Hari Ini, Penentuan 1 Ramadhan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Hari Ini, Penentuan 1 Ramadhan

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kementerian Agama RI di Jakarta menggelar sidang itsbat penentuan 1 Ramadhan 1439 Hijriyah, Selasa (15/5). Penetapan 1 Ramadhan pada sidang tersebut dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu perhitungan hisab dan rukyatul hilal.

Khusus untuk metode rukyatul hilal dengan menggunakan teropong oleh Kementerian Agama RI, juga akan diikuti oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait untuk dilaporkan ke pusat.

Rukyatul hilal yang dilakukan Kanwil Kemenag Maluku direncanakan dilakukan di Desa Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). “Untuk penentuan 1 Ramadhan menunggu sidang itsbat oleh kemenag RI. Besok (hari ini-red) lihat hilal di Wakasihu,” ungkap Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad kepada Ambon Ekspres via selulernya, Senin (14/5).

Fesal mengatakan, puasa di bulan Ramadahan merupakan momen istimewa bagi kaum muslimin. Ini mometum mengevaluasi, intropeksi sikap dan perbuatan yang dilakukan selama 11 bulan, baik sikap kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia.

Karena itu, kata dia, Ramadhan menjadi bulan yang akan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan keiklasan. Kewajiban menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam terutama kepada orang-orang yang beriman, telah diwajibkan pula kepada umat sebelum kita, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183 yang artinya “Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. “Untuk itu, mari kita sempurnakan ketakwaan kita selama bulan suci Ramadhan ini,” katanya.

Dirinya meminta kepada seluruh umat muslim di Maluku untuk menjaga rasa persaudaraan antara sesama anak bangsa dan saling menghargai. Jangan karena perbedaan strata sosial, aspirasi, pilihan poltik, agama dan keyakinan membuat permusuhan, saling serang menyerang, membeci satu sama lain.

Yang paling parah, lanjutnya, jangan karena berita hoax berdampak negatif, memutus nilai-nilai silaturahmi dan perbuatan buruk yang dilarang agama. “Mari kita jadikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan untuk saling melakukan evaluasi secara total, membangun silaturrahmi, ubahlah sikap dengan memperbanyak senyum, tentramkan jiwa, cerdaskan pikiran, dan saling membahagiakan sesama agar kita memperoleh rahmat Ramadhan,” ujarnya.

Ramadhan, katanya, harus dijadikan sebagai bulan penebar kedamaian, penebar rahmat bagi sesama, bulan silaturahim, menghormati satu dengan yang lain, agar selalu berdiri diatas kebenaran, bulan berbagai kasih dan kebahagian penuh hikmah agar terwujud masayarakat Maluku yang aman religius dan sejahtera. “Kepada seluruh umat beragama, hendaknya menjaga kerukunan, dan menjauhkan diri dari tutur kata dan sikap yang dapat mengurangi kekhususan nilai ibadah,” tandas Fesal.

PENUMPANG MEMBLUDAK
Sementara itu, jelang Ramadhan terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Tahuku, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Para penumpang ini hendak bepergian dengan tujuan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Dade, salah petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tahuku kepada Ambon Ekspres mengatakan, selama dua hari berturut-turut hampir semua speedboat jurusan Seram Huamual dipenuhi penumpang dewasa maupun anak-anak.

Olehnya itu, pihaknya memperketat pengawasan. Ini penting, untuk mengantisipasi terjadinya perubahan cuaca yang mengakibatkan kondisi laut makin tidak bersahabat. “Memang ini penumpang musiman. Dan sudah tiga hari belakangan penumpang makin banyak. Kami selalu mengontrol setiap speedboat yang berangkat, jumlah penumpangnya harus sesuai dengan kapasitas. Tidak boleh lebih. Ini sangat berbahaya ketika cuaca tidak baik,” ujar Dade.

Disinggung terkait pengambilan nama dari setiap penumpang, harus membayarkan Rp 3000 per orang ke dishub, dia mengatakan bahwa, itu merupakan perintah langsung dari Pemkab Malteng. “Kita hanya menjalankan tugas untuk melakukan penagihan. Tetapi ini sudah ada kerja sama antara pemda, dishub dan jasaraharja. Jika terjadi kecelakaan ada biaya yang diberikan kepada korban,” katanya.
Pantauan media ini, ratusan unit speedboat itu beroperasi dengan rute Manipa, Pulau Kelang, Buano Tanah Besar dan Waesala serta Luhu dan sekitarnya. (ADI/WHB)

Most Popular

To Top