayakan penanganan ini kepada pemerintah dan aparat keamanan,’’ pungkasnya.

TAK TERKAIT AGAMA
Kecaman terhadap aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur, masih terus bergulir. Di Maluku, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesi (DPD-GAMKI), kemarin mengeluarkan rilis resmi mengutuk insiden tersebut. Mereka juga menegaskan, aksi terorisme tidak terkait dengan agama manapun.

Dalam rilisnya, GAMKI menilai rentetan aksi teror atau kekerasan mengarah kepada tindakan barbaria (tidak bermoral) yang dimulai dari rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, penikaman anggota polisi oleh simpatisan ISIS, penyerangan bom bunuh diri di Gereja, hingga terakhir bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur (Jatim).

“GAMKI dengan tegas menyatakan, terorisme adalah sebuah kejahatan kemanusiaan, dan tidak ada kaitanya dengan agama manapun, karena semua agama mengajarkan cinta kasih dan kedamaian,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku Johan Rahantoknam, kemarin.

Mereka mengecam tindakan terorisme dan kekerasan atas nama apapun, yang dilakukan oleh pihak manapun. Tujuan mereka hanya untuk memecah belah persatuan bangsa dan menggiring negara ini menjadi sebuah negara yang tidak lagi berdasarkan Pancasila.

Untuk itu, diingatkan semua tokoh masyarakat, publik, agama, adat, pejabat politisi maupun tenaga pengajar agar tidak lagi mengeluarkan ujaran kebencian dan doktrin kebencian terhadap SARA dan golongan tertentu. “Hal ini merupakan benih lahirnya paham-paham radikal yang juga menyebabkan terjadinya tindakan teroriseme dan kekerasan,” ucap Johan.

GAMKI Maluku meyakni aparat keamanan bisa bergerak cepat dan tepat mengusut tuntas tindakan teroriseme yang terjadi belakangan ini, terkhusus penyerangan bom bunuh diri di beberapa gereja dan kantor polisi hingga sampai ke akar-akarnya, serta penegakan hukum tegas kepada pelaku maupun semua kelompok yang terlibat.

Pemerintah dan DPR RI sudah seharusnya segera merampungkan dan mengesahkan RUU Anti Terorisme dengan mengutamakan sistem diteksi dini, dan pencegahan lebih efektif serta sanksi pidana berat bagi pelaku teror.

“Dengan kondisi seperti ini, payung hukum ini sangat penting dan mendesak agar menjadi pegangan bagi aparat keamanan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Kami memberikan dukungan moral penuh kepada Kepolisian RI melaksankan tugas secara profesional berdasarkan peraturan perundang-undangan,” seruh Johan.

Sementara itu, Pendeta Steven Atihuta mengingatkan masyarakat Maluku tidak terprovokasi dan agar tetap tenang, dan menjaga tali persaudaraan dan waspada terhadap upaya-upaya memecah belah kehidupan sesama anak bangsa ini. Dia berharap semua orang bijaklah dalam menggunakan media sosial.

“Mari kita sama-sama memerangi terorisme, radikalisme ujaran kebencian, maupun provokasi SARA sebagai musuh bersama. Ini sangat penting, karena sebentar lagi saudara-saudara kita yang beragama muslim akan memasuki bulan Ramadhan, menjalankan ibadah puasa, sehingga kita sebagai orang bersaudara wajib mendukung terciptanya suasana nyaman, tenag dan penuh kedamaian,” pesanya.

Hal yang sama juga di sampaikan ketua GAMKI Kota Ambon Barce Titioka. ”Kota Ambon sebagai pusat ibu kota provinsi, mari kita jaga kita rawat bersama kota ini. Karena sebentar lagi sudah memasuki bulan puasa, bagi saudar kita yang Beragama Islam. Tentu kita memiliki tanggungjawab bersama untuk mewujudkan rasa aman dan kedamaian di kota ini,” kata Barce. (NEL/ERM)

Most Popular

To Top